Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Polda Aceh Pastikan Identitas Asep Melalui Swap Buccal DNA

ISTIMEWA.
A A A

BANDA ACEH - Kepolisian Daerah Aceh melalui DVI Biddokes Polda Aceh memastikan identitas Asep dengan mengambil Sample Swab Buccal DNA dan sidik jari.

Kapolda Aceh Irjen Pol Drs Wahyu Widada MPhil melalui Kabid Dokkes Kombes Pol drg Arios Bismark DFM menyampaikan, pemeriksaan tersebut dilakukan untuk memastikan kalau Asep benar anggota polisi yang dinyatakan hilang saat Tsunami menerjang Aceh pada Tahun 2004 silam.

"Ini tetap harus kita lakukan untuk memastikan kalau yang bersangkutan benar Asep, anggota brimob yang dinyatakan hilang saat Tsunami Aceh," ucap Arios, Jumat (19/3/2021).

Selain DNA, Biddokkes Polda Aceh juga telah melakukan pemeriksaan fisik seperti tanda lahir, spesimen wajah, dan tanda lainnya yang autentik.

Sementara itu, Dirreskrimum Polda Aceh Kombes Pol Sony Sanjaya melalui Wakilnya Wahyu Kuncoro mengatakan, pihaknya juga telah melakukan pemeriksaan sidik jari untuk membantu mengetahui identitas Asep.

"Pihak kami Inafis, juga melakukan pemeriksaan sidik jari, karena itu juga merupakan bukti identitas yang kuat," tutur Wahyu Kuncoro.

Untuk diketahui, sempat viral di sosial media bahwa telah ditemukan seorang personil Polisi bernama Asep. Dulunya ia bertugas sebagai pasukan Bawah Kendali Operasi Brimob Resimen II Kedung Halang Bogor ke Polda Aceh dan bertugas sebagai Poskotis Brimob Peukan Banda Aceh tahun 2004.

Saat itu Asep masih sebagai Bhayangkara Muda dan menyemat pangkat sebagai Ajun Brigadir Polisi (Abrip).

Tsunami Aceh 2004 silam telah menyapu bersih posko tempat Asep bertugas bersama seluruh bangunan dan menelan korban hingga puluhan ribu jiwa.

Saat itulah Asep dinyatakan hilang dan sekarang ia ditemukan kembali di rumah sakit jiwa Banda Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...