Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Penjelasan Rumah Sakit Terkait Meninggalnya Rina Gunawan

Instagram @@rinagunawan28Rina Gunawan
A A A

JAKARTA- Sebelumya, Rina Gunawan sempat dirawat di Rumah Sakit Premier Bintaro. Namun, karena alasan kondisi perawatan, Rina Gunawan dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Extension Simprug.

Dihubungi melalui sambungan telepon, Kabid Humas RSPP Agus Susetyo belum melihat file terakhir kondisi Rina Gunawan. Hanya saja dia menjelaskan soal prosedur untuk pasien yang dirawat.

"Biasanya kalau baru lima hari masuk itu, lima hari dirawat itu, kemungkinan diswab lagi itu belum. Belum (swab lagi), kemungkinan kalau baru lima hari belum. Mengikuti terapi obat, obat terapinya seminggu ya seminggu (baru diswab)," jelas Agus kepada detikcom, Rabu (3/3/2021).

"Ya biasanya begitu mengikuti terapinya, kan menyesuaikan evaluasi terapi," tambahnya menjelaskan.

Rina Gunawan sebelumnya dirawat di rumah Sakit Premier Bintaro. Sampai akhirnya pada 26 Februari 2021 dipindahkan ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Extension Simprug.

Agus mengatakan salah satu alasannya karena kondisi perawatan yang kurang memadai untuk pasien COVID-19.

"Di sana tidak tersedia ICU khusus COVID. Kalau kita kan punya ICU COVID," tutur Agus.

Rujukan juga diminta oleh keluarga Rina Gunawan. Keluarga menginginkan perempuan berusia 46 tahun itu mendapat perawatan intensif.

"Pihak keluarga sudah mengajukan transfer untuk dapat perawatan lebih baik dan intensif karena di (rumah sakit) kami ada ruang ICU khusus," bebernya.

Saat pertama masuk ke Rumah Sakit Pusat Pertamina Extension Simprug, kondisi Rina Gunawan masih bisa berkomunikasi. Agus pun tidak mengetahui lebih rinci kapan kondisi Rina Gunawan menurun.

"Saya kurang tahu datanya, pas masuk itu (Rina Gunawan) masih bisa komunikasi. Salah satunya (kondisi pemulihannya sulit karena komorbid) itu," tutur Agus Susetyo.

Jenazah Rina Gunawan sudah dimakamkan di TPU Tanah Kusir. Sang suami, Teddy Syah pun sudah memberikan penjelasan terkait kondisi terakhir Rina Gunawan.

Terpaparnya Rina Gunawan karena COVID-19 membuat penyakit yang sudah diidap sebelumnya ikut memburuk. Teddy Syah menjabarkan penyakit bawaan yang diidap oleh Rina Gunawan.

"Karena kebetulan Rina mempunyai penyakit bawaan sinus, ada sesak napas, asma juga. Jadi ketika terserang COVID-19 yang cukup berat buat beliau, sampai seminggu terpisahkan (dengan keluarga)," ujar Teddy Syah ditemui di TPU Tanah Kusir, Jakarta Selatan.

Sumber:Detik.com
Rubrik:INFOTAINMENT

Komentar

Loading...