Mantan Anggota Tim Perunding Gerakan Aceh Merdeka (GAM), Munawar Liza Zainal menjadi narasumber peHTem edisi Senin 22 Agustus 2022 episode ke 105 Tahun ke II dengan tema: Benarkah Tim Perunding GAM Merebut Kekuasaan di Aceh? yang dipandu oleh host Siti Aminah, S.IP, M.MLS, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Harapan Rakyat Aceh:

Pemimpin Baru Harapan Baru

For acehimage.comPeta Aceh
A A A

Patut dan pantas seluruh rakyat Aceh sangat berharap terobosan dan taktik apa yang akan dilakukan oleh para pimpinan yang baru dilantik demi terangkatnya derajat kehidupan rakyat Aceh

Dr. Zainuddin, SE, M.Si Akademisi Universitas Serambi Mekkah

SELALU saja punya harapan untuk lebih baik dimasa yang akan datang begitu kata pepatah bijak bestari.

Dalam konteks kehidupan masyarakat Aceh yang sangat terikat dengan nilai-nilai Islam menggantungkan harapan agar lebih-baik lagi kedepan merupakan bentuk optimisme dan yakin bahwa bila semua yang terlibat dalam pemerintahan Aceh dan rakyat Aceh konsen pada nilai-nilai agama (Agama Islam) sudah barang tentu kemuliyaan dan kesejahteran akan dijelang.

Oleh sebab itu, patut dan pantas seluruh rakyat Aceh sangat berharap terobosan dan taktik apa yang akan dilakukan oleh para pimpinan yang baru dilantik demi terangkatnya derajat kehidupan rakyat Aceh itu sendiri.

Harus ada keberanian dan kesungguhan bagi para pemimpin untuk melakukan terobosan walaupun itu tidak ponulis dalam rangka memberikan daya ungkit ekonomi dan mendapatkan kepercayaan rakyat, seperti harus mau menciptakan suasana baru dilingkungan pemerintahan dengan memotong atau mengganti personal yang lama (periode lama) dengan personal yang energik berpendidikan dan kapabel di bidangnya serta jauh dari dimensi KKN, adanya peninjauan kembali secara menyeluruh tentang job deskripsi di masing-masing personal yang terlibat di organisasi pemerintahan itu sendiri, serta konsen dengan pemberantasan korupsi dengan cara dilakukan audit secara menyeluruh terhadap personal-personal yang terlibat dalam pengambilan keputusan di periode sebelumnya terutama menyangkut realisasi anggaran dibandingkan dengan output dan outcome.

Apabila para pemimpin yang dimaksud memiliki keberanian seperti yang diatas, paling tidak ada gebrakan yang signifikan tentang mempertanyakan kenapa dana di Aceh banyak tetapi keadaan provinsi jauh tertinggal dengan tetangganya, barangkali ini juga momen meraih kepercayaan rakyat itu sendiri.

Jika seorang pemimpin sudah meraih kepercayaan rakyat sudah pasti gerak langkah pemimpin akan penuh dukungan rakyat dan Insya Allah akan tercapai tujuan dari program yang akan diagendakan, terutama agenda bagaimana mengungkit ekonomi rakyat Aceh itu sendiri.

Banyak pertanyaan rakyat sebenarnya terhadap problema yang muncul dulu tak tuntas dan bahkan muncul lagi masalah seperti banyak banyak proyek fisik yang dibangun dari uang rakyat kekurangan volume (sekilas berita yang terbaca dan entah didaerah mana) dan masih banyak lagi tinggal bapak-bapak terhormat membuka kilas balik perjalanan penggaran dan realisasi yang ada di Provinsi Aceh serta temuan-temuan para pewarta sebagai masukan.

Selanjutnya, bukan berarti rakyat aceh menaruh dendam kepada mantan pemimpin, tetapi hanya sanya banyak problematika yang terjadi tak tuntas dibuatnya itu yang menjadi penyebab kenapa menaruh harapan yang sangat besar kepada pemimpin yang baru, terutama problematika ekonomi rakyat yang semakin terpuruk, belum lagi stanting yang besar di Aceh dan lain sebagainya. Jadi tak berlebihan memang rakyat bergantung pada sepak terjang para pemimpin yang baru dilantik tentang bagaimana menahkodai kapal besar Aceh ditengah-tengah virus kebangkrutan yang mulai muncul didunia, karena apabila dalam kepemimpinan tidak tercakup efisiensi, efektifitas dan ekonomisasi bukan tidak mungkin virus kebangkrutan akan dimulai disini (Provinsi Aceh) karena imun ekonomi yang lemah. Bukan ide tak berdasar apabila kita bicara bangkrut dalam perspektif ekonomi, karena sisi penghalang antara sisi keberhasilan dengan sisi kebangkrutan itu tidak kokoh atau tidak jarak dalam kehidupan ekonomi yang ditandai dengan perkembangan teknologi dan kehidupan yang semakin liberalisasi.

Diakhir cerita pendek ini kita mengajak rakyat Aceh untuk melihat kedepan dan menjadikan masa lalu pengalaman untuk diambil ikhtibarnya serta mari kita panjatkan doa agar para pemimpina kita yang telah dilantik dianugerahkan Ilham Allah SWT agar selamat dalam menjalankan tugasnya.
Tak lupa terima kasih kepada para mantan pemimpin semoga juga dianugerahkan ilham Allah SWT agar diberi keberkahan dan segera bertaubat jika ada yang salah.

Kami rakyat hanya bisa berharap karena sangat lemah dari perspektif apapun. Akhirul kalam kami ucapkan selamat kan Aceh dan rakyat Aceh demi Indonesia lebih baik. Aamiin.[]

Komentar

Loading...