Pengurus Tastafi Terbentuk di Aceh Selatan

MUHAMMAD THAISIRPembentukan Tastafi di Kabupaten Aceh Selatan
A A A

ACEH SELATAN – Organisasi pengajian ilmu Tasauf, Tauhid dan Fiqh (TASTAFI) yang memiliki Akte Notaris pada tahun 2017 berpusat di Banda Aceh dibawah Pimpinan Tgk H Muhammad Amin (Ayah Cot Trueng) memiliki Misi untuk menyelamatkan pemahaman ilmu dan aqidah umat dari ajaran ajaran yang sesat.

Menindak lanjuti hal tersebut, para Pimpinan Dayah/Pesantren yang ada di Kabupaten Aceh Selatan bersepakat untuk membuka cabang yang sekaligus membentuk pengurus.
Acara yang berlanjut di Dayah Sirajul Ibad Kecamatan Meukek pada Sabtu 07 Maret 2020, dihadiri 3 Ulama sepuh yaitu Abu Armiya (Ketua MPU Aceh Selatan), Abuya Mawardi Waly, Waled Marhaban, para Kepala Dinas, beberapa anggota DPRK dan para Pimpinan Dayah yang ada di lingkungan Aceh Selatan.

Ketua pelaksana Tgk Muhibbul Thibri yang dikonfirmasi ulang oleh wartawan, Minggu (08/03/2020). Mengatakan bahwa organisasi Tastafi ini direncanakan memang sudah 3 tahun yang lalu untuk membuka cabang di wilayah Aceh Selatan.

“Selain Aceh Selatan memang ada juga yang belum terbentuk secara menyeluruh, seperti di Sebulussalam dan Singkil yang direncanakan dalam waktu dekat ini juga akan kita buka cabang,"sebut Tgk Muhibbul.

Menurutnya, organisasi Tastafi ini sangat menyentuh masayarakat awam untuk menyelamatkan aqidah maupun pemahaman ilmu baik dibidang Tasawauf, Tauhid maupun Fiqh.

"Hal ini sesuai dengan aturan yang berlaku di Aceh, bahwa kita bermashaf Imam Syafi’ie salah satu dari mashaf 4, sehingga bersama umat kita akan mampu membentengi generasi dari aqidah aqidah menyimpang,"terangnya.

Ketua pelaksana yang juga seorang Pimpinan Dayah Himmatul Amal di Pasie Kuala Ba’U Kecamatan Kluet Utara, berharap agar organisasi Tastafi yang sudah terbentuk di Aceh Selatan ini bisa menjadi uquah diantara seluruh Pimpinan Dayah dan Tengku Tengku yang ada.

"Diantara satu dengan yang lain tidak ada merasa lebih atau kurang, tetapi kita semua adalah alumni Dayah dan satu guru. Wajib meneruskan perjuangan Ulama Ulama dahulu untuk menyelamatkan umat atau masyarakat awam dari ajaran ajaran yang sesat," terangnya.

Tgk Muhibbul Thibri juga berharap kepada Ketua yang terpilih agar bisa memajukan organisasi Tastafi ini bukan hanya menyentuh di kalangan masyarakat saja, tetapi juga berharap melibatkan seluruh instansi yang ada di jajaran pemerintah Aceh Selatan.

"Sekitar 95 persen Para Pimpinan Dayah yang hadir telah menjumpai Plt.Bupati Aceh Selatan di Tapaktuan, berharap seluruh instansi dari jajaran Pemkab Aceh Selatan untuk bisa mengikuti pengajian ini yang dibuka secara rutin,"tambahnya.

Sesuai hasil Kesepakatan dengan Plt Bupati Aceh Selatan Tgk Amran terkait pelantikan Ketua dan pengurus lainnya yang sudah dijadwalkan di bulan Afril nanti. “Sekaligus nanti kita juga membahas tentang tempat pengajiannya,"sebut Tgk Muhibbul.

Sementara ketua terpilih Tgk H Muhammad Jakfar Amja dari Pimpinan Dayah Sirajul Ibad di Kecamatan Meukek mengucapkan terimaksih kepada segenap Pimpinan Dayah yang sudah mempercayainya untuk memimpin organisasi pengajian Tastafi di wilayah Aceh Selatan periode 2020-2025.

“Khusunya untuk Aceh Selatan kami akan berusaha sedaya mampu, agar pengajian Tastafi ini bisa menjadi tempat berteduh umat dan pengembangan ajaran Ahlusunnah Wal Jamaah akan semakin kokoh dan kuat," harap Tgk Muhammad.

Tgk H Muhammad Jakfar juga menerangkan tujuan organisasi Tastafi yang sudah ada di Aceh Selatan ini bisa menjadi mitra dari organisasi organisasi islam lainnya atau Majlis Majlis Taklim yang ada, supaya syariat islam yang sudah berjalan di Provinsi Aceh bisa bertambah kuat sesuai yang diperintahkan oleh Allah dan Rasul.

“Kepada masyarakat Aceh selatan, Jika ada ditemukan pengajian yang agak keliru, agar segera kembali bertanya dan tetap berpegang tenguh pada fatwa fatwa Ulama khususnya kepada keputusan Ketua MPU yang berpodoman pada Ulama Ulama dahulu," demikian imbaunya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...