Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Penyidik Kejati Aceh Terima Tersangka Korupsi Jembatan Simeulue

ISTIMEWAKejaksaan menahan tersangka tindak pidana korupsi proyek pemeliharaan jalan dan jembatan di Kabupaten Simeulue
A A A

BANDA ACEH - Tim Kejaksa Tinggi Aceh terima pelimpahan tersangka dan barang bukti (BB) kasus dugaan korupsi kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Simeulue TA. 2017

"Hari ini jum'at tim jaksa penyidik Kejaksaan Tinggi Aceh menerima pelimpahan tersangka dan barang bukti (tahap II) dengan pengembalian kerugian keuangan negara sebesar Rp1.416.000.000, dalam perkara dugaan korupsi kegiatan pemeliharaan jalan dan jembatan pada Dinas PUPR Kabupaten Simeulue yang anggarannya bersumber dari dana APBK Kabupaten Simeulue TA. 2017 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 10.790.000.000," ungkap Munawal Hadi, Jumat, (29/1/2021).

Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh itu mengatakan, berdasarkan hasil audit BPKP Perwakilan Provinsi Aceh bahwa tindakan oknum tersebut telah mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp. 5.710.978.707.13,- (lima milyar tujuh ratus sepuluh juta sembilan ratus tujuh puluh delapan ribu tujuh ratus tujuh rupiah tiga belas sen).

Adapun tersangka yang diterima tim penyidik dalam pelimpahan tahap II ini sebanyak 5 orang yaitu AL, AH, IW, DA dan BF dan kelimanya diancam pidana dalam Pasal 2 jo Pasal 3 jo Pasal 18 ayat (1) huruf a, b, ayat (2) dan ayat (3) Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 Tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dengan Undang- Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHPidana.

Untuk saat ini para tersangka telah ditahan di Rutan kelas IIB kajhu, Kabupaten Aceh Besar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...