Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Polres Bener Meriah Ringkus Dua Pria Pengguna Narkoba

ISTIMEWAPolisi tangkap dua pengguna narkoba
A A A

BENER MERIAH – Satres Narkoba Polres Bener Meriah kembali meringkus dua orang tersangka yang diduga pengguna narkotika jenis sabu-sabu.

Kedua tersangka tersebut masing-masing AS (42) warga Kecamatan Timang Gajah, Kabupaten Bener Meriah dan tersangka FL (20) warga Kecamatan Emas, Kabupaten Langkat Sumatra Utara.

Keduanya diringkus ditempat terpisah, AS ditangkap pada Rabu 3 Februari 2021 di jalan Takengon-Bireun KM 76 Kampung Baru Kecamatan Timang Gajah, sedangkan FL ditangkap 4 Februari 2021 di Kampung Mekar Ayu.

Kapolres Bener Meriah melalui Kasubbag Humas Polres Bener Meriah, Iptu Jufrizal SH membenarkan penangkapan tersebut.

Keduanya ditangkap berdasarkan laporan dari masyarakat tentang seringnya transaksi narkotika jenis sabu di kawasan Kampung Baru.

Saat ditangkap dari tangan tersangka AS polisi menemukan barang bukti yang diduga narkotika jenis sabu seberat 0,96 gram, kemudian berselang seharinya saat penangkapan tersangka FL polisi juga menemukan barang bukti satu paket plastic transparan diduga berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,30 gram.

“Waktu pengeledahan terhadap tersangka AS, petugas berhasil menemukan tiga paket plastic transparan diduga berisikan narkotika jenis sabu seberat 0,96 gram. Kemudian petugas membawa tersangka berserta barang bukti ke Polres Bener Meriah guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut," kata Jufrizal.

Untuk tersangka FL ditangkap juga berawal dari informasi warga bahwasanya dikawasan tersebut sering dijadikan tempat mengkonsumsi narkoba.

Atas informasi tersebut kata Jufrizal, pihak Kepolisian langsung menuju TKP dan mengamankan satu orang tersangka FL dan sudah diamankan di Polres Bener Meriah guna proses penyidikan lebih lanjut.

Jufrizal juga menerangkan, barang bukti yang diamankan dari tangan AS diduga sabu seberat 0,96 gram, satu kaca pirek, alat penghisab sabu, dua unit HP merek mito dan vivo, dan satu unit Sepeda motor jenis Yamaha Mie warna hitam.

Sedangkan dari tangan FL polisi mengamankan barang bukti, satu paket diduga sabu seberat 0,30 gram, alat penghisap sabu, satu unit HP merek Itel dan satu unit Sepeda motor Suzuki Satria F.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...