Sembilan warga Aceh Selatan dilaporkan positif COVID-19 setelah dilakukan uji swab yang dikirim dari Balitbangkes Aceh ke Jakarta. Direktur RSDYA dr Erizaldi MKes SpOg menyampaikan sembilan warga Aceh Selatan yang positif terdiri S (46), l (45),N (46), G (12), A (35), D (25), T (42), M (5), R (24) "Swab secara mandiri yang dilakukan RSUDYA lalu simpelnya dikirim litbankes Aceh, berhubung alat itu sekali pakai sudah habis lalu dikirim ke jakarta hasilnya positif covid 19, ”kata Direktur dr Erizaldi, Minggu (9/8/2020).

Pemko Lhokseumawe Harus Gencar Tarik Investor

SAID AQILKetua DPRK Lhokseumawe Ismail A Manaf
A A A

LHOKSEUMAWE- Akibat masih tidak adanya minat para investor untuk menanamkan investasinya di Kota Lhokseumawe khususnya Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Arun, Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Kota (DPRK) Lhokseumawe Ismail A Manaf sangat menyayangkan hal tersebut.

Menurut Ismail, setidaknya dengan ada para pelaku investor yang mau berinvestasi akan menjadi pengaruh dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Lhokseumawe.

"Maka ini merupakan potensi besar untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, namun hingga sampai saat ini belum ada satupun investor didatangkan,"kata Ismail di ruang kerjanya, Selasa (14/7/2020).

Ismail juga mengakui bahwa di masa pandemi COVID-19 ini menjadi kendala untuk mendapatkan investor dan berharap agar pandemi ini segera berlalu sehingga dapat mengkoreksi apa-apa saja yang menjadi faktor kendala penyebab kurang minatnya investor menanamkan investasinya di Kota Lhokseumawe.

Sejak awal dilantik sebagai dewan, ismail mengaku sudah pernah melakukan rapat bersama pemerintah Kota Lhokseumawe terkait upaya menarik investor ke daerah Lhokseumawe.

Disamping itu tambah ismail, pihaknya bersama Pemerintah Kota Lhokseumawe selalu berkoordinasi terkait upaya menarik perhatian investor untuk menanamkan investasinya di Kota daerah bekas petro dolar ini.

"Namun sejauh ini memang sudah ada beberapa investor yang berniat berinvestasi di Kota Lhokseumawe, tapi akhir-akhirnya selalu saja gagal. Kita juga tidak tahu kenapa bisa itu selalu ter Cancel,"katanya.

Disinggung pengaruh sebagai daerah bekas konflik akibat tidak ada minat investor, Ismail menuturkan saat ini Aceh sudah sangat kondusif dan meyakini bahwa kalau hal tersebut tidak mempengaruhi investor untuk berinvestasi di Aceh.

"Konflik yang terjadi di Aceh sudah selesai, jadi tidak ada pengaruh lagi dengan hal itu. Namun jika ada pihak-pihak yang berupaya mengganggu datangnya investor ke Lhokseumawe, kita meminta aparat penegak hukum melakukan penindakan hukum sesuai aturan yang berlaku,"kata Ismail.

Ia juga berharap agar Pemerintah Kota Lhokseumawe terus menggencarkan upaya-upaya dalam menarik minat investor ke Kota Lhokseumawe, sehingga perekonomian masyarakat dapat meningkat.

"DPRK Lhokseumawe selalu mendukung setiap upaya investor membuka usaha di daerah ini. Dengan adanya investor maka perekonomian masyarakat akan semakin lebih baik dan juga mampu membuka lapangan kerja baru bagi putra daerah kita,"ujarnya.

Untuk saat ini kata Ismail, peluang yang sangat menjamin keamanan dan sebagai peluang besar bagi investor untuk berinvestasi ada di kawasan KEK Arun.

"Nanti kedepan kita harapkan kalau pandemi ini sudah berlalu kita akan dongkrak Pemerintah kota Lhokseumawe untuk menggait para invetor berinvestasi di Kota Lhokseumawe,"pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...