Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mendata, ada lebih dari 300 rumah yang mengalami kerusakan dengan berbagai tingkatan, akibat gempa berkekuatan magnitudo 6,1 mengguncang Malang dan sekitar Jawa Timur pada siang tadi. Data itu terakhir diterima BNPB pada pukul 20.00 WIB. "Data BNPB hari ini, pukul 20.00 WIB, lebih dari 300 rumah rusak dengan tingkatan berbeda, dari ringan hingga berat," kata Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Raditya Jati melalui keterangan resminya, Sabtu (10/4/2021). "Catatan sementara, 13 unit rumah rusak namun belum ditentukan kategori tingkat kerusakan. Sedangkan sejumlah kerusakan fasilitas umum, antara lain sarana Pendidikan 11 unit, kantor pemerintah 7, sarana ibadah 6, RSUD 1 dan pondok pesantren 1," ungkapnya.

Soal Pernyataan Wali Nanggroe

Pemuda ALA: Malik Mahmud Tidak Mengerti

ISTIMEWASadra Munawar
A A A

BENER MERIAH - Ketua Gerakan Pemuda Aceh Leuser Antara (KGP - ALA) Bener Meriah, Sadra Munawar mengatakan dirinya tidak akan mengatakan Wali Nanggroe (WN) itu "Bodoh" hanya saja dirinya tidak mengerti sedang pada kondisi apa dia berbicara yang tendensius.

"Saya menilai Malik Mahmud Al-Haytar ini tidak mengerti dia berdiri sebagai apa saat berbicara kemarin, seharusnya dia sebagai tokoh adat di Aceh memberikan narasi damai bukan tendensius begini,"kata Sadra lewat siaran pers yang diterima media ini, Senin (30/3/2021).

Selanjutnya Sadra mengatakan masyarakat Wilayah Tengah saya kira lebih cerdas berpikir, artinya tidak membuat acara Rapat Kerja Partai Aceh kemarin ricuh.

"Alhamdulillah masyarakat kita sudah cerdas menanggapi narasi Malik Mahmud, artinya tidak mudah terpancing emosinya, karena begini saya telah membaca-baca berkaitan dengan pemekaran Daerah baik itu provinsi atau kabupaten / kota, itu disahkan dalam Undang-undang,"lanjut Sadra.

"Dan ini bukan masalah ngerti sejarah atau tidak mengerti, ini soal pemerataan pembangunan, coba kita buka kembali data pembangunan untuk wilayah tengah Aceh dengan wilayah lain di Aceh ini, miris pak" Kata Pemuda Asal Samar Kilang, wilayah terisolir di Kabupaten Bener Meriah.

Terakhir dia memberikan saran untuk WN agar sering-sering menyampai nasihat-nasihat bijak kepada
Pemerintah Aceh tentang arah pembangunan dan penyelesaian butir-butir Mou Helsinki.

"Saran saya untuk WN agar sering menasihati pemerintah Aceh, agar segera menyelesaikan poin penting di Mou Helsinki, kemudian saya ingatkan sekali lagi WN harus nya paham bahwa kita ini bagian dari Indonesia, dihalalkan oleh UU untuk membentuk Daerah Otonomi Baru (DOB) atau Mekar,"pungkas Sadra.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...