Anggota DPR Aceh HT Ibrahim ST MM meminta Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk menunda melakukan penataan kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Krueng Aceh untuk sementara waktu. Ini disampaikan Ibrahim setelah mendengar keluhan dari masyarakat yang selama ini bergantung hidup di daerah tersebut. "Apalagi saat ini, sama-sama kita ketahui sedang Pandemi COVID-19 yang membuat ekonomi masyarakat terpuruk," kata Pria yang akrab disapa Ampon Bram, Kamis (22/10/2020).

Hasil SWAB Lebih Cepat Diketahui

Pemkab Bener Meriah Teken Kerjasama dengan Unsyiah

ISTIMEWAKepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, dr Aliyin bersama Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah, Prof. Dr. dr. Maimun Syukri, Sp.PD-KGH memperlihatkan naskah kerjasama
A A A

BENER MERIAH - Kabupaten Bener Meriah terus melakukan berbagai upaya deteksi dini, terhadap orang-orang yang berpotensi terinfeksi Covid-19 di daerah tersebut. Upaya deteksi tersebut, salah satunya adalah dengan bekerjasama dengan laboratorium resmi untuk memeriksa spesimen SWAB.

Beberapa waktu laku, Sekda Bener Meriah, Haili Yoga, atas inisiasi Bupati Tgk H Sarkawi menjajaki kerjasama pemeriksaan SWAB dengan Unyiah. Penjajakan tersebut, akhirnya disepakati dalam naska kontrak kerjasama.

Selasa 29 September 2020, Pemkab Bener Meriah melalui Dinas Kesehatan telah menandatangani kontrak kerjasama dengan Laboratorium Infeksi, Fakultas Kedokteran, Unsyiah, Banda Aceh.

Kerjasama tersebut, tertuang dalam akad tentang pemeriksaan SWAB Covid-19 bagi warga Kabupaten Bener Meriah.

Kepala Dinas Kesehatan Bener Meriah, dr Aliyin atas Pemerintah Kabupaten Bener Meriah menandatangani naskah kontrak kerjasama tersebut. Dan pihak Unsyiah oleh Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah, Prof Dr dr Maimun Syukri Sp PD-KGH pada Selasa 29 September 2020.

"Ruang lingkup kerjasama tersebut adalah untuk melakukan pemeriksaan SWAB lewat metode RT-PCR terhadap 500 warga Bener Meriah," kata dr Aliyin melalui Jubir Gugus Tugas Penanganan Penyebaran (GGTP) Covid-19 Bener Meriah, Khalisuddin, Selasa (29/9/2020) .

Dikatakan lagi, kontrak kerjasama ini juga memuat kebutuhan biaya yang harus dikeluarkan Pemkab Bener Meriah, untuk masing-masing spesimen SWAB yang akan diperiksa.

"Satu spesimen SWAB, Unsyiah mengenakan biaya sebesar Rp. 571.000,- dikalikan 500 spesimen berarti total Rp. 285.000.000,-" terangnya merincikan.

"Kontrak kerjasama ini berlaku selama 3 bulan, dan dapat diperpanjang sesuai dengan kesepakatan kedua pihak," tambahnya.

Langkah ini, ujar dia lagi, diambil Pemkab Bener Meriah, untuk melakukan deteksi dini terhadap penyebaran Covid-19 di daerah itu.

Sementara Sekda Bener Meriah, Haili Yoga, MSi yang saat ini sedang menjalani masa isolasi mandiri beserta istri, melalui Jubir menyatakan bahwa MoU ini diawali atas inisiasi Bupati Bener Meriah dan memerintahkan dirinya untuk melakukan penjajakan dengan pihak Unsyiah pada Bulan Agustus 2020 lalu.

Sekertaris Daerah Bener Meriah, pada 5 Agustus 2020 melakukan pertemuan resmi dengan Rektor Unsyiah Prof Dr Ir Samsul Rizal M Eng IPU dan Dekan Fakultas Kedokteran Unsyiah Prof Dr Maimun Syukri Sp PD (K) bertempat di Unsyiah Banda Aceh.

"Alhamdulillah, akhirnya hari ini MoU antara Pemerintah Kabupaten Bener Meriah dengan Fakultas Kedokteran Unsyiah Banda Aceh ditandatangani. Kita optimis, penanganan penyebaran Covid-19 akan jauh lebih mudah karena hasil uji SWAB akan lebih cepat kita terima, mengingat situasi penyebaran Covid-19 di Bener Meriah saat ini semakin masif," Sekda Bener Meriah, Haili Yoga melalui Jubir Khalisuddin.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...