Sekretaris Pusham Unsyiah, Suraiya Kamaruzzaman, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 20 Januari 2022 episode ke 44 Tahun ke II dengan tema: Apakah Cambuk Solusi Terakhir Bagi Predator Seksual?, yang dipandu oleh host Siti Aminah Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Pupuk Bersubsidi Langka di Bener Meriah

Pemkab Kurang Optimal dalam Pengawasan

SamsuddinMuhammaddinsyah
A A A

ACEHIMAGE.COM – Tokoh Pemuda Kabupaten Bener Meriah yang juga merupakan petani, Muhammaddinsyah mengeluhkan stok pupuk bersubsidi di Bener Meriah langka, akibatnya biaya produksi naik.

“Jelang masa tanam di musim hujan akhir tahun ini, kita mengeluhkan naiknya biaya produksi akibat kelangkaan stok pupuk bersubsidi, bahkan kelangkaan pupuk bersubsidi sudah terjadi semenjak tiga bulan terakhir,” kata Muhammaddinsyah, Rabu, 8 Desember 2021 kepada media ini.

Dampak dari kelangkaan pupuk bersubsidi tersebut, para petani menjerit karena seolah-olah mereka dipaksa membeli pupuk non subsidi dengan harga yang sangat mahal, dan harganya tidak masuk di akal.

“Saat ini, harga pupuk non subsidi jenis perfect dan blue special mencapai Rp750 ribu per sak, sedangkan pupun Intek Rp675 ribu per sak, SS, NPK, dan TSP mencapai Rp600 ribu per sak,” ungkap Madin.

Dengan harga pupuk non subsidi yang meroket itu kasihan para petani, belum lagi harga Holtikultura dan Palawija yang saat ini terus merangkak turun.

Ia menambahkan, kelangkaan pupuk subsidi itu sebenarnya diduga disebabkan sistem perencanaan dan pengawasan Pemkab Bener Meriah hingga ke petani tidak optimal.

"Temuan di lapangan, pupuk-pupuk bersubsidi bisa dijual non subsidi. Ada juga pihak pengecer yang diduga melakukan penimbunan. hal ini disebabkan oleh lemahnya pengawasan dinas pertanian terhadap realisasi pupuk bersubsidi,” pungkas Muhammaddinsyah.

Berdasarkan SK Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Aceh Nomor 820/01/VI-1 tanggal 04 Januari 2021 Provinsi Aceh mendapat alokasi pupuk urea bersubsidi sebesar 76.006 ton.

"Untuk jenis pupuk urea saja, Bener Meriah mendapat alokasi 3.500 Ton. Namun di lapangan, sangat sulit mencari pupuk bersubsidi. Ini kan Aneh," ungkapnya.

"Setahu saya, Pemerintah berkewajiban memastikan penyaluran pupuk bersubsidi tepat sasaran dan merata. Hal ini diatur oleh perundang-undangan," tambahnya.

Dinas Pertanian Bantah Pupuk Bersubsidi di Bener Meriah Langka


Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Bener Meriah, Ir Nurisman melalui Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Bener Meriah, Uswatun Hasanah DP. MP saat dikonfirmasi membantah Bener Meriah langka pupuk bersubsidi, pasalnya stok pupuk bersubsidi di Kabupaten Bener Meriah saat ini berlimpah.

Menurutnya, tidak semua orang bisa mendapatkan pupuk bersubsidi karena ada syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi dari kios pupuk yang telah ditunjuk.

Salah satu syarat untuk mendapatkan pupuk bersubsidi yakni, petani tidak mampu, memiliki lahan maksimal 2 hektar, dan petani tersebut harus masuk kedalam kelompok tani yang terdaftar.

“Syarat lainya, kelompok tani tersebut harus membuat Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok ( RDKK ), dan RDKK itu bukan asal-asalan dibuat sebab itu sudah secara online seluruh Indonesia, sehingga kita bisa melihat data kebutuhan pupuk bersubsidi,” kelas Uswatun.

Diterangkannya, RDKK itu baru bisa dibuat kalau petani masuk kedalam kelompok tani, dan kelompok taninya itu terdaftar di kementerian. Untuk para kelompok tani yang terdaftar diwajibkan membuat RDKK dalam memperoleh pupuk bersubsidi.

Lebih jauh Uswatun menyampaikan, bagi kelompok penerima pupuk bersubsidi juga tidak boleh membeli pupuk bersubsidi di sembarang tempat. Artinya kelompok tersebut harus membeli sesuai zona masing-masing di kios-kios  penyedia pupuk bersubsidi yang telah ditunjuk. Tegasnya.

Kasi Pupuk dan Pestisida Dinas Pertanian Bener Meriah itu menyebutkan, untuk saat ini kios yang ditunjuk sebagai kios penjual pupuk bersubsidi sebanyak 27 kios yang tersebar di 10 Kecamatan se Bener Meriah.

Sedangkan kohta pupuk bersubsidi yang diterima Bener Meriah pada tahun 2020, sebanyak 10.175 ton yang terdiri dari, pupuk jenis UREA sebanyak 2500 ton, SP-36  2330 ton, ZA 1820 ton, NPK 3300 ton, dan Organik 225 ton.

“Sedangkan Harga Eceran Tertinggi ( HET) pupuk bersubsidi  yakni, jenis UREA Rp1.800 per Kg, SP-36 Rp2.000 per Kg, ZA Rp1.400 per Kg, NPK Rp2.300 per Kg, dan Organik Rp500 per Kg,” rincinya Uswatun.

Ditegaskan Uswatun, agar pupuk bersubsidi itu tepat sasaran yang memenuhi syarat maka pihak yang mengawasi adalah Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) kalau untuk tingkat Kabupaten di Ketua oleh Sekretaris daerah.

“Jadi untuk memastikan pupuk bersubsidi tersedia dan tepat sasaran tim KPPP sebagai pengawas selalu melakukan pengecekan,” imbuh Uswatun []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...