Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Patut Dijadikan Inspirasi

Penjual Siomay di Aceh Timur Daftar Haji Pakai Uang Koin

ISTIMEWAPetugas penerima pendaftaran jamaah haji yang dibantu dua orang Staf Bank Muamalat Langsa menghitung uang receh sebanyak Rp5 juta. Senin (24/8/2020)
A A A

ACEH TIMUR- Tekad Siti Maftuhah (37) patut menjadi inspirasi, penjual siomay ini mendaftarkan haji dengan mengumpulkan uang koin selama dua tahun.

Senin (24/8/2020), Siti yang didampingi suaminya resmi mendaftar haji dengan menggunakan uang logam sudah terkumpul tersebut. Siti merupakan Warga Kampung Akoja, Kecamatan Alue Ie Mirah, Aceh Timur.

“Uang ini hasil nyelengi (nabung) selama dua tahun. Hari ini, uangnya saya gunakan untuk daftar haji,"ujar Siti seraya mengatakan dia menjual somay bersama suaminya.

Selama menjual Somay, kebiasaan menabung uang koin (logam) di dalam kertas plastik berwarna putih dengan ukuran 1,5 Kg, uang logam yang disimpan dengan pecahan Rp1.000.

Petugas pendaftaran haji yang dibantu dua orang Staf Bank Muamalat langsa butuh waktu cukup lama untuk menghitung uang koin ini.

"Setelah dihitung hampir empat jam, uang koin itu jumlahnya sebanyak Rp5 juta, uang yang dibawa Siti Maftuhah jumlah keseluruhannya Rp25 juta dan sudah mencukupi untuk biaya setoran awal pendaftaran haji",kata Kepala Kantor Kemenag Aceh Timur H Salman.

H Salman yang pada saat itu sedang bersama kasubbag TU H Akly mengapresiasi apa yang dilakukan Siti Maftuhah dan Suaminya Nurkhalis.

Dia berharap, apa yang dilakukan Siti bisa menjadi inspirasi bagi warga lainnya. Terutama, pada generasi muda dan ini merupakan sejarah pertama ada Jamaah Haji Aceh Timur yang mendaftar memakai uang Receh.

"Pelajaran yang bisa diambil adalah, dengan semangat yang kuat maka sebuah cita-cita dapat terwujud. Tidak ada yang mustahil jika didasari keinginan dan disertai doa,"ujarnya.

Dalam Kesempatan yang sama Pelaksana Tugas (Plt) Peyelenggara Haji dan umrah (PHU) Abi Asyari meyampaikan yang patut diapresiasi itu semangatnya menabung.

"Hari ini ke sini bersama suami untuk mendaftar Haji dengan (uang receh) pakai ransel dan diperkirakan Ibu Siti harus menunggu sekitar 30 tahun lagi untuk berangkat ke Tanah Suci,"tutup Asyari.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...