Seorang pasien berstatus dalam pengawasan (PD) berinisial M (60), warga sebuah desa di Kabupaten Aceh Barat, meninggal dunia dalam perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sultan Iskandar Muda, Kabupaten Nagan Raya, Aceh. Pasien perempuan ini meninggal dunia setelah menjalani perawatan medis sejak awal Juli lalu, setelah dirujuk dari RSUD Cut Nyak Dhien Meulaboh, Kabupaten Aceh Barat pada Jumat (3/7) sore jelang petang.

Tingkatkan Kesadaran

Pertamina Lakukan Kampanye Permalukan Konsumen 

HT ANWAR IBRAHIMkampanye bertajuk #Malu Antri Premium
A A A

BANDA ACEH - Untuk mengkampanyekan agar pemilik mobil mobil tertentu tidak menggunakan  premium. Pihak pertamina membuat sejumlah Tema kampanye, ada yang menggelitik sekaligus juga mempermalukan masyarakat konsumen.

Lihat saja tema ini misalnya, "Mobil Mewah Pakai Premium? Jangan Lupa Pakai Topeng!”.

Nah, menurut Sales Area Manager (SAM) Provinsi Aceh Pertamina Marketing Operation Region (MOR) I, Ferry dalam rilisnya kepada acehimage.com, Rabu 23 Oktober 2019 disebutkan, narasi ini salah satu narasi menggelitik kampanye terbaru di SPBU Pertamina.

Begitu juga isi kampanye bertajuk #Malu Antri Premium, dikhususkan untuk kendaraan yang sebenarnya tidak sesuai menggunakan Premium.

“Kampanye #MaluAntriPremium kami khususkan di SPBU-SPBU Aceh agar kendaraan keluaran terbaru tergerak untuk beralih dari Premium.

"Kampanye itu semua dikemas dalam papan iklan unik anti mainstream yang kami pasang di SPBU khususnya jalur Premium,” ujarnya.

Yang menjadi pertanyaan, apakah isi kampanye itu bukan cuma menggelitik, tapi juga penghinaan. Karena setiap konsumen punya hak yang sama, kecuali ada aturan bahwa orang yang memakai mobil jenis A boleh pakai premium dan mobil jenis B tidak boleh.

Namun Ferry mengatakan alasannya kenapa tercetusnya ide kampanye yang dinilainya kreatif ini.

Menurutnya itu akibat banyaknya antrian Premium di SPBU khususnya di Wilayah Aceh.

"Saat ini, antrian Premium didominasi oleh kendaraan keluaran terbaru, yang jelas-jelas tidak cocok menggunakan Premium," katanya.

Kalau demikian, siapa yang menentukan cocok tidaknya penggunaan premium, pihak pertamina atau konsumen pemilik mobil?

Ferry menjelaskan bahwa premium adalah bahan bakar bensin dengan Research Octane Number (RON) 88. Premium hanya dapat digunakan kendaraan dengan pembakaran rendah.

"Nah, bila mobil dengan mesin-mesin pintar yang membutuhkan pembakaran tinggi dipaksakan dengan RON 88, maka akan menyebabkan kerusakan mesin. Karena pembakaran bahan bakar tidak maksimal," ungkapnya.

Selain itu, Premium mengeluarkan emisi gas karbon yang lebih besar. Emisi gas karbon yang tinggi menyebabkan polusi udara yang berbahaya bila dihirup oleh masyarakat. Utamanya bagi anak bayi, balita dan manula.

Penjelasan Ferry tersebut juga muncul pertanyaan, sejauhman keseriusan dan efetifitas pihak pertamina mensosialisasikan kondisi premium kepada masyarakat konsumen sehingga mareka menjadi faham.

Menggapi hal itu Ferry mengatakan "Kami menyediakan BBM berkualitas Pertamax bagi kendaraan-kendaraan masa kini," katanya.

Pertamax kata Ferry, lebih unggul karena jarak tempuh lebih jauh. Berdasarkan tes yang dilakukan, 1 liter Premium dapat menempuh sejauh 11 kilometer.

"Sedangkan untuk 1 liter Pertamax dapat menempuh 14 kilometer," terang Ferry.

Fery menambahkan, kedepannya program #MaluAntriPremium akan ditambahkan dengan Malu Antri Premium Challenge. Pelanggan dapat mengikuti kompetisi yang diadakan di media sosial. Hadiah menarik pun menanti untuk pelanggan yang mengikuti kompetisi ini.

Hingga September 2019, konsumsi Premium di Aceh mencapai hampir 141 ribu KL. Sedangkan untuk konsumsi Pertamax sebanyak lebih dari 58 ribu KL.

“Ke depannya, diharapkan masyarakat khususnya di Aceh memiliki kesadaran penuh untuk menggunakan bahan bakar sesuai dengan peruntukan mesin.

Bila sesuai peruntukan mesin, maka mesin kendaraan pun akan awet dan dapat digunakan untuk jangka panjang,” tutup Ferry.

Peluncuran kampanye #MaluAntriPremium juga dihadiri oleh Kepala Sub Bagian Umum Dinas ESDM Aceh, Taufik.

Taufik mengungkap siap mendukung penuh kampanye ini.

“Saya sendiri setia menggunakan Pertamax sejak tahun 2013 dan mobil saya pun awet dan tidak pernah masuk bengkel. Kami dari ESDM Aceh siap mendorong masyarakat Aceh untuk move on dari Premium ke Pertamax,” kata Taufik

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...