Zikrayanti, MLIS, PhD (Cand) menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 23 September 2021 episode 10 Tahun ke II dengan tema: Terkait Vaksin Siswa, Wali Murid Minta Gubernur Pecat Kadisdik Aceh, yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Tepuk Tangan Tak Semeriah Raihan yang Dibacakan

Pidato Terakhir Ketua DPRK Banda Aceh Terkesan Tawar

AK JailaniRapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh dalam rangka pengucapan sumpah/janji anggota DPRK Banda Aceh masa jabatan 2019-2024.
A A A

BANDA ACEH – Pidato pengantar ketua DPRK Banda Aceh, Arif Fadillah pada rapat paripurna Dewan Perwakilan Rakyat Kota Banda Aceh dalam rangka pengucapan sumpah/janji anggota DPRK Banda Aceh masa jabatan 2019-2024 terkesan tawar, walaupun dalam pidato terakhirnya telah memaparkan berbagai kesuksessan baik dalam bidang pengawasan, anggaran maupun legislasi.

Pidato terakhir politisi dari partai demokrat ini tak hanya didengar oleh anggota DPRK Banda Aceh periode 2014-2019, namun para anggota DPRK terpilih dengan masa jabatan 2019-2024, Walikota dan Wakil Wali Kota Banda Aceh beserta forum forkopimda plus beserta ratusan tamu undangan turut mendengarkan langsung.

Dalam  pidatonya, ia memaparkan sejak awal masa jabatan dari tahun 2014, pihaknya telah melaksanakan berbagai agenda kegiatan, baik itu di bidang legislasi, penganggaran dan pengawasan. DPRK  Banda Aceh, kata dia juga telah melakukan rapat-rapat, baik yang bersifat internal dewan, maupun yang bersifat eksternal melalui rapat-rapat kerja dan rapat-rapat koordinasi dengan jajaran SKPK.

“Disamping itu kunjungan kerja, serta dialog komunikatif dengan berebagai kelompok masyarakat melalui serangkaian kegiatan audiensi dan kegiatan reses, guna menampung dan menyahuti aspirasi masyarakat atau konstituennya. Dibidang legislasi, DPRK Banda Aceh telah ikut serta melahirkan beberapa Perda atau Qanun, yang mengatur tata kelola pemerintahan yang baik, transparan dan akuntabel,” papar Arif.

Para tamu undangan yang terisi penuh dilantai lima gedung DPRK Banda Aceh terlihat santai dalam mendengar pemaparan berbagai kesuksesan kinerja anggota DPRK Banda Aceh periode 2014-2019. Tak hanya dalam gedung, para tamu undangan juga bisa menyaksikan langsung lewat TV monitor diluar gedung yang disediakan oleh pihak sekretariat DPRK.

Hingga teks pidato yang dibacakan oleh ketua DPRK Banda Aceh Arif Fadillah hampir (habis) para tamu undangan terlihat hanya menoton dalam menyaksikan pidato terakhir pimpinan DPRK tersebut. Memang ada beberapa tamu undangan yang memberi tepukan tangan.  Akan tetapi tak semeriah raihan yang dibacakan.

Para tamu undangan itu, tak hanya terdiri dari keluarga ataupun sejawat anggota DPRK masa jabatan 2019-2024 saja, dari manyoritas tamu undangan itu ada dari unsur SKPK, serta Perwakilan Partai Politik.

Pemaparan dia tentu mewakili seluruh anggota DPRK Banda Aceh periode 2014-2019. Disana dia menyebutkan dari hasil pelaksanaan kegiatan dewan masa jabatan tahun 2014 – 2019, dalam menjalankan fungsi dan tugas kewenangannya, telah menghasilkan produk keputusan DPRK, dengan rincian; keputusan DPRK sebanyak 69 keputusan.

“Meliputi persetujuan rancangan qanun sebanyak 32  keputusan. Persetujuan non rancangan qanun sebanyak 37 keputusan. Keputusan pimpinan DPRK sebanyak 60  keputusan,” papar pimpinan DPRK Banda Aceh ini.

Pidato terus berlanjut, sebahagian tamu undangan asyik berswa foto dengan teman-teman disampingnya, ada yang sebagian meminta bantu kepada tamu dibarisan lainnya untuk memotret mareka dengan menggunakan HP Pintar (Smarphone) milik pribadinya masing-masing, umumnya itu terjadi dilantai paling atas.

Arif yang saat itu masih berpidato memaparkan bidang penganggaran (butgetting), dalam rangka pemenuhan kebutuhan daerah, serta peningkatan pendapatan asli daerah (PAD).

“Pada awal kami bertugas, PAD kota Banda Aceh baru tercapai 155,97 milyar, tapi sekarang sudah mencapai angka 289,78 milyar. DPRK masa jabatan 2014 – 2019 juga mencatat prestasi gemilang dalam hal pengesahan APBK. Selama kurun 5 (lima) tahun saya memimpin lembaga ini, kita selalu tepat waktu dalam hal pengesahan APBK murni dan APBK perubahan, sehingga DPRK turut berperan untuk meraih penghargaan wajar tanpa pengecualian (WTP) yang bagi kota banda aceh sudah 11 (sebelas) tahun berturut-turut,”terang politisi Partai Demokrat tersebut.

Tak ketinggalan, Ketua DPRK Banda Aceh dalam pidatonya turut membacakan dibidang pengawasan (controlling), DPRK Banda Aceh, kata dia, juga telah berperan aktif dalam mengawasi jalannya roda pemerintahan dan pembangunan di kota Banda Aceh. Hal tersebut bisa dilihat dari seringnya dilakukan monitoring atau kunjungan kerja lapangan, baik yang dilakukan oleh komisi-komisi dewan maupun oleh pansus-pansus dewan, terutama pada saat berlangsungnya pembahasan pertanggung- jawaban pelaksanaan APBK Banda Aceh setiap tahunnya.

“Terkait penyerapan aspirasi masyarakat atau konstituennya, DPRK Banda Aceh, sesuai dengan ketentuan yang ada, telah melaksanakan kegiatan reses sebanyak 3 (tiga) kali setiap tahun, kecuali tahun terakhir masa keanggotaannya yang hanya cuma 2 (dua) kali. disamping itu, DPRK Banda Aceh juga sering menerima audiensi, baik melalui lembaga profesi, lembaga kemahasiswaan maupun organisasi kemasyarakatan lainnya,” ungkapnya dalam pidato terakhir dimasa jabatan sebagai wakil rakyat Kota Banda Aceh.

Pidatonya berakhir, ruangan kembali riuh ketika nama-nama anggota DPRK Banda Aceh masa jabatan 2019-2024 dipanggil satu persatu menuju ke depan tempat berdirinya wakil rakyat tesebut guna diambil sumpah janji. Kala itu sumpah janji dipandu oleh ketua Pengadilan Negeri Kota Banda Aceh. Para tamu undangan terlihat saling mengabadikan momen itu dari lantai atas, kecuali mareka para juru foto yang bisa memotret dari jarak dekat.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...