Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Aceh, Safaruddin, SH, MH kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 11 Desember 2023 episode ke 33 Tahun ke IV dengan tema: YARA Desak Pemerintah Aceh Tampung Rohingya, Kenapa Masyarakat Menolak? yang dipandu oleh host Irhamni Malika Jangan lupa like share comment and subscribe.

PETA Aceh Barat Lantik 100 Pengurs Baru

SITI AISYAHPelantikan pengurus PETA Aceh Barat
A A A

ACEH BARAT - Seratusan pengurus dan anggota Front Pembela Tanah Air (PETA) Aceh Barat yang sudah dilatih selama 3 hari akhirnya dilantik. Pelantikan pengurus PETA 2019 diharapkan mampu menjadi tameng dalam mempertahankan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ketua Front PETA Aceh Barat, yang juga Sektaris Jendral PETA Aceh, Amiruddin mengatakan kehadiran ormas tersebut salah satunya untuk melawan kelompok-kelompok radikalisme yang ada di Indonesia, Aceh khususnya.

Dikatakannya, saat ini Indonesia tidak terlepas dari gangguan kelompok-kelompok radikalisme yang ingin sekali mengganggu keutuhan negara. Dilihat dari kondisi itu, kata dia, sudah sepantasnya kehadiran PETA menjadi tameng dari ancaman kelompok-kelompok yang ingin merong-rong Negara.

“Seharusnya kita malah sudah wajib militer jika melihat kondisi negara. Namun negara kita tidak memberlakukan itu, dan kita hadir untuk bela negara,” kata Amiruddin, kepada wartawan usai pelantikan anggota PETA Aceh Barat, di gedung Gelangan Olahraga dan Seni (Gos) setempat. Senin, (9/10/2019).

Dikatakannya, meski marak hadirnya kelompok radikalisme yang mengancam keutuhan NKRI terus terjadi, namun kata dia untuk Aceh saat ini dalam kondisi aman dan jauh dari bau radikalisme, apalagi saat ini Aceh telah damai.

Melihat situasi dan kondisi Aceh yang aman, kata dia, maka untuk Aceh, khususnya Aceh Barat kata dia perang yang sangat berat adalah perang ekonomi.

“Anak-anak PETA ini nanti akan kita didik dan kita bimbing dalam memperkuat ekonomi, sehingga memiliki kemapanan dan membawa Aceh lepas dari kemiskinan. Kita juga akan didik mereka agar menjadi wira usaha, selain menjadi pelopor anti radikalisme dan anti narkoba, agar kehadiran PETA bisa menjadi ujung tombak menciptakan pemuda kreatif dan inovatif,” jelasnya.

Menurutnya, saat ini situasi perang ekonomi sedang terjadi dan situasi ini merupakan situasi yang lebih besar perhatiannya bagi organisasi tersebut, lantaran membangun ekonomi juga menjadi bagian dari membela tanah air.

Sementara itu Komandan Komando Distrik Militer (Kodim) 0105 Aceh Barat, Letnan Kolonel Inf Nurul Diyanto mengatakan, PETA merupakan salah satu sayap bela negara.

Menurut Nurul, PETA merupakan organisasi yang telah terbentuk jauh sebelum Indonesia merdeka. Dan kehadiran mereka masa lampau tidak lepas dari semangat membela tanah air.

“Namanya sudah jelas pembela tanah air. Jadi ya mereka merupakan salah satu kelompok bela negera, dan mereka terbentuk dari pemuda-pemuda yang pernah mengikrarkan sumpahnya atau lewat sumpah pemuda pada masa perjuangan,” kata Dandim.

Sebagai organisasi bela tanah air, kata dia, pihaknya akan terus melatih dan membina serta memberikan wawasan kebangsaan bagi kelompok itu, agar semangat bela negara semakin tinggi. Peran relawan PETA sendiri, kata dia, memperkuat perang semesta di Indonesia ketika negara dalam keadaan genting dan bahaya ketika ada ancaman terhadap Negara.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...