Akibat tingginya curah hujan mengakibatkan dua unit rumah warga Kampung Lampahan Timur, Kecamatan Timah Gajah, Kabupaten Bener Meriah tertimbun tanah longsor, Jumat (15/1/2021). Selain itu, satu unit gudang yang berada di dekat rumah ikut tertimbun. Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penangulangan Bencana Daerah (BPBD) Bener Meriah, Safriadi melalui Kabid Kedaruratan, Anwar Sahdi menyampaikan, dua rumah warga yang tertimbun bagian dapurnya itu yakni rumah, Musliadi dan Muklis yang merupakan Reje Kampung Setempat.

DS Diduga Dikuburkan dalam Septic Tank

Polisi Tunggu Tim Laboratorium Forensik Ungkap Indetitas Korban

SAMSUDDINPolisi memasang police line
A A A

BENER MERIAH – Satreskrim Polres Bener Meriah dalami kasus dugaan pembunuhan DS yang diduga dilakukan oleh tersangka berinisial IS.

Mayat DS, diduga dikuburkan dalam septic tank (pembuangan kamar mandi-red) sedalam dua meter di belakang rumah tersangka IS di Kampung Pondok Gajah Kecamatan Bandar, Kabupaten Bener Meriah.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK melalaui Kasubbag Humas Polres Bener Meriah Ipda Iwan AK kepada wartawan, Senin (7/12/2020 ) mengatakan, sejauh ini pihak aparat kepolisian sedang menjaga ketat lokasi yang diduga tempat dikuburkanya jasad DS.

“Saat ini sudah dibuatkan tim untuk menjaga TKP agar tidak dirusak, diganggu atau tidak ada upaya penghilangan barang bukti oleh orang yang berkepentingan,"tegas Iwan AK.

Menurut Iwan AK, direncanakan hari Sabtu mendatang akan dilakukan pembokaran tempat penguburan jasad DS, karena masih menunggu tim Laboratrium forensik Polda Sumut dan saksi ahli dari RSUZA Banda Aceh untuk memastikan apakah mayat yang ada dalam septic tank tersebut jasadnya DS.

“Keberadaan mayat di dalam septic tank diketahui berdasarkan pengakuan dari tersangka IS yang saat ini sedang di periksa di Polres Bener Meriah,"kata Iwan AK.

Dalam kesempatan itu, Iwan AK menuturkan, dari informasi yang diterima DS telah hilang sejak 27 April 2020 namun baru pengaduan orang hilang yang diterima oleh intelkam Polsek Bandar 25 November 2020 kemudian pihak keluarga membuat laporan polisi secara resmi tanggal 27 November 2020.

Kronologianya, DS hilang diketahui setah adanya info dari masyarakat yang menyampaikan kepada Bhabinkamtibmas Polsek Bandar perihal informasi dugaan orang hilang yakni DS (44) yang berdomisili di Simpang Bahagie Kecamatan Bandar.

“16 September 2020 info tersebut dituangkan dalam dalam laporan informasi intelkam Polsek Bandar, karena DS mempunyai keluraga di Sumatra Utara kemudian Waka Polsek Bandar berupaya mencari kontak keluarga yang di Sumatra Utara untuk memastikan apakah DS ada di kampung halamannya,"katanya.

Kepada Polisi, pihak keluaraga mengkonfirmasi bahwasanya DS tidak pernah pulang ke Kampung halaman dan sudah putus komunikasi dengan keluarga sejak bulan april 2020,kemudian keluarga DS datang dari Sumatra Utara dan membuat laporan pengaduan orang hilang pada tanggal 25 November 2020 dan kemudian membuat laporan polisi pada tanggal 27 november 2020.

Selanjutnya, pihak Polsek Bandar membuat tim yang terdiri dari anggota Polsek Bandar, anggota Satreskrim, dan anggota intelkam, untuk mencari informasi lanjut tentang keberadaan DS. Dari hasil penyelidikan tim menemukan petunjuk yang mengarah kepada pelaku IS.

Kemudian, tim yang dipimpin KBO Reskrim Ipda Suci SH melakukan penangkan terhadap tersangka IS pada Jumat 4 Desember 2020. Dari hasil interogasi penyidik tersangka mengakui telah menghabisi korban DS pada 27 April 2020 lalu dirumah tersangka di kecamatan Bandar dengan cara memukul leher bagian belakang korban sebanyak 2 kali hingga korban tersungkur.

"Sebelum ditanam dalam septic tank, kepala korban sempat dimasukan kedalam baskom yang berisi air hal itu untuk memastikan korban masih bernafas atau tidak. Terhadap tersangka saat ini sudah diamankan di rutan Polres Bener Meriah,"demikian Iwan AK.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...