Israel melancarkan gempuran udara ke sejumlah sasaran militer di Jalur Gaza pada Jumat (16/4) sebagai balasan atas serangan roket yang diduga diluncurkan Hamas. Pasukan Pertahanan Israel (IDF) menyatakan bahwa sejumlah jet tempur dan helikopter serang "menghantam lokasi pembuatan senjata, terowongan penyelundupan senjata, dan pos militer Hamas." "Kami tidak akan membiarkan setiap ancaman terhadap warga sipil Israel," demikian pernyataan IDF seperti dikutip AFP.

PIM Tambah Penyaluran Kuota Pupuk untuk Petani Tahun Ini

SAID AQILKonferensi pers
A A A

LHOKSEUMAWE - PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) Melakukan penambahan penyaluran Kuota Pupuk urea bersubsidi kepada para petani di tahun 2021 dari jumlah kuota tahun sebelumnya, hal tersebut dilakukan berdasarkan SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Nomor 820/01/VI-1 tanggal 04 Januari 2021.

Hal tersebut disampaikan Dirut PT PIM Yanuar Budinorman dalam Press Conferense dengan sejumlah wartawan di komplek Pertemuan PIM Aula Teuku Umar, Rabu (24/02/2021). Dimana Provinsi Aceh mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi sebesar 76.006 ton. Penambahan alokasi pupuk urea bersubsidi tersebut sebesar 7.046 ton atau 10,21 % dibanding tahun 2020.

Pada tahun 2021 PIM Akan menyalurkan Pupuk tersebut Untuk setiap kabupaten dan Kota dengan rincian, Kabupaten Aceh Selatan 3.000 ton, Aceh Tenggara 6.073, Aceh Timur 6.500 ton, Aceh Tengah 2.100 ton, Aceh Barat 2.000 ton, Aceh Besar 8.042 ton, Pidie 8.000 ton, Aceh Utara 12.000 ton,

Sementara untuk Kabupaten Simeulue 857 ton, Aceh Singkil 1.550 ton, Bireuen 3.100 ton, Aceh Barat Daya 4.600 ton, Gayo Lues 1.500 ton, Aceh Jaya 2.100 ton, Nagan Raya 3.260 ton, Aceh Tamiang 2.305 ton, Bener Meriah 3.500 ton, Pidie Jaya 2.999 ton, kota Banda Aceh 10 ton, kota Lhokseumawe 160 ton, kota Langsa 550 ton dan Kota Subussalam 1.800 ton.

Sedangkan pada tahun sebelumnya, khusus untuk wilayah Aceh, sesuai SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh tahun 2020 No. 820/1747/VI-1 Tanggal 01 Oktober 2020 alokasi pupuk Urea bersubsidi sebesar 68.960 ton. “Jumlah alokasi juga ada peningkatan dibandingkan tahun 2019 lalu yang hanya 55.900 ton,” ungkapnya.

Secara keseluruhan, PIM telah Memiliki mandat dari pemerintah Tahun 2021 dengan menyiapkan pupuk urea bersubsidi sebanyak 460.418, untuk Penyediaan kebutuhan pupuk di Provinsi Aceh sebanyak 76.006 ton, Sumatera Utara 154.916 ton, Sumatera Barat 68.754 ton, Riau 37.572 ton, Kepri 110 ton, Jambi 30.057 ton, Kalimantan Barat 35.475 ton, Kalimantan Tengah 16.912 ton dan Kalimantan Selatan 40.616 ton.”terang Dirut PIM.

Dijelaskan Dirut, karena pada tahun 2020 dimandatkan oleh pemerintah dibangdinkan tahun 2019, Tahun 2020 lalu pihaknya diberi tanggungjawab untuk menyalurkan pupuk Urea subsidi sebesar 344.024 ton. Sedangkan untuk tahun 2019, kita hanya memperoleh alokasi sebesar 270,139 ton.

“Setelah dua kali pengajuan realokasi oleh Dinas Pertanian bertambah menjadi 271.331 ton. Artinya, terdapat penambahan alokasi sebanyak 72.693 ton. Rinciannya, Aceh sebesar 68.960 ton, Sumut 148.426 ton, Sumbar 62.001 ton, Riau 35.277 ton, Kepri 117 ton, dan Jambi 29.243 ton,” terang Yanuar.

Dalam kesempatan itu, terkait keluhan masyarakat di berbagai daerah tentang kelangkaan pupuk, Direktur Keuangan dan Umum PT PIM Rochan Syamsul Hadi menjelaskan, Perusaahn PIM Penyalurkan Pupuk Kepada Para petani sesuai dengan mandat yang diberikan oleh pemerintah. Ia juga mengakui kebutuhan Pupuk yang dilaurkan untuk petani tidak cukup dari kuota yang tersedia.

“Kita akui kuota pupuk bersubsidi untuk para petani, hanya 1/3 dari jumlah kebutuhan petani.,”terangnya.

Disamping itu ia menambahkan, menyangkut dengan mekanisme penyaluran pupuk untuk petani, Pihak PIM juga telah membentuk tim pengawasan, dari pihak perusahaan, Pemda dan Kepolisian.

“Kita juga berharap kepada media membantu PIM untuk mengontrol penyaluran Pupuk, Apabila terdapat warna Pupuk warna Pink ada penyaluran salah sasaran, untuk membantu melaporkan kepada pihak perusahaa,"pintanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...