Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin 4 Juli 2022 episode ke 91 Tahun ke II dengan tema: Banda Aceh Terutang, Pejabat Ramai-Ramai Pelisiran Ke Medan, Ada Apa?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

PLTMH Lawe Sikap Sedot Sumber Air PDAM Tirta Agara, Pelanggan Menjerit

Bendungan Sungai Lawe Sikap
A A A

ACEH TENGGARA - Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) yang beroperasi di Aceh Tenggara diduga menyerap sumber air dalam jumlah banyak dari sungai Lawe Sikap. Hal tersebut memicu kurangnya pasokan air untuk Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Agara.

"Sudah beberapa hari ini, air PDAM Tirta Agara mati. Saya terpaksa membeli air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari," ujar Faisal Kadrin Dube, salah seorang warga Batu Mbulan, Kecamatan Babussalam, Sabtu, 22 Mei 2021.

Informasi yang diterima Faisal, putusnya pasokan dari PDAM tersebut lantaran sumber air dari Sungai Lawe Sikap mengering. Kekeringan ini dipicu oleh kehadiran Pembangkit Listrik Tenaga Mini Hidro (PLTMH) Lawe Sikap yang juga menyedot air dari sungai tersebut.

Faisal meminta Direktur Utama PDAM Tirta Agara, Edi Sabara, untuk segera mengatasi permasalahan tersebut. Dia juga meminta PDAM Tirta Agara untuk menyurati Pemkab Aceh Tenggara dan menerangkan bahwa pasokan air dari Lawe Sikap sudah tidak bisa dialirkan lagi kepada masyarakat.

"Atau kita ajak konsumen di beberapa desa wilayah untuk melakukan aksi demo di PLTMH Lawe Sikap tersebut, sementara PDAM Tirta Agara sudah lama berdiri dibanding PLTMH," ujar Faisal yang juga ketua LSM Gepmat.

Terkait hal ini, Dirut PDAM Tirta Agara, Edi Sabara kepada acehimage.com membenarkan bahwa aliran sungai Lawe Sikap yang menjadi sumber air perusahaan itu telah mengering. Akibatnya kebutuhan air untuk PDAM tidak terpenuhi.

"Kita sudah menyurati Pemkab Agara bahkan sudah diadakan audiensi dengan pihak PLTMH yang dihadiri oleh Sekda. Namun, pihak PLTMH sampai sekarang belum mengindahkan," kata Edi.

Padahal menurut Edi, pihak PDAM Tirta Agara dan PLTMH Lawe Sikap telah menandatangani MoU kesepakatan pembagian air. Dalam MoU itu disebutkan, PDAM mendapat 40 persen air dari Sungai Lawe Sikap. Sementara PLTMH dijatahi 60 persen.

"Namun kenyataannya saat ini jalur air untuk PDAM kering, sedangkan air untuk PLTMH melimpah. Untuk sementara kita hanya meminta 20 persen saja air untuk dialirkan ke PDAM agar kebutuhan masyarakat Aceh Tenggara terpenuhi," lanjut Edi.

Sementara Humas PLTMH Lawe Sikap, Darmawan, menjawab acehimage.com mengatakan, pihaknya sudah menyiapkan dua pipa besar untuk penyaluran air ke PDAM. Perusahaan Tirta Agara kemudian diminta untuk menyambung instalasi yang disediakan tersebut.

"Tinggal menyambungkan saja, dan air yang masuk ke intek PDAM tersebut sudah disaring. Tidak ada lagi sampah maupun batu kerikil yang masuk ke intek PDAM," kata Darmawan.

Darmawan dengan penyambungan pipa tersebut mampu mengatasi kebutuhan air untuk masyarakat Aceh Tenggara. Dia bahkan optimis aliran air bakal lebih deras mengalir.

"Kalau pihak PDAM minta kepada PLTMH untuk membuka bendungan tersebut, silakan surati secara resmi pengelola PLTMH yakni PT Cinturi Abadi karena kami pun dari pihak PLTMH tidak sesuka hati aja mengalihkan air tersebut," kata Darmawan.

Darmawan juga menyebutkan PLTMH sudah membangun beronjong guna mengalihkan laju air dari Sungai Lawe Sikap untuk kebutuhan PDAM. "Namun, beronjong tersebut sudah hancur dihantam banjir bandang baru-baru ini," katanya.

Hingga petang Sabtu, wartawan acehimage.com di Aceh Tenggara mendapat informasi bahwa ribuan pelanggan PDAM Tirta Agara masih kesulitan mendapat pasokan air.

Wartawan:Salihan Beruh
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...