Koordinator Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA), Alfian kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis, 8 Desember 2022 episode ke 32 Tahun ke 3 dengan tema: Rp13 Miliar Dana Titipan di BRA Siapa Nikmati? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Polres Bener Meriah Ungkap Kasus Pencurian Alat Excavator

SamsuddinKapolres Bener Meriah didampingi Kasat Reskrim dan Kapolsek jajaran mengelar konferensi pers kasu pencurian
A A A

ACEHIMAGE.COM – Polres Bener Meriah kembali berhasil mengungkap kasus tindak pidana pencurian alat excavator di Kampung Rusip, Kecamatan Syiah Utama, Kabupaten Bener Meriah.

Dalam kasus tersebut Polisi telah mengamankan empat tersangka diantaranya, JR (21),WR (19) warga Kampung Rusip, dan SI (26) warga Kebun Lada, Kecamatan Hinai, Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, SF (28) warga Lembah Alas, Kecamatan Deleng Opisen, Kabupaten Aceh Tenggara.

Hal itu disampaikan Kapolres Bener Meriah, AKBP Indra Novianto didampingi Kasat Reskrim Iptu Rinaldi Aryyawinata Hutama Putra, Kapolsek Bandar, dan Kapolsek Syiah Utama saat menggelar konferensi pers di depan kantor Kasat Reskrim setempat. Kamis, 29 September 2022.

Menurut AKBP Indra, pencurian alat Excavator milik Sabri terjadi pada 14 September 2022 dan tidak butuh lama pihak kepolisian berhasil mengungkap dan mengamankan para tersangka serta sejumlah barang bukti.

“Dalam kasus ini sebenarnya ada 5 tersangka, namun salah satu tersangka masih dibawah umur makanya tidak dilakukan penahanan,”kata AKBP Indra Novinato.

Penangkapan para tersangka berawal dari pengakuan tersangka MI yang merupakan anak dibawah umur. Kepada polisi MI mengakui telah melakukan pencurian bersama WR,JN dan barang barang curian tersebut dijual kepada SI dan SF sebagai penadah (pembeli barang).

Atas keterangan MI, pada 17 September 2022 polisi lalu melakukan penangkapan terhadap para tersangka dan turut mengamankan barang bukti berupa satu unit pompa hidrolik/head komplit hitachi, strip, empat buah karet Compare, satu buah tabung oksigen, tujuh buah keping tapak show excavator, dan satu unit mobil Grand Max Pick Up warna hitam dengan nomor polisi BK 8617 RE.

Modus operandi, tanggal 12 September 2022 ketika tersangka WR mengajak MI dan tersangka JM untuk melakukan pencurian di sebuah gedung di Kampung Rusip, kemudian pada 13 September 2022 sekira pukul 10.00 WIB datang JM ke kebun jagung WR dan WR kala itu mengatakan, “Kamu mau nggak ambil barang beko itu kalau mau cari terus pembelinnya” lantas JM menelepon SF menawarkan barang tersebut dan SF mau membeli seharga Rp 3000/Kilogram.

Pada hari itu juga sekira pukul 18.00 WIB, JM memerintahkan SF untuk datang ke lokasi galian C/crusher milik Sabri untuk mengambil barang-barang yang akan dijual. Satu jam berselang, WR mengajak MI dan JM ke lokasi galian C untuk melakukan pencurian.

“JM,WR dan MI langsung masuk ke rumah korban yang ada di lokasi galian C, sesampainya di rumah korban, para tersangka langsung membuka kabel pengait pintu dan mendorong pintu dan ketiga tersangka itu langsung masuk kerumah dan menggasak sejumlah peralatan alat berat,”ungkap AKBP Indra.

Setelah mengumpulkan barang curiannya, mereka kembali kerumah WR sembari menunggu informasi dari SF untuk mengambil barang tersebut.  Sekira pukul 23.00 WIB, SF menelepon JM mengatakan dia sudah tiba di lokasi , mendengar hal itu WR,JM dan HI langsung menuju lokasi.

“Mereka menunggu sekitar 30 menit dan SF pun datang bersama SI dengan menggunakan mobil Gran Max Pick Up dan mengangkut semua barang yang dicuri WR dan teman-temannya ke daerah Lampahan seberat 662 Kg  dan para pelaku pencuri memperoleh uang Rp 2.150 ribu ”ujar Indra.

Dari hasil pencurian tersebut, masing-masing mereka mendapat pembagian uang sebesar 600 ribu rupiah. Sedangkan SF berhasil menjual satu unit keong penyedot pasir ukuran 4 inci dan satu buah pompa air ukuran 4 inci ke Medan, Sumatera Utara.

Atas kejadian tersebut korban Sabri mengalami kerugian mencapai Rp 250 juta rupiah. Sebut Indra.

Dengan telah banyaknya aksi pencurian yang dilakukan oleh oknum-oknum tertentu, Kapolres Bener Meriah menghimbau masyarakat agar berhati-hati baik yang punya usaha, ataupun yang punya kegiatan-kegiatan agar selalu dilihat dan selalu pengawasan.

“Apabila terjadi masalah atau kriminalitas di Bener Meriah, masyarakat bisa langsung menginfokan kepada Polres Bener Meriah baik melalui Bhabinkamtibmas ataupun polsek-polsek terdekat. Untuk itu saya minta hubungan baik antara masyarakat dan jajaran Polres Bener Meriah,”harap Indra.[]

Komentar

Loading...