Pengeroyok Wartawan di Aceh Barat Resmi Ditahan

VINDA EKA SAPUTRAKonferensi pers
A A A

ACEH BARAT - Kepolisian Resor (Polres) Aceh Barat menggelar konfrensi pers terkait kasus pengeroyokan terhadap T Dedi Iskandar yang merupakan wartawan Lembaga Kantor Berita Nasional (LKBN) ANTARA NEWS di Aula Polres setempat pada, Rabu (26/02/2020).

Waka Polres Aceh Barat, Zainuddin, mengatakan kejadian pengeroyokan ini terjadi pada hari Senin, (20/1/2020) sekitar pukul 12.00 Wib lalu, di warung kopi Elnino, Jalan Gajah Mada, Desa Drien Rampak, Kecamatan Johan Pahlawan.

Awalnya, Akrim, T Erizal dan Darmansyah mendatangi korban di warung kopi dengan tujuan agar Dedi mau menandatangani kwitansi kosong, tapi Dedi tidak mau menandatangani kwitansi tersebut, lalu terjadilah percekcokan yang berujung pemukulan terhadap Dedi.

"Pada tanggal 04 Februari 2020 penyidik Sat Reskrim Polres Aceh Barat, mengirimkan berkas perkara ke Kejaksaan Negeri Aceh Barat dengan tersangka sebanyak dua orang. Yaitu, Darmansyah alias Mancah (32), warga Gampong Paya Peunaga, Kecamatan Meurebo, Kabupaten Aceh Barat, Umar Dani (40), warga Gampong Lango, Kecamatan Pante Cereumen, Kabupaten Aceh Barat dan kedua nya merupakan pekerja swasta,"jelasnya.

Kemudian, kata Zainuddin, pada tanggal 18 Februari 2020, berkas perkara dikembalikan oleh Kejaksaan Negeri Aceh Barat dengan petunjuk P19 agar Akrim dan T Erizal ditetapkan sebagai tersangka dengan pertimbangan adanya kerjasama sebagai penggerak sehingga terjadi pemukulan terhadap korban, dan pihak penyidik harus memenuhi petunjuk tersebut.

Ia juga menambahkan, bahwa dua orang tersangka yang sebelumnya ditangkap dan kemudian dilepaskan karena adanya penangguhan kini kembali diamankan berdasarkan pertimbangan oleh polri dan penyidik demi keamanan.

"Lalu pada hari minggu tanggal 23 Februari 2020, sekitar pukul 13.00 Wib dilakukan penangkapan terhadap Akrim dan T Erizal,"katanya.

Untuk barang bukti yang diamankan oleh penyidik dalam perkara ini yaitu, Hasil Visum Et Revertum korban T Dedi Iskandar, 2 lembar kwitansi yang belum di tanda tangani, 1 Flash Disk yang berisi rekaman CCTV warkop Elnino, 1 Lembar baju kemeja yang dipakai korban dan 1 tas ransel yang di pakai korban.

Sementara tersangka diancam dengan pasal 170 ayat (1) KUHP dengan pidana penjara paling lama lima tahun enam bulan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...