Pemkab Bener Meriah Bahas Pencegahan Covid-19

SAMSUDINRapat koordinasi penanganan virus corona
A A A

BENER MERIAH – Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi memimpin rapat koordinasi pencegahan virus corona (Covid-19) dengan para stakeholder yang ada di Kabupaten Bener Meriah.

Rapat tersebut berlangsung di aula Setdakab setempat, Senin (16/3/2020) yang turut dihadiri Kapolres Bener Meriah AKBP Siswoyo Adi Wijaya SIK, Dandim 0106 Letkol Inf Valyan Tatyunis, Sekda Bener Meriah Drs Haili Yoga M Si, Ketua MPU Bener Meriah Tgk Almuzani, Kepala Kemenag Bener Meriah Saidi, dan para Kepala SKPK serta Camat.

Dalam kesempatan tersebut, Sarkawi menyampaikan, menindaklanjuti surat edaran Presiden pihaknya bersama forkopimda plus melaksanakan rapat koordinasi penanganan virus corona (Covid-19) di daerah guna menyimpulkan beberapa poin.

“Kita bentuk gugus tugas, kita siapkan anggaran secukupnya, kita lakukan antisipasi, persiapan di dinas kesehatan dan rumah sakit,"ujar Tgk Sarkawi.

Mulai besok, pemerintah Kabupaten Bener Meriah mulai menjalankan gugus tugas tadi seperi pendirian posko di BPBD untuk melakukan sosialisasi sampai tingkat bawah agar masyarakat tidak panik.

Selain itu memerintahkan Dinas Perdagangan untuk memonitoring kebutuhan sembilan bahan pokok.

Sedangkan untuk tim medis sendiri, selain para petugasnya di bekali pemahaman penangan virus corona juga disiapkan satu unit mobil ambulan khusus.

"Kemarin kita sudah mengeluarkan himbauan agar kegiatan belajar mengajar  mulai dari tingkat Paud, TK, SD, SMP di liburkan selama 14 hari," sebut Bupati.

Bahkan Bupati telah mengintruksikan kepala Dinas Syari’at Islam dan Kemenag Bener Meriah agar mensosialisasikan antisipasi pencegahan virus Covid-19 melalui masjid, seperti saat sholat Jum’at melalui khatib.

“Kita meminta agar menyampaikan kepada pengurus masjid/menasah supaya mengulung ambal masjid dan menjemurnya, disarankan kepada untuk sementara para masyarakat membawa sajadah masing-masing dari rumah," pinta Sarkawi.

"Besok kita juga memerintahkan Satpol PP agar mengawasi dan menghentikan usaha Game online, karena di khawatirkan siswa yang telah diliburkan sekolah malah memanfaatkan bermain game. Untuk itu kita juga mengharapkan setiap orang tua agar betul-betul mengawasi anak-anaknya keluyuran," demikian Sarkawi.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...