Dr. Zainuddin, SE, M.Si, Pakar Ekonomi dan juga Dekan Fakultas Ekonomi USM, narasumber peHTem edisi Kamis 17 Juni 2021 episode 48 dengan tema: Setelah Pedagang Dipaksa Hengkang, Tepatkah Pasar Penayong Jadi Wisata Kuliner? dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Pemkab Bener Meriah Gelar Rapat Tindak Lanjut Pembangunan Dry Port

IstimewaRapat tindak Lanjut Dry Port
A A A

BENER MERIAH – Pemerintah daerah Kabupaten Bener Meriah gelar rapat tindak lanjut pembangunan Dry Port (Pelabuhan daratan) bersama Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pusat secara virtual.

Rapat tersebut dihadiri juga oleh Kepala Pusat Litbang Transportasi antar moda, Kepala Pusat Litbang Transportasi Laut, Sungai, Danau dan penyebrangan, Kepala Pusat Litbang Transportasi Udara, Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Aceh.

Sementara dari Kabupaten Bener Meriah rapat dihadiri oleh Ketua, Wakil Ketua serta Anggota DPRK Bener Meriah, Staf Ahli Bupati, Asisten Perekonomian dan Pembangunan, Kepala Dinas Perhubungan, Kepala Dinas PU, Kepala Dinas Pertanian dan Pangan, Kepala Bandara Rembele, dan sejumlah pejabat lainnya.

Sekretaris Badan Penelitian dan Pengembangan Perhubungan Pusat, Edy Gunawan dalam sambutannya menyampaikan, pertemuan atau rapat yang berlangsung terkait Dry Port sangat penting untuk kesejahteraan masyarakat khusunya untuk Kabupaten Bener Meriah dan Pemerintah Aceh secara umum.

“Pertemuan ini sebagai tindak lanjut surat Bupati Bener Meriah tertanggal 5 April maupun 2 Mei 2021 yang ditujukan kepada kami dari bapak Menteri,”ucap Edy.

Dia berharap, rapat tersebut dapat berjalan dengan baik, sehingga dari pertemuan tersebut mendapatkan hasil yang nantinya dapat mendukung pembangunan Dry Port di Kabupaten Bener Meriah.

Edy juga mengajak untuk bersama mengawal agar proses program Dry Port tersebut dapat berjalan dengan semestinya, “Saya mengharapakan kesabaran bersama, karena semua perlu proses-proses,”katanya.

Sementara itu,  Plt Bupati Bener Meriah, Dailami dalam arahnya menyampaikan, dengan adanya Dry Port ini kita dapat melakukan konsolidasi muatan, penumpukkan atau pergudangan serta dokumentasi muatan yang selanjutnya dapat di kirim ke terminal peti kemas.

Dry Port merupakan pelayanan satu atap ke pelabuhan untuk penanganan kargo, dengan layanan satu atap ini maka proses dokumentasi dan pemeriksaan terkait bea cukai karantina hewan dan tumbuhan dapat diselesaikan disini.

“Dengan adanya Dry Port hasil perkebunan dan pertanian unggulan di Kabupaten Bener Meriah seperti kopi, kentang, kelapa sawit, sere wangi, pisang cavendish dan alpukat yang akan di ekspor tidak perlu menempuh jarak yang jauh.”kata Dailami

Menurut Plt Bupati Bener Meriah itu, Dry Port yang akan di bangun nantinya, selain memanfaatkan jalur darat, terdapat juga jalur udara dengan memanfaatkan Bandara Rembele yang saat ini memiliki terminal kargo. Selain itu melalui pelabuhan laut yang memanfaatkan pelabuhan Krueng Geukeuh di Aceh Utara dan apabila memungkinkan akan dilakukan study penggunaan jalur kereta api dari Bener Meriah ke Sumatra Utara.

“Diharapkan dengan adanya Dryport ini dapat di jadikan pijakan pertama untuk meningkatkan kesejahteraan para petani di Kabupaten Bener Meriah, serta menggenjot roda perekonomian masyarakat,”Tutup Plt Bupati Bener Meriah Dailami.

Komentar

Loading...