Perampokan di Aceh Timur Ternyata Rekayasa

ISTIMEWAPolisi dan TNI mengevakuasi pria yang ditemukan dibawah jembatan tepatnya di pinggir Sungai Alue Nireh, Gampong Seunebok Pidie, Kecamatan Peureulak Kabupaten Aceh Timur, Selasa (17/3/2020)
A A A

ACEH TIMUR- Kepolisian Resor Aceh Timur, menyelidiki kasus dugaan perampokan disertai penyekapan terhadap KM, (24 Tahun), warga Gampong Alue Dalam, Kecamatan Darul Aman yang ditemukan oleh warga di pinggir sungai jembatan Gampong Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur dengan tangan dalam kondisi terikat, pada Selasa, (17/03/2020) siang.

Usai melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta meminta keterangan saksi dan korban, polisi menyimpulkan perampokan yang dibarengi penyekapan itu adalah sebuah rekayasa semata.

KM nekat melakukan rekayasa kasus tersebut karena kebutuhan ekonomi, yang mana ia akan menikah pada bulan Maret ini dengan tunangannya warga Peudawa, sedangkan persiapan belum ada, hanya saja ia sudah memberikan emas sebagai tanda ikatan sebesar dua mayam dari 13 mayam yang sudah disepakati saat tunangan pada bulan Juni 2019 silam. Hal tersebut disampaikan oleh Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko SIP SIK, Kamis, (19/03/2020).

Lebih lanjut Kasat Reskrim mengatakan, berdasarkan pengakuan awal KM kepada petugas, kejadian ini bermula pada Minggu, 15/03/2020 sekira pukul 23.00 WIB, KM menunggu bus di simpang Gampong Sungai Pauh, Langsa tujuan hendak pulang ke rumahnya di Idi Cut (Darul Aman).

Tiba-tiba datang satu unit mobil jenis Honda Jazz ada sekitar enam orang keluar dari mobil langsung turun dan menghampiri KM dan menanyakan kepadanya "apa isi di dalam tas kau," KM menjawab "hanya baju saja". Memperoleh jawaban KM pelaku langsung memukul bagian belakang kepala sambil menyeret ke dalam mobil dan menutup muka KM hingga pingsan.

Pada saat KM sadar sudah berada di pinggir sungai dengan tangan terikat tali di samping jembatan Alue Nireh, Kecamatan Peureulak Timur ditemukan oleh masyarakat yang lagi memancing. Warga kemudian melaporkan ke Polsek Peureulak Timur kemudian dibawa ke Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak untuk mendapatkan pertolongan. Berdasarkan keteranganya KM mengaku kehilangan uang sebesar Rp.11.000.000,00 dan emas delapan mayam.

Dari keterangan KM tersebut, Polres Aceh Timur membentuk Timsus yang terdiri anggota Opsnal Satintelkam, Satreskrim dan Satresnarkoba melakukan penyelidikan dari TKP awal di wilayah hokum Polres Langsa sambil menggali keterangan KM juga hasil pemeriksaan dokter Rumah Sakit Sultan Abdul Aziz Syah Peureulak dikarenakan dari keterangan dokter tidak diketemukanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh KM.

Alhasil KM mengakui bahwa kejadian tersebut hanya rekayasa dan kembali KM memberikan keterangan bahwa dirinya keluar dari rumah kontrakan milik Wak Lan yang berlokasi di Kuala Langsa pada Minggu, 15/03/2020 sekira pukul 23.00 WIB bahkan ia meminjam uang sebesar Rp. 1.000.000,00 kepada Wahyu (anak Wak Lan) dengan alasan untuk biaya pulang ke rumah sekaligus mengatarkanya ke Simpang Empat Kuala Langsa dengan alasan akan pulang ke Banda Aceh.

Karena KM dari awal mengaku tinggal di Banda Aceh bukan di Idi Cut. Setelah Wahyu pergi, KM naik becak ia menuju ke Lapangan Merdeka, Kota Langsa sebelum sampai ke Lapangan Merdeka, KM menjumpai Tengku Kudri untuk membayar hutang sebesar Rp. 700.000,00. Sehari semalam KM berada di Mushola Bambu Runcing sambi memikirkan perihal sudah dekatnya jatuh tempo untuk menikah.

Kemudian pada hari Senin 16/03/2020 malam KM menuju Simpang Komodor dengan maksud mencari kendaraan untuk pulang ke Idi Cut. Namun niatnya diurungkan, karena KM kepikiran jadwal nikah, akhirnya KM memutuskan turun di Mesjid Alue Nireh.

Pada saat di mesjid KM mulai terpikirkan untuk membuat rekayasa seolah-olah ia menjadi korban perampokan dengan kekerasan, harapanya keluarga calon istri merasa iba dan memberikan tempo waktu lagi untuk pelaksanaan pernikahan.

KM memutuskan menginap lagi di mesjid tersebut dan pada Selasa 17/03/2020 dini hari, KM berjumpa dengan warga yang baru selesai melaksanakan sholat. Warga tadi menanyakan tujuan KM dan dijawabnya akan memancing di Alur Sungai Aleu Nireh kemudian KM meminta tumpangan untuk ikut ke Alur Sungai Alue Nireh.

"Sesampainya di Alur Sungai Alue Nireh, KM duduk di Cafe Alni yang berada di pinggir sungai itu, kemudian sekira pukul 08.00 WIB, KM turun ke sungai kemudian berguling-guling di lumpur saat itu ia menemukan seutas tali lantas mengikat tangannya sendiri. Usai terikat ia teriak meminta pertolongan hingga akhirnya diketemukan warga," jelas AKP Dwi Arys Purwoko.

Menurut Kasat Reskrim, dari awal pihaknya mencurigai keterangan yang disampaikan KM dimana saat memberikan keterangan KM berbelit-belit serta menemukan sejumlah kejanggalan lainnya.

"Setelah diperiksa lebih lanjut, KM pun mengaku bahwasanya keterangan sebelumnya yang menyatakan bahwa telah dirampas uang sebesar Rp. 11.000.000,00 dan emas delapan mayam itu tidak ada, hanya rekayasa KM.” tegas Kasat Reskrim Polres Aceh Timur AKP Dwi Arys Purwoko.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...