Tiga kecamatan di Aceh Tamiang, Aceh, terendam banjir. Sebanyak 1.562 warga dilaporkan mengungsi ke tempat lebih aman. "Curah hujan dengan intensitas tinggi di wilayah Kabupaten Aceh Tamiang menyebabkan meluapnya air sungai sehingga menggenangi permukiman penduduk," kata Kepala Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) Ilyas kepada wartawan, Kamis (21/1/2021).

Pengendara Cari Plat Kenderaan yang Hilang Usai Terobos Banjir

SAMSUDDIN Terlihat pendendara mencari plat kenderaan yag hilang saat menerobos genangan banjir
A A A

BENER MERIAH – Pasca air yang mengenangi badan jalan Jalur dua Simpang Bandara Rembele surut, sejumlah masyarakat di Kabupaten Bener Meriah berupaya mencari Plat kendaaran mereka yang telepas saat menerobos banjir dengan diameter mencapai 60 cm.

Miharni Metro yang merupakan seorang pejabat eselon II di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Bener Meriah, saat ditemui dilokasi terlihat sedang memegang Plat Mobilnya.

“Kemarin saat banjir melanda jalur ini saya terobos rupanya plat bagian depan mobil saya terlepas kemarin, dan kebetulan saat saya cari tadi Plat mobil saya sudah berada di dalam drenase ini," ujar Miharni ketika ditanyai awak media, Senin (23/11/2020).

Dikatakan Miharbi, selain mobilnya, mobil masyarakat lain yang melintas kemarin juga banyak yang tercecer plat mobilnya tapi mungkin meraka tidak mencari lagi sehingga plat mobil tersebur masih berada dialam drenase yang dipenuhi air ini.

Dari amatan media ini dilokasi, telihat beberapa plat mobil yang terendam dalam drenase itu yang diduga tercopot dari mobil-mobil yang berupaya menerobos banjir yang terjadi pada sore kemarin (Minggu) yang diduga air meluap akibat saluran air tersumbat.

Sejumlah masyarakat kepada awak media juga mengeluhkan genangan air di badan jalan tersebut, bahkan kejadian itu bukan terjadi kemarin namun hampir setiap musim penghujan badan jalan di kawsan tersebut banjir.

Munurut masyarakat yang tidak mau diungkap indetitasnya itu, luapan air itu diduga akibat pintu drenase sebagai saluran air tersumbat sehingga debet air yang terlalu banyak melimpah ruah ke badan jalan.

"Agar hal seperti itu tidak terulang kembali, kami berharap pemerintah setempat segera mencari solusinya,"pintanya.

Sementara itu, Plt Kalak BPBD Bener Meriah, Safriandi saat dikonfirmasi menyampaikan, pihaknya bekerjasama dengan Dinas PU Bener Meriah sedang melakukan normalisasi kawasan tersebut.

“Ini kita bersama PU Bener Meriah sedang memperbaikinya, semoga ini cepat diatasi sehingga air tidak lagi mengenangi badan jalan ini,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...