Kabid Humas Polda Aceh Kombes Pol Winardy menyampaikan ledakan terjadi pada sebuah gerobak tempat jual gorengan di Jalan TGK di Lhong Dua Kecamatan Banda Raya, Kota Banda Aceh, tidak ditemukan adanya mesiu maupun jelaga. Namun kejadian tersebut mengakibatkan kaca gerobak pecah dan atap serta sebagian badan gerobak rusak. "Tidak ditemukan korban jiwa, hanya 1 orang ibu terluka gores oleh pecahan benda meledak pada bagian kaki,"sebut Kabid Humas

Polres Bener Meriah Tetapkan Tiga Tersangka Dugaan “Pemain” Ijazah Palsu

SAMSUDDINKapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK
A A A

BENER MERIAH – Satreskrim Polres Bener Meriah telah menetapkan dan menahan tiga tersangka dugaan peredaran ijazah palsu yang bersumber dari Dinas Pendidikan Bener Meriah.

“Sebelumnya kita telah menetapkan dan menahan AS (staf dinas pendidikan) Bener Meriah sebagai tersangka pembuat ijazah palsu, kemudian berselang dua harinya, kita kembali menangkap dan menahan tersangka SM (PNS di jajaran dinas Kesehatan Bener Meriah) yang diduga berperan sebagai perantara," kata Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK saat dikonfirmasi awak media, Rabu (27/1/2021) di ruang kerjanya.

AKBP Siswoyo Adi Wijaya menambahkan, hari ini juga telah ditetapkan tersangka baru yang berinsial KS (Kasubag perencanaan di dinas pendidikan Bener Meriah). Kapolres menyebutkan tidak menutup kemungkinan tersangka akan bertambah dan sejauh ini terus dilakukan pendalaman.

Siswoyo juga mengatakan, saat penangkapan tersangka SM beberapa hari yang lalu juga ditemukan sepucuk senjata rakitan laras panjang dikamar anaknya. "Dan terkait hal itu kita masih melakukan pendalaman,"sebutnya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Rifki Muslim menambahkan, untuk tersangka KS hari ini dijemput dari dinas Pendidikan Kabupaten Bener Meriah tadi pagi.

“Kemarin kita melakukan pengeledahan ke Dinas Pendidikan, dan menyita beberapa berkas namun pada saat pengeledahan tersangka KS tidak berada ditempat dan hari ini kita jemput dari Dinas Pendidikan,"ujar Rifki.

Disebutkan Rifki, sejauh ini KS belum mengakui keterlibatanya, namun polisi telah mengantongi bukti-bukti yang kuat ditambah keterangan beberapa saksi sehingga kita menetapkan KS sebagi tersangka dan mulai ditahan hari ini.

“Sedangkan tersangka SM ditangkap dirumahnya dua hari setelah penetapan AS sebagai tersangka, dan juga ditemukan sepucuk senjata, apakah itu senjata rakitan atau mainan ini masih kita dalami,"tambahnya.

Seperti disampaikan sebelumnya, tersangka AS mengaku telah membuat sebanyak 30 lembar ijazah palsu dengan tiga modus, yakni memanfaatkan blangko ijazah paket yang lebih, kedua mengantikan nama pemilik ijazah yang mengikuti ujian namun ijazah belum diambil oleh tersangka AS mengikis nama tersebut mengentikan dengan nama yang meminta ijazah tersebut.

"Sedangkan modus ketiga yakni dengan mencetak ijazah itu mengunakan kertas karton yang persis kartas yang digunakan untuk mencetak ijazah pake,"tutur Iptu Rifki.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...