Warga Kota Banda Aceh, Yulindawati, kembali menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 7 Juli 2022 episode ke 92 Tahun ke II dengan tema: DPRK Banda Aceh Terima LPJ Walikota, Pansus Utang Bubar?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Peringati Harganas Ke-29 DP3AKB Bener Meriah Gelar Sunat Massal

IstProses sunat massal dalam acara peringatan Harganas ke 29 tahun 2022
A A A

ACEHIMAGE.COM – Peringati Hari Keluarga Nasional (Harganas ) ke-29, manunggal KB Kesehatan tahun 2022, dan HUT Ikatan Bidan Indonesia (IBI ) ke 71, Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB ) Bener Meriah menggelar sunat massal. Selain itu, melaksanakan event nasional yaitu pelayanan sejuta akseptor.

Peringatan Harganas ke 29 tahun 2022 tersebut berlangsung di Puskesmas Teritit, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah dengan mengambil tema “Ayo cegah stunting agar keluarga bebas stunting,”. Rabu, 15 Juni 2022.

Kepala Dinas DP3AKB Bener Meriah, Susnaini melalui Kabid Keluarga Berencana, Ketahanan dan Keluarga Sejahtera, Yulita Anggraini SKM Mkes kepada acehimage.com menyampaikan, kegiatan hari ini adalah menyambut hari keluarga nasional (Harganas )ke 29, manunggal KB, dan HUT IBI ke 71.

Harganas dibentuk, kata Yuli, sebagai peringatan kepada masyarakat Indonesia akan pentingnya keluarga. Keluarga dianggap memiliki peran besar sebagai upaya memperkuat ketahanan nasional dalam mewujudkan persatuan dan kesatuan bangsa.

Ia menjelaskan, adapun rangkaian acara dalam memperingati Harganas tahun ini diantaranya, sunat massal dan kegiatan event nasional yaitu pelayanan sejuta akseptor. “Untuk sunat massal sasaran kita sebanyak 30 orang, sedangkan pelayanan sejuta akseptor target kita 2000 akseptor,”ungkapnya.

Harganas tahun ini, Provinsi Aceh memberikan target kepada Bener Meriah dengan rincian sebagai berikut, untuk IUD 112 akseptor, MOW 4 akseptor, Implant 519 akseptor, Suntikan 426 akseptor, Pil 622 akseptor, Kondom 333 akseptor total sasaran  yang di targetkan provinsi sebanyak 2016. Jelasnya.

Agar raihan prestasi dapat terulang seperti tahun sebelumnya yaitu terbaik se Aceh, DP3AKB Bener Meriah sudah melakukan beberapa langkah koordinasi dengan beberapa lintas sektor diantaranya, mengerahkan seluruh petugas di lapangan seperti PKB,PLKB,PPKBD dan sub untuk melaksanakan tugas dan fungsi sesuai kegiatan yang kita lakukan.

Selain itu, bekerjasama dengan dokter rumah sakit, dan seluruh bidan yang ada di semua Desa (Kampung), Kecamatan, dan tingkat Kabupaten untuk melakukan pelayanan dengan berbagai macam alat kontrasepsi.

“Kita juga berkoordinasi dengan seluruh faskes, mendistribusikan obat ke semua faskes pemberi pelayanan KB. Serta bekerjasama dengan Kodim 0119, Polres Bener Meriah dalam mencari akseptor KB dan sasaran sunat massal,”terangnya.

Strategi lainnya untuk mempertahankan kesuksesan yang didapat dua tahun lalu, kita melakukan door to door untuk pasien pasca salin,  semua PTKB yang ada di lapangan dilibatkan untuk mengejar sejuta akseptor yang memakai Pil sama Kondom.

“Intinya kita berharap Harganas tahun ini kita dapat mengukir prestasi terbaik seperti sebelumnya,”tegasnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Bener Meriah, Dailami meminta tim pendamping keluarga yang telah di bentuk di Kabupaten Bener Meriah untuk dapat aktif membantu Pemerintah dalam menurunkan kasus Stunting di kabupaten tersebut.

"Tim ini dibentuk mulai dari tingkat Kabupaten, Kecamatan, dan Desa. Tim ini juga sudah membuat komitmen dalam usaha percepatan penurunan Stunting di Kabupaten Bener Meriah yang dilaksanakan oleh beberapa lintas sektor terkait,"terang Dailami.

Ia juga menjelaskan, tim pendamping keluarga setiap Desa sudah ada, terdiri dari para bidan, ibu PKK dan kader Keluarga Berencana yang saat ini berjumlah sekitar 960 orang tersebar di wilayah Kabupaten Bener Meriah.

"Untuk itu, melalui momentum peringatan Harganas ke-29, manunggal KB dan HUT IBI ini, saya harapkan kepada Tim TPK agar dapat membantu dalam upaya penurunan Stunting yang bisa dilakukan melalui  intervensi dari hulu. Kami harapkan pula agar Tim TPK dapat memberikan data yang valid yang bisa kita jadikan sebagai bahan acuan dan ujung tombak penurunan Stunting di wilayah kita ini," pungkas Dailami.[]

Komentar

Loading...