Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Dibalik Kondisi Aceh Sekarang Ini

Pengamat: Ganti Plt, Gak Ada Cerita Lain!

peHTemNurzahri, ST
A A A

BANDA ACEH - Pengamat politik Aceh, Nurzahri ST mengeluarkan pernyataan yang sangat mengejutkan terhadap kondisi desas desus politik akhir-akhir ini.

Apalagi setelah DPR Aceh memutuskan menutup masa persidangan tahun 2020, dengan agenda penyampaian dan pembahasan Rancangan Qanun (Raqan) Aceh, tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBA Tahun Anggaran 2019, pada Selasa (1/9/2020) lalu.

Dimana penutupan ini dilakukan Ketua DPRA H Dahlan Jamaluddin SIP, tanpa mendengarkan laporan pertanggungjawaban APBA 2019 dari Plt Gubernur Aceh, Ir Nova Iriansyah MT. Keputusan ini diambil setelah mendengar masukan dari fraksi-fraksi yang ada di DPRA.

Kecuali Fraksi Partai Demokrat, Fraksi PPP, dan Fraksi PKB-PDA, Selain Fraksi itu, semua fraksi lainnya sepakat menutup paripurna, setelah seringnya Plt Gubernur Aceh tidak mengahadiri rapat-rapat paripuna yang diselengarakan legislatif, Nova sering kali mengirimkan perwakilannya, sebut saja Sekda Taqwallah.

Selain persoalan tadi, banyak pihak menilai Pemerintah Aceh sangat tertutup persolaan publikasi realiasi anggaran, seperti dana refocusing.

Seperti yang disuarakan oleh Aliansi Mahasiswa Aceh beberapa hari lalu, mareka meminta Pemerintah Aceh untuk mempublikan penggunaan anggaran COVID-19 kepada publik disetiap sektor yang telah dianggarkan.

Itu sebabnya, Pengamat Politik Aceh, Nurzahri menyebutkan Plt Gubernur Aceh Ir Nova Iriansyah tidak menampakkan karakter dirinya sebagai seorang pemimpin.

Nova, kata Nurzahri sering menampakkan hobynya seperti menunggangi Moge.

"Kesimpulannya bagi saya cuma satu, ganti Plt gak ada cerita lain!, dia bukan karakter yang memang yang cocok untuk memimpin dan bukan karakter yang betul-betul bekerja untuk rakyat, tapi dia bekerja untuk kepentingan pribadi," cetus Nurzahri yang dikutip dari wawancara peHTem, Kamis (3/9/2020).

Dilihat dari tayangan yang dipublis akun youtube peHTem, Alumni ITB ini berbicara tegas dan tearah. Namun ketika disingguh oleh Host, apakah kondisi hari ini dikarenakan dipimpin oleh seorang Plt bukan Gubernur definitif?

"Plt, Pj dan Gubernur denifitif itu sama, hanya bedanya untuk mengganti SKPA dia perlu izin Mendragi itu saja, lain sama semua, gajinya sama, fasilitasnya sama," tegas Nurzahri.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...