Sekretaris Jenderal Ikatan Sarjana Alumni Dayah (ISAD), Dr. Tgk. Teuku Zulkhairi, M.A menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 11 Agustus 2022 episode ke 102 Tahun ke II dengan tema: Penerapan Syariat Islam Di Atas Kertas, YARA Minta Dinas Syariat Islam Dileburkan? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Jual Elpiji di Luar Arealnya

Polres Bener Meriah Tangkap Pemilik Pangkalan Elpiji “Nakal”

SamsuddinAKP Dr Bustani SH MH
A A A

BENER MERIAH – Tim gabungan Polres Bener Meriah meringkus S warga Pondok Baru, Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah yang diduga melakukan tindak pidana penyalahgunaan pengangkutan dan perniagaan gas bersubsidi 3 kilogram di luar wilayah distribusi.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Agung Suryo Prabowo melalui Kasat Reskrim Polres Bener Meriah, Iptu Bustani mengatakan, S ditangkap di Kampung Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah saat  menjual dan menurunkan gas elpiji 3 kilogram di tempat bukan wilayahnya.

“Kemarin (Red Jumat), 01 Oktober 2021 sekira pukul 10.00 WIB, berdasarkan informasi dari masyarakat, kita bersama Unit Resmob dan Unit Idik Tipidter Polres Bener Meriah telah melakukan penangkapan terhadap S di Kampung Pasar Simpang Tiga, Kecamatan Bukit, Kabupaten Bener Meriah,”kata Iptu Bustani, kepada media ini saat dikonfirmasi, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Bersama pelaku S, kita turut mengamankan barang bukti satu unit mobil Toyota Rush, dan 48 gas elpiji 3 kilogram guna untuk penyelidikan lebih lanjut serta proses tindakan penahanan.

S diduga telah melanggar pasal 55 Undang-undang Republik Indonesia nomor 22 tahun 2001 tentang minyak dan gas bumi, sebagaimana telah diubah dengan undang-undang nomor 11 tahun 2020 tentang cipta kerja dengan ancaman hukuman 5 tahun kurungan. Jelas Bustani

Menurut Bustani, Pangkalan UD ARAMIKO GAS adalah merupakan milik pangakan milik S yang tercatat wilayah kerjanya meliputi Kampung Pondok Baru, Kecamatan Bandar, namun ia nekat menjual di wilayah Kecamatan Bukit dengan harga diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditentukan pemerintah.

“Saat ditangkap, S berdalih gas elpiji yang diangkutnya itu milik pangkalan UD Beuna Gas yang tidak lain adalah pangkalan milik istrinya dan ia hendak membawanya ke pangkalan tersebut,”ungkap Bustani.

Kita menduga, agen penyalur PT Beligat Jaya Bersama menaruh gas elpiji 3 kilogram milik pangkalan UD Beuna Gas didalam pangkalan milik tersangka.

“Oleh karena itu, kita masih mendalami keterlibatan agen penyalur ke pangkalan, apakah dia mengetahui kelakukan yang diperbuat tersangka, kalau dia juga terlibat tidak menutup kemungkinan akan menjadi tersangka,”pungkas Bustani.[]

Rubrik:ACEHNEWS

Komentar

Loading...