Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Bentuk Protes

Petani Serahkan Tomat Kepada Kadis Perindag Aceh

SamsuddinKetua APSBM serahkan tomat kepada Kadis Perindag Aceh
A A A

BENER MERIAH – Sebagai bentuk protes terhadap pernyataan Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Aceh, Ir Mohd Tanwir disalah satu media yang menyebutkan tomat Bener Meriah kurang berkualitas dan cepat busuk, sejumlah petani menyerahkan tomat kepada Kadis Perindag Aceh.

Pantauan acehimage.com, disela-sela acara perlepasan  ekspor kopi dari Koperasi Permata Gayo ke USA, Kadis Perindang Aceh menemui sejumlah petani yang telah menungunya di jalan jalur dua, Ujung Gele, Kecamatan Bukit tepatnya di depan Gudang Koperasi Permata Gayo. Sabtu, 14 Agustus 2021.

Secara bergantian, perwakilan petani tomat Bener Meriah menyerahkan buah tomat yang sudah di bungkus dalam plastik warna transparan.

Saat menyerahkan tomat tersebut, Sabardi, petani sekaligus Ketua Asosiasi Pedagang Sayur Bener Meriah (APSBM) kepada Ir Mohd Tanwir menyampaikan, “Tomat ini kami berikan untuk oleh-oleh yang bapak sebutkan kemarin tomat Gayo yang  asam, cepat busuk, dan tidak berkualitas, ini untuk oleh-oleh sayur bapak dirumah,” kata Sabardi.

Sabardi menambahkan, bahwa selama ini yang memberikan Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah petani dan kebanyakan dari hortikultura dan palawija. Jelasnya.

Sedangkan Muhamaddinsyah menegaskan, pernyataan Kadis Perindag Aceh telah melukai hati petani tomat di Bener Meriah, notabennya akan panen dalam beberapa bulan ini. “Pernyataan bapak yang mengatakan tomat Gayo asam dan lain sebagainya, ini telah dimanfaatkan segelintir pihak untuk menurunkan harga tomat disini,” ujar Muhamaddinsyah.

Muhamaddin mengatakan, seharusnya Disperindag Aceh melakukan penelitian di Bener Meriah sehingga dapat membantu petani tomat mencegah terjadinya seperti apa yang telah disampaikan Kadis Perindag Aceh.

Petani tomat lainya, Jus Alam Rizki, meminta Kadis Perindag Aceh meminta maaf kepada petani tomat Bener Meriah. Begitu juga Sadra Munawar menegaskan, sebenarnya selaku orang Kadis Perindag Aceh bapak harus bertangungjawab sepenuhnya dengan kegiatan petani, karena mau tidak mau ini adalah penyambung hajat hidup petani.

Sementara itu, Kadis Perindag Aceh, Ir Mohd Tanwir kepada acehimage.com menyampaikan, polemik yang terjadi ditengah-tengah petani tomat Bener Meriah atas pernyaannya di media itu terjadi hanya miskomunikasi.

“Sebenarnya apa yang terjadi beberapa hari ini adalah miskomunikasi dalam membaca berita, karena meraka tidak mendapatkan berita dari saya seutuhnya, jadi yang dibaca itu hanya sepotong dari apa yang saya sampaikan oleh orang lain," kata Tanwir.

Tanwir menuturkan, pengertian tomat Bener Meriah yang rasanya lebih asam, dan cepat layu yang disampaikan dalam sebuah diskusi bukan maksudnya tidak berkualitas, jadi yang saya sampaikan tomat kita itu karektristinya ada ia memang seperti itu dan itu sebenarnya adalah salah satu keunggulan buat kita.

“Karena, kita tidak mengunakan pestisida yang terlalu berlebihan, kalau mau dibuat sama seperti yang lain kita harus begitu karena ada imbas yang lain sebab kita yang utama adalah kopi," ujarnya

“Kopi saja tanpa kita pake pestisida ditempat lain sudah berimas terhadap pestisida yang sampai hari ini kita bermasalah dengan ekspor eropa.” tambah Tanwir

Ia menerangkan, pada perinsipnya yang lebih menariknya lagi adalah, tata kelola dari penjualan tomat ini masih belum baik, baik penganggaran, ekspedisi  dan lainya jadi disini yang diperlukan penataan ulang.

Kita juga bersedia jika mereka berharap adanya pelatihan-pelatihan untuk tomat dengan spesifikasi yang tidak cepat layu, yakni dengan di packing (dikemas) dengan bagus tentu akan menambah daya tahan tomat tidak cepat layu. Jelas Tanwir

Ditegaskan Tanwir, tidak ada dalam niat dirinya  untuk menjelekan tomat yang ada di Aceh Tengah dan Bener Meriah terhadap pasar, justru kita mau jadikan itu hal yang menguntungkan buat kita. Ungkap Kadis Perindang Aceh itu. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...