Tangkal Penyebaran Virus Corona

Pengunjung ke Bener Meriah Dicek Suhu Tubuh

SAMSUDINPengunjung ke Bener Meriah dicek subuh tubuh
A A A

BENER MERIAH - Sesuai dengan arahan Bupati Bener Meriah kepada tim Gugus tugas percepatan penangan Covid 19 di Kabupaten Bener Meriah, mulai hari ini mulai dilakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi masyarakat yang masuk ke Kabupaten Bener Meriah.

Ada tiga tiga pintu masuk ke Kabupaten Bener Meriah malaui darat dan udara, yakni 35 perbatasan Kabupaten Bireun dan Bener Meriah, Kem Kecamatan Permata perbatasan dengan Kabupaten Aceh Utara dan Bandara Udara Rembele.

Untuk ketiga pintu masuk tersebut, telah diberlakukan pemeriksaan suhu tubuh bagi setiap warga masuk ke Bener Meriah.

Untuk memudahkan teknis dilapangan Posko Pemeriksaan dipindahkan ke Puskesmas Blang Rakal dan di depan Masjid Buntul Kecamatan Permata. Kenderaan yang dilakukan penjaringan hari ini berjumlah 78 unit.

"Masyarakat pengguna jalan di scan untuk diukur suhu tubuh sebanyak 428 orang dan tidak ditemukan suhu diatas 37 derjat,"kata Irmansyah Ketua tim Bidang Publikasi Penangan Covid 19 Kabupaten Bener Meriah.

Menurut irmansyah, adapun tujuan dilaksanakan pemeriksaan ini untuk mendeteksi sedini mungkin sekiranya ditemukan ODP, PDP, Suspect dan positif untuk secepatnya bisa ditangani sesuai SOP yang telah ditetapkan.

"Sampai sore ini Bener Meriah tidak ditemukan ODP, PDP, Suspect dan positif,"ujarnya.

Sementara di Bandara rembele, langkah antisipasi yang dilakukan, selain telah dioperasikannya peralatan pendeteksi suhu tubuh berupa _Thermal Scanner_ oleh Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) Wilayah Kerja Bandara Rembele, juga dilakukan pemasangan Marka _Social Distancing_. Pemasangan marka tersebut dilakukan untuk mengatur jarak minimal interaksi antara orang yang sedang melakukan kegiatan persiapan penerbangan di Bandar Udara.

"Sehingga mulai dari pintu masuk terminal kedatangan, proses pelaporan _ (check-in) pemeriksaan keamanan pada _Security Check Point tempat duduk penumpang pada ruang tunggu juga kita beri jarak dengan ditandai marka berupa garis dan contoh gambar simulasi yang kami pasang pada tiap tiap titik akses para penumpang," ujar Kadis Kominfo itu.

Dikatakannya lagi, sementara bagi penumpang ketibaan juga dilakukan hal yang sama, yaitu pada posisi _conveyor_ pengambilan Bagasi tercatat telah dipasangi marka tersebut pengatur jarak dimaksud, hal ini bertujuan untuk mengurangi interaksi sosial secara langsung dan berdekatan antara orang para penumpang di Bandara Rembele yang diatur jaraknya yaitu 1 Meter, kita ketahui bahwa penularan virus Corona bisa melalui cairan dan kemungkinan besar bisa terjadi dengan interaksi sosial, makanya dipandang perlu untuk membatasi dan mengatur jarak minimal sebagaimana yang telah kita lakukan di Bandara Rembele.

"Kita berharap para calon penumpang dapat mengikuti arahan petugas dan mengikuti marka yang telah kita buat demi terciptanya ketertiban dan kenyamanan bersama. Itu keterangan Iwan Mulya Kepala Seksi Subseksi Teknik, Operasi, Keamanan dan Pelayanan Darurat UPBU Rembele,"tutup Irmansyah.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...