Mantan Anggota Parlemen RI Ghazali Abbas Adan menyebutkan Wali Nanggroe Memang bukan maqam (neuduek)-nya Malik Mahmud Al Haytar. Dimana seharusnya sosok Wali Nanggroe sebagai pemersatu masyarakat Aceh. Ini disampaikan Ghazali setelah Aktivis Kebudayaan sekaligus Pendiri Institut Peradaban Aceh, Haekal Afifa meminta Wali Nanggroe Aceh menegur dan memperingatkan DPRA terkait polemik yang terjadi dengan Pemerintah Aceh saat ini.

Pengadilan Tinggi Banda Aceh Tolak Permohonan Banding Soal Puskesmas

shutterstockIlustrasi palu hakim
A A A

NAGAN RAYA - Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh menolak permohonan banding yang diajukan Teungku Haji Abdullah Saleh selaku kuasa hukum Nurullah dan kawan-kawan dalam kasus melawan Bupati Nagan Raya, Aceh terkait gugatan lahan Puskesmas Beutong, Nagan Raya.

Dalam amar putusan Nomor: 47/PDT/2020/PT BNA, yang salinan resminya telah diterima oleh Tim Kuasa Hukum Bupati Nagan Raya, menyatakan Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh menguatkan putusan Pengadilan Negeri Suka Makmue tanggal 2 Juni 2020, Nomor: 11/Pdt.G/2019/PN.Skm, yang dimohonkan banding.

Ada pun tim kuasa hukum Bupati Nagan Raya masing-masing yang terdiri dari Said Atah, Agus Jalizar, Zulfika dan Abdul Hadi.

“Kami sangat menyambut baik putusan tersebut karena telah sesuai dengan bukti dan fakta dalam persidangan,” kata kuasa hukum Bupati Nagan Raya, Aceh, Said Atah dalam keterangan pers diterima di Meulaboh, Senin malam.

Ia juga menjelaskan, di dalam amar putusannya yang telah diterima oleh tim kuasa hukum Bupati Nagan Raya, Majelis Hakim Pengadilan Tinggi Banda Aceh telah menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Suka Makmue yang terdahulu.

“Artinya gugatan yang diajukan oleh Nurullah, dkk tetap ditolak ditingkat banding,” kata Said Atah menambahkan.

Dalam pertimbangan hukum putusan Pengadilan Tinggi Banda Aceh, kata dia, telah menyetujui pertimbangan dan putusan majelis hakim tingkat pertama (PN Suka Makmue) dalam perkara tersebut karena pertimbangan tersebut sudah tepat dan benar.

Hal ini menunjukkan putusan tingkat pertama telah benar dan sesuai dengan fakta, karena dalam persidangan kita membuktikan fakta bukan opini, kata Said Atah menuturkan.

Seperti diketahui, perkara perdata tersebut berawal dari adanya klaim dari beberapa warga Beutong, Kecamatan Beutong, Kabupaten Nagan Raya, Aceh yang terdiri dari Nurullah dan anak-anaknya terhadap lahan lokasi Puskemas Beutong adalah milik mereka.

Para penggugat mengakui lahan tersebut berdasarkan peninggalan suami dan orang tuanya.

Namun Pemerintah Kabupaten Nagan Raya, Aceh menyatakan tanah dan bangunan puskemas tersebut merupakan aset Pemerintah Kabupaten Nagan Raya yang diperoleh dari pelimpahan aset dari Kabupaten Aceh Barat.

Puskesmas ini telah berdiri sejak tahun 1974 lalu dan telah diselesaikan terkait kepemilikan tanahnya.

Pihak Nurullah dan kawan-kawan melalui kuasa hukumnya Teungku Abdullah Saleh, kemudian mengajukan gugatan perdata ke Pengadilan Negeri Suka Makmue, Nagan Raya dan pada akhirnya gugatan tersebut dinyatakan ditolak.

Kemudian para penggugat kembali melakukan upaya hukum banding ke Pengadilan Tinggi Banda Aceh, namun majelis hakim tetap menolak permohonan banding yang diajukan.

Sumber:ANTARA
Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...