Teuku Raja Keumangan SH MH, Sekretaris Fraksi Partai Golkar narasumber peHTem edisi Kamis 29 Juli 2021 episode 60 dengan tema: DPRA Diminta Bentuk Pansus Dana Siluman, Kemana Mengalir Dana Apendiks? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Terkait Tapal Batas

Pemkab Bener Meriah Upayakan Pertahankan Kampung Rikit Musara

SamsuddinPlt Bupati Bener Meriah sosialisasi terkait tapal batas
A A A

BENER MERIAH – Pelaksana tugas Bupati Bener Meriah Dailami, didampingi Camat Permata Wien Agus Ismahdar dan Kabag Tata Pemrintahan Setdakab Bener Meriah Khrimansyah temuai warga Kampung Rikit Musara, Kecamatan Permata, Kabupaten Bener Meriah guna sosialisasikan terakit tapal batas Bener Meriah dengan Aceh Utara, Minggu, 4 Juli 2021

Kepada Reje Kampung, dan seluruh masyarakat Kampung Rikit Musara, Plt Bupati Bener Meriah menegaskan hingga saat ini ia belum menanda tanggani persoalan tapal batas tersebut yang rencananya akan di putuskan Kementerian Dalam Negeri pada bulan Agustus mendatang.

“Khusus penyelesaian tapal batas antara  Bener Meriah dengan Aceh Utara di Kemendagri beberapa waktu lalu, kami tidak mau menandatangani karena kita berharap Kampung Rikit Musara tetap menjadi wilayah Kabupaten Bener Meriah.” ungkap Dailami

Menurut Dailami, meski pun Kemengadari baru akan memutuskan persoalan ini pada bulan Agustus mendatang namun melihat secara peta Tofogerapi Angakatan Darad (Topdam) tahun 1978 titik koordinat Kampung Rikit Musara berada diluar Bener Bener Meriah.

Pun demikian, sebelum Kemendagri menetapkan tapal batas tersebut kita akan terus berupaya dan bermohon agar Kampung Rikit Musara masuk wilayah Bener Meriah. “Kita akan menemui Bupati Aceh Utara dan memohon kepada mereka kalaupun tidak sepenuhnya wilayah Kampung Rikit Musara milkik Bener Meriah minimal perkampungan ini tetap milik Bener Meriah.” ujar Dailami

Bahkan, memanfaat sisa waktu yang ada, pihaknya akan menemui DPRA dan DPR RI untuk mengupayakan Kampung Rikit Musara sebagai wilayah Bener Meriah. “Nantinya kita akan mengajak Reje Kampung dan tokoh masyarakat untuk menemui DPRA dan DPRI.” kata Dailami

Sementara itu, Kabag Tata Pemerintahan (Tapem), Setdakab Bener Meriah, Kharimansyah menjelaskan, jika pun nantinya Mendagri memutuskan bahwa Rikit Musara masuk kedalam wilayah Kabupaten Aceh Utara namun hal itu tidak mempengaruhi setatus kepemilikan aset pribadi masyarakat Rikit Musara.

“Hanya saja secara administrasi saja berubah jika kemarin masih administarsi Bener Meriah dan bila itiu ditetapkan menjadi wilayah Aceh Utara maka administarsinya ia Aceh Utara. Dan perlu dipahami status kepemilikan seperti rumah warga kebun warga tetap meliki mereka.” Papar Kharimasyah

Kita berharap, Rikit Musara tetap menjadi milik Kabupaten Bener Meriah dan kita akan terus berupayan untuk mempertahankan hal itu dengan melakukan penedekan persuasif dengan Pemerintah Aceh Utara. Ucap Kabag Tapem itu

Sebelumnya, salah seorang warga Rikit Musara meminta Pemkab Bener Meriah untuk memperjuangkan dan mempertahakan Rikit Musara tidak lepas dari wilayah Bener Meriah. Pasalnya, mereka sudah cukup lama berdomisili disana bahkan aset pemerintahan Kampung yang di bangun selama ini mengunakan anggran Kampung dari Pemerintah Bener Meriah.

Sementara Reje Kampung Rikit Musara, Sahudin menegaskan pihaknya akan tetap berjuang dan beruapaya sekuat kemampuan mereka untuk mempertahankan Rikit Musara tetap bagain dari Kabupaten Bener Meriah.

“Sebelum Mendagri memutuskan kita akan  mengupayakan Kampung Rikit Musara tetap milik Bener Meriah, untuk itu kami meminta dukungan Pemkab  memfasilitasi kami mengupayakan hal tersebut.” Tutur Sahudin

Seorang warga lainya mengungkapkan, persoalan tapal batas antara Bener Meriah dan Aceh Utara sudah berlangsung sejak Bener Meriah masih bagian dari Aceh Tengah. “kala itu perbatasan yakni Buntul Pitri.” Ungkapnya

Tahun 2006 setelah Bener Meriah mekar kami upayakan dan perbatasan bergeser di Kampung Guci, dan perbatasan terakhir harga mati yakni tugu yang kami bangun. Intinya, jika saja Pemrintah daerah memperhatikan wilayah ini tentu saja persoalan ini tidak serumit sekarang ini. Tegasnya

Semenatara dari pantauan media acehimage.com spanduk bertuliskan Kampung Rikit Musara milik Bener Meriah, Bener Meriah yes, Aceh Utara no dan spanduk bertuliskan menolak keputusan Gubernur Aceh terakit tapal batas terpasang  sepanjang Kampung Guci hingga Kampung Rikit Musara, Kecamatan Permata sebagi bentuk protes terhadap kepuusan Gubernur Aceh.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...