Satu unit mobil Inova nomor polisi BL 1125 GU terperosok ke jurang, di jalan Takengon-Bireuen, tepatnya di Kampung Lut Kucak, Kecamatan Wih Pesan, Kabupaten Bener Meriah, Minggu, 11 April 2021 sekira pukul 16.40 WIB. Mobil naas tersebut dikendarai oleh Abdul Rahman (56), seorang Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang tinggal di Kampung Blang Kucak. "Sebelum kejadian, mobil tersebut melaju dari arah Bireuen hendak menuju arah Takengon. Sesampainya di Kampung Lut Kucak, mobil tersebut hendak mendahului sepmor yang berada di depannya pada saat keadaan jalan menikung," kata Kasat Lantas Polres Bener Merian, Iptu Ayub.

Pengelola Wisata Didorong Bekerjasama dengan BUMK

ISTIMEWASekretaris Daerah (Sekda) Bener Meriah, Haili Yoga
A A A

BENER MERIAH – Objek wisata kian mengeliat di Kabupaten Bener Meriah, Pemerintah setempat melalui Dinas Pariwisata tarus berbenah untuk membuat lokasi-lokasi pariwisata semakin menarik mungkin untuk di kunjungi.

BACA JUGA:Esports Tidak Dipertandingkan di PON Aceh-Sumut 2024

Seperti objek wisata air terjun Putri Pitu yang berada di Kampung Bale Redelong, Ber Telong dan objek wisata Lut kucak atau lebih popular Lut Atas yang terletak di kawasan kampung Waq Pondok Sayur.

Keberadaan objek wisata tersebut akan menjadi daya tarik sendiri untuk menarik minat pelancong untuk datang menikmanti indahnya panorama yang disajikan destinasi wisata di alam bebas itu.

Sekataris Daerah Kabupaten Bener Meriah, Drs Haili Yoga saat ditemu diruang kerjanya, Kamis (17/12/2020) mengakui bebarapa tempat wisata di Bener Meriah sudah sangat keren, dengan desain yang bagus, dilengkapi tempat Camping, tempat Parkir, dan tempat atraksi budaya.

“Seperti tempat wisata Bur Telong saat ini sudah cukup kren, master plan yang sudah pernah dibuat waktu saya masih menjadi kadis pariwitas sekarang sudah jadi sehingga penampilan objek wisata tersebut cukup menarik minat orang untuk hadir kesena,"kata Haili Yoga.

"Jadi kedepan yang perlu diperahatikan adalah Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor wisata tersebut,"tegas Haili Yoga.

Menurutnya, seperti arahan DPMG Provinsi karena objek wisata tersebut berada dikawan hutan lindung Desa dan kebetulan dokumennya sudah lengkap hendaknya objek wisata tersebut dikelola oleh Badan Usaha Milik Kampung (BUMK) karena mereka punya regulasi untuk mengelolanya.

Setalah masuk dalam BUMK nantinya mereka bisa mempercayakan kepada Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis), jadi nantinya tidak membatasi anggaran untuk meningkatkan pembangunannya dari dinas manapun.

Disamping itu kata Haili Yoga, perlu inisiatif Kepala Dinas terkait untuk mencari sumber mata anggran dari luar, “ Jemput bola “ agar pembanguan maksimal sebab kalau hanya menghandalkan APBK itu tidak maksimal.

“Tapi kalau hanya dikelola oleh sekelompok itu tidak bisa, jadi kita mendorong nantinya BUMK berkolaborasi untuk mengelola wisata seperti itu," ujar Haili Yoga.

Rubrik:TRAVEL

Komentar

Loading...