Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Gagal Bentuk Fraksi

Pohon Beringin di DPRK Banda Aceh Miring ke Mana?

JAWAPOS.COMIlustrasi Partai Golkar
A A A

BANDA ACEH - Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh memiliki enam fraksi. Enam fraksi itu diantaranya; Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Fraksi Partai Demokrat.

Selain itu, Fraksi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fraksi Nasdem - PNA dan Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP)- Partai Aceh (PA).

Penetapan tersebut diambil dalam paripurna pembukaan masa persidangan I tahun sidang 2019/2020.  Paripurna tersebut mengagendakan pengumuman pembentukan fraksi - fraksi dewan, dan pengumuman penetapan usulan calon pimpinan definitif DPRK Banda Aceh masa jabatan tahun 2019-2024 , serta  penetapan peraturan tata tertib DPRK Banda Aceh, Kamis (19/9/2019).

Fraksi-frakdi di DPRK Banda Aceh

Nah, setelah enam fraksi terbentuk.  Perwakilan Partai Golkar di DPRK Banda Aceh harus memilih untuk bergabung dengan salah satu fraksi yang sudah terbentuk. Dikarenakan partai Golkar tidak mencukupi untuk membentuk satu Fraksi setelah Partai Nanggroe Aceh (PNA) menarik diri dari koalisi bersama itu. Dan memilih bergabung dengan Nasdem dengan menamakan Fraksi Nasdem -PNA.

Itu sebabnya, Partai berlambang pohon beringin (Golkar) itu gagal membentuk satu Fraksi. Memang sebelumnya, Plt sekwan DPRK Banda Aceh dalam membacakan surat-surat masuk dalam rapat Paripurna yang dipimpin oleh Ketua sementara DPRK Banda Aceh, Tati Meutia Asmara dan didampingi oleh wakil sementara Usman. Husaini (dari PNA) sempat diusulkan oleh Dewan Pimpinan Tingkat II Partai Golkar Banda Aceh dan surat dari Dewan Pimpinan Pusat PNA untuk menjadi sekretaris fraksi gabungan Partai Golkar dan PNA.

Hal serupa, Husaini juga diusulkan oleh Dewan Pimpinan Daerah Partai Nasdem Kota Banda Aceh dan  Dewan Pimpinan Wilayah Partai Nanggroe Aceh Kota Banda Aceh untuk menjadi anggota fraksi bersama Nasdem- PNA.

Zaini Yusuf dalam pidatonya menyatakan PNA bergabung dengan Nasdem di DPRK Banda Aceh

Dalam paripurna itu, Partai Nasdem dan Golkar saling mempertahankan surat yang keduanya ditandangani oleh ketua PNA Banda Aceh, Zaini Yusuf.

Pihak sekretariat DPRK Banda Aceh sempat menghadirkan Zaini Yusuf dalam paripurna penetapan fraksi-fraksi itu. Dalam pidato klarifikasinya, adik kandung Irwandi Yusuf itu dengan suara lantang menyatakan PNA memilih untuk bergabung degan Nasdem.

Atas pilihan PNA memilih bergabung dengan Nasdem di DPRK Banda Aceh, membuat partai berlambang Pohon Beringin itu kehilangan fraksi.

Dengan menarik diri, Partai Nanggroe Aceh (PNA) dari gabungan bersama itu membuat Partai berlambang pohon beringin itu "tumbang" di DPRK Banda Aceh sehingga harus menempel ke fraksi yang lain.

Akan tetapi, hingga saat ini, tiga perwakilan anggota dewan dari partai Golkar belum menentukan pilihan. Artinya mereka dipastikan masih melakukan lobi-lobi politik sampai harus kemana mareka bersandar.

Seperti diketahui, Partai Golkar hanya memperoleh tiga kursi di DPRK Banda Aceh yaitu Iskandar Mahmud, Sabri Badruddin, dan Kasumi Sulaiman.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...