Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Penjelasan TNI Soal Penghapusan Tes Keperawanan Calon Kowad-Istri Prajurit

ilustrasi -Kowad
A A A

Jakarta - Kepala Pusat Kesehatan TNI AD (Kapuskes AD) Mayjen TNI dr Budiman menyampaikan penghapusan tes keperawanan calon Komando Wanita Angkatan Darat (Kowad) telah dituangkan dalam dokumen Petunjuk Teknis (Juknis) Pemeriksaan Kesehatan Badan TNI AD Nomor B/1372/VI/2021. Juknis terbaru itu diterbitkan 14 Juni lalu.

"Penyempurnaan materi uji sebetulnya tidak hanya revisi pada pemeriksaan organ genetalia wanita saja, akan tetapi dilakukan perubahan-perubahan pada unsur keadaan umum keseluruhan, (yaitu) anggota tubuh gerak atas, anggota gerak bawah, pendengaran, penglihatan, dan jiwa. Kebetulan memang yang sedang mencuat adalah tentang pemeriksaan hymen (selaput darah)," kata Budiman dalam diskusi daring yang digelar Change.org, Rabu (1/9/2021).

"Penyempurnaan juknis terkait ini sudah dituangkan dalam penyempurnaan Juknis Pemeriksaan Kesehatan Badan TNI AD Nomor B/1372/VI/2021 tanggal 14 Juni 2021. Ini referensi yang terbaru. Sesuai dinamika perubahan yang terjadi, hymen atau selaput darah tidak lagi menjadi tujuan pemeriksaan uji badan personel TNI AD," jelas Budiman.

Budiman menyebutkan penghapusan tes keperawanan juga diberlakukan oleh TNI. "TNI pun sudah menyesuaikan. Kapuskes TNI Mayjen TNI dr Tugas juga sudah mengumpulkan semua untuk melakukan revisi," ucap Budiman.

Tak hanya meniadakan tahap pemeriksaan hymen, bahkan kata 'hymen' pun turut dihapus dari formulir pemeriksaan uji badan. Budiman menyebut pemeriksaan organ vital perempuan tak lagi bertujuan untuk mengecek hymen, melainkan untuk memastikan tak ada masalah kesehatan yang berbahaya.

"Bahkan kata-kata hymen atau selaput darah dihilangkan dalam form Pemeriksaan Uji Badan, kecuali jika ada kelainan di mana wanita memiliki hymen tapi tidak ada lubangnya, memang jarang-jarang terjadi. Tapi ini apabila ditemukan itu, darah menstruasi akan menumpuk di situ dan harus ditolong. Hanya itu saja, itu pun kalau ditemukan," terang Budiman.

"Namun pemeriksaan genetalia eksterna itu memang tetap harus diperlukan, tapi bukan untuk mencari hymen, tapi untuk melihat apakah ada kelainan-kelainan. Kita memeriksa semua lubang karena kita harus jeli jangan sampai ada yang terlewatkan," sambung Budiman.

Bukan hanya calon Kowad, calon istri prajurit TNI AD pun tak lagi harus diperiksa hymen-nya. Budiman lalu mengutip pertimbangan yang menjadi alasan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Jenderal Andika Perkasa perihal itu.

"Kemudian juga pemeriksaan hymen terhadap calon istri prajurit, disampaikan Bapak KSAD bahwa pemeriksaan hanya bersifat, tidak ada lagi pemeriksaan hymen atau keperawanan pada calon istri prajurit. Untuk calon tentara saja tidak diperlukan, apalagi untuk calon istri prajurit," pungkas Budiman.[]

Sumber:rilis
Rubrik:NASIONAL

Komentar

Loading...