Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh memanggil enam orang yang diduga terlibat korupsi proyek pembangunan jaringan air bersih di Pulo Breuh tahun 2017. Proyek tersebut berada di bawah Badan Pengusahaan Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang (BPKS). Nama yang dipanggil secara terpisah itu ungkap Kepala Seksi Penerangan Hukum dan Humas Kejati Aceh Munawal, masing- masing Yudi Saputra ST, PPK tahun 2018.

Pemko Keluarkan Perwal, Yang Melanggar Didenda Rp500 Ribu

HUMAS PEMKO BANDA ACEHWali Kota Banda Aceh Aminullah Usman
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Kota Banda Aceh akan memberlakukan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 45 Tahun 2020 tentang pelaksanaan protokol kesehatan (Prokes) guna mencegah penyebaran Covid-19. Perwal ini mulai berlaku hari ini, Selasa (1/9/2020).

Salah satu poin yang diatur dalam Perwal Prokes ini adalah dikenakan denda Rp500 ribu bagi yang melanggar.

Hal itu diputuskan dalam rapat melalui video conference yang dipimpin Wali Kota Banda Aceh, Aminullah Usman, dari ruang Media Center Balai Kota, Senin (31/8/2020) kemarin. Rapat rersebut di diikuti oleh seluruh unsur Forkopimda Banda Aceh.

Dalam keterangan tertulisnya yang diterima acehimage.com, Senin (31/8/2020), Aminullah Usman menjelaskan, pemberlakuan Perwal sudah mendapat dukungan dari semua elemen.

"Pemko sudah mendapat dukungan dari seluruh unsur Forkopimda Kota Banda Aceh yang merupakan Tim Gugus Tugas Covid-19,” ungkap Wali Kota.

Rapat tersebut diikuti Kapolresta Banda Aceh Kombes Pol Trisno Riyanto, Kajari Erwin Desman, Ketua Pengadilan Negeri Ainal Mardhiah, Wakil Ketua DPRK Usman, Ketua MPU Tgk Damanhuri Basyir, mewakili Dandim 0101/BS, para Kepala SKPD, dan seluruh Camat.

Perwal pelaksanaan protokol kesehatan ini kata Aminullah akan diberlakukan mulai 1 September 2020 (hari ini-red).

Dengan penerapan Perwal tersebut ujar Aminullah Usman diharapkan dapat memutuskan mata rantai penyebaran Covid-19.

Apalagi saat ini di Banda Aceh terjadi penyebaran kasus positif meningkat signifikan.

Dalam Perwal 45 Tahun 2020 ini jelasnya, diatur sanksi jika tidak mematuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19 seperti memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan (4M).

"Bagi perorangan, sanksinya berupa kerja sosial atau denda administratif dan adat," tuturnya.

Sementara bagi pelaku usaha, pengelolaan, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum akan diberi sanksi denda administratif atau penghentian sementara operasional usaha hingga pencabutan izin usaha.

“Sanksi sosial bagi perorangan adalah membersihkan fasilitas umum dan tempat ibadah paling lama 2 jam. Kalau kemudian mengulang lagi pelanggaran, bisa dikenakan sanksi administratif berupa denda sebesar Rp 100 ribu,” jelasnya.

Begitu juga sanksi administratif bagi pelaku usaha, pengelola, penyelenggara atau penanggungjawab tempat dan fasilitas umum dikenakan denda sebesar Rp 250 ribu.

"Nah, jika di tempat usaha mereka ditemukan pelanggaran, seperti tidak mampu memastikan berjalannya protokol kesehatan di tempat usaha mereka," tegas Aminullah.

“Jika yang melanggar pelaku usaha kecil, menengah, dan besar, denda administratif Rp 500 ribu,” katanya lagi.

Kepada para Kepala SKPD, para Camat dan para Keuchik, juga diminta supaya gencar melakukan sosialisasi kepada seluruh masyarakat agar penerapan protokol kesehatan dilakukan secara ketat dan benar- benar berjalan.

”Perwal ini bukan untuk menjerat masyarakat, tapi bagaimana protokol kesehatan bisa berjalan maksimal dengan harapan kita bisa memutus mata rantai Covid-19 di Banda Aceh,” ungkap Aminullah.

Kapolresta Mendukung Perwal

Sementara itu, Kapolresta Banda Aceh, Kombes Pol Trisno Riyanto SH menyatakan mendukung keluarnya Perwal pelaksanaan protokol kesehatan untuk menekan penyebaran Covid-19 di Banda Aceh.

Ia juga berharap, dengan keluarnya Perwal tersebut sinergitas akan terbangun lebih baik sehingga penerapannya akan berjalan maksimal.

“Harus kita tingkatkan sinergitas, dan upaya-upaya pencegahan penyebaran covid-19 harus benar-benar kita lakukan bersama-sama,” tegas Kombes Pol Trisno Riyanto SH.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...