Pengamat Kebijakan Publik, Dr. Nasrul Zaman, ST, M.Kes kembali menjadi narasumber peHTem edisi Senin, 28 November 2022 episode ke 29 Tahun ke 3 dengan tema: Pemko Banda Aceh Terutang Akibat Mantan Bankir Tak Becus Pimpin Kota? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Pendampingan Dinilai Tidak Maksimal, Orang Tua Korban Pelecehan Seksual Kecewa Terhadap P2TP2A Bener Meriah

SamsuddinRuang rawat inap
A A A

ACEHIMAGE.COM – Salah orang wali dari korban kasus pelecehan seksual di Kabupaten Bener Meriah merasa kecewa terhadap pendampingan Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) di bawah naungan Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB) setempat.

Sebab, sejak kasus yang menimpa anaknya tersebut pendampingan yang dilakukan oleh P2TP2A Bener Meriah tidak maksimal. “Saya sebagai wali dari korban sangat kecewa dengan pendampingan P2TP2A”katanya.

Bahkan, hari ini anaknya sebagai korban terpaksa harus dirawat di salah satu RS di Bener Meriah akibat mengeluhkan sakit pada kandungannya. “Anak saya masuk rumah sakit sudah dari tadi pagi, namun tidak ada pendampingan dari dinas terkait,”ujarnya.

Sementara itu, Kepala DP3AKB Bener Meriah Susnaini saat dikonfirmasi menyampaikan, selama ini pihaknya selalu mendampingi korban. Bahkan ketika tim dari provinsi yang datang memberikan bantuan kita damping dan kita antar ke rumah korban.

“Dua hari yang lalu ibu gubernur dan tim PKK provinsi datang dan kita damping untuk korban tersebut, sebelumnya juga anggota DPRA Aceh Darwati A Gani datang memberikan bantuan kita damping mengantar bantuannya,”sebut Sus.

Begitu juga dengan hari ini, ketika kita mendapat informasi bahwa korban masuk RS tim berencana berduyun-duyun datang ke RS, namun salah satu dokter ahli yang juga tim pendamping mengatakan bahwa pasien tersebut hanya mengalami infeksi saluran kencing (ISK).

“Tadi dokter dari RS tersebut menghubungi kami dan menyampaikan bahwa pasien tersebut belum melahirkan dan diperkirakan akan melahirkan pada bulan Desember,”terangnya.

Selama ini juga kita sudah menyarankan korban ditempatkan di rumah aman, namun korban menolak dengan alasan ingin tinggal dengan keluarga. “Yang bersangkutan tidak mau tinggal di rumah aman dan memilih tinggal dengan keluarga karena belum waktunya melahirkan,”imbuh Sus.

Tetapi, setelah melahirkan mau tidak mau tetap kita tampung di rumah aman tersebut, sebab kalau di RS itu hanya menampung masa persalinan saja. pungkas Sus.[]

Komentar

Loading...