Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Hindari Kecelakaan

Penangung Jawab Jalan KKA- Aceh Utara Pasang Pagar Penanda dan Batu Diatas Jalan Rusak

IstimewaPihak penangung jawab jalan lintas KKA-Aceh Utara tangani jalan rusak
A A A

BENER MERIAH – Guna menghindari kecelakanan penguna jalan yang melintas  akibat badan jalan yang terkikis air, pihak penangung jawab jalan lintas KKA –Aceh Utara pasang pagar penanda dan batu di atas jalan tersebut.

“Untuk sementara kita telah menangani jalan KKA-Aceh Utara tepatnya di Kampung Seni Antara, kecamatan Permata, kabupaten Bener Meriah yang rusak akibat tergerus air sungai kemarin, “ kata Gajali selaku penangung jawab jalan Provinsi Aceh sepanjang jalan KKA – Aceh Utara, Senin, 31 Mei 2021 saat dikonfirmasi

Menurut Gajali, pemasangan pagar penanda dan batu bercampu pasir dalam karung diatas badan jalan yang rusak tersebut selain untuk sebagai upaya agar air tidak lagi masuk kedalam yang berdampak semakin memperparah kerusakan jalan, juga agar masyarakat yang melintas tidak terjadi kecelakaan. Ujar Gajali

“Juga untuk memperlebar jalan yang terkikis tersebut dibagian kanan kita timbun dengan batu ,“ sambung Gajali

Ia, menyebutkan, untuk penangangan lebih jauh, pihaknya telah mengusulkan kepada pihak Provinsi Aceh untuk memasang gorong-gorong dan menurap jalan yang rusak tersebut, karena jalan tersebut selama ini belum ada gorong-gorongnya.

Tujuannya, agar air tidak masuk kedalam dan di bagian kanan kita timbun dengan batu supaya badan jalan tersebut lebar kembali.

“Dari cerita warga disana, ditempat yang rusak itu tidak dibuat gorong-gorong karena ada batang kayu yang melintang saat di jalan itu bangun , “

Karena tidak adanya gorong-gorong, akibatnya, air selalu merembes dibawah tersebut, selain itu gorong-gorong saluran kerumah warga disana terlalu kecil , sementara air dari atas cukup  besar sehingga tidak dapat ditampung parit tersebut dan mengakibatkan air meluap ke badan jalan.

Meluapnya air kebadan jalan disana selalu terjadi disetiap hujan deras,  karena air diasana seperti “ mengila “ sewaktu-waktu airnya tiba-tiba datangnya besar sehingga parit yang ada tidak mampu menampung debet air.

Faktor lainnya yang menimbulkan air meluap kejalan, salah satu rumah warga didekat jalan tersebut memasang gorong-gorong diatas parit yang ditimbunya, lantas, ketika air yang datang terlebih dahulu mengenang disana karena sebelum air itu masuk kedalam parit yang ada. Ungkap Gajali

Untuk menangani problem tersebut, ia mengaku sudah membicarakanya dengan Reje Kampung setempat.

Kepada pihak Provinsi Aceh, Gajali berharap   segera merespon usulan tersebut sebelum kerusakan semakin parah di bawa arus air. “Saya akan perjuangakannya supaya segera di bangun, “ pungkas Gajali

 

 

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...