Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19) Pemerintah Aceh, Saifullah Abdulgani (SAG) melaporkan penambahan dua orang kasus baru positif terinfeksi virus corona dan dua orang pasien Covid-19 dilaporkan meninggal dunia, Senin (3/8/2020).

Tiga Tahun Mawardi-Waled Dimata Pengamat

Pemerintahan Aceh Besar Jalan Sendiri-Sendiri

AK JailaniPengamat Politik dan Ekonomi dari Universitas Muhammadyah Aceh (UNMUHA) Dr. Taufik A Rahim, SE, M.Si
A A A

Sudah tiga tahun seharusnya memiliki progres yang baik dan sedikit kita miris ketidak harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati ini sangat menyedihkan. Bagi mareka tidak ada masalah, tapi dampaknya kepada masyarakat, masyarakat mengharapkan kepastian pembangunan dengan harmonisnya pimpinan ini yang lebih baik

Dr. Taufiq Abdul Rahim, SE, M.Si Pengamat Politik dan Ekonomi

ACEH BESAR - Usia kepemimpinan Mawardi-Waled Husaini memimpin Kabupaten Aceh Besar genap tiga tahun sejak dilantik pada 10 Juli 2017 lalu. Namun hingga kurun waktu itu pasangan putih menahkodai dinilai masih belum bisa membawa daerah tersebut ke arah yang lebih cerah.

Bahkan sempat muncul isu ketidakharmonisasi antara Bupati Ir Mawardi Ali dengan Wakil Bupati Waled Husaini, kemudian publik kembali bertanya-tanya di hari ulang tahun kepemimpinan mereka.

Dimana Pemerintah Aceh Besar menggelar diskusi eksklusif secara virtual dengan tema "3 Tahun Kerja" dengan menghadirkan Bupati Aceh Besar Mawardi Ali dan Ketua Komisi V DPRK Muhibbudin alias Ucok. Tidak ada nama Waled disitu apalagi para akademisi hingga tokoh lainnya sebagai narasumber.

Acara yang dipandu oleh host Fendra Tryshanie merupakan acara resmi pemerintah, sebab acara tersebut diselenggarakan oleh Media Center dan Humas Setdakab Aceh Besar.

Lantas bagaimana kepemimpinan mareka dimata publik, acehimage.com memawancara salah satu pengamat ekonomi dan politik dari Universitas Muhammadyah Aceh Dr Taufik A Rahim SE MSi Rabu (15/7/2020).

Diskusi Eksklusif 3 tahun Mawardi-Waled

Menurut Taufik, selama tiga tahun Pemerintahan Mawardi-Waled masih seperti biasa saja artinya belum memiliki progres yang cukup baik seperti visi-misi mareka 'jual' pada Pilkada tiga tahun silam. Terlebih dengan isu tidak harmonisnya ke dua orang di pucuk pimpinan Pemerintahan Aceh Besar.

"Sudah tiga tahun seharusnya memiliki progres yang baik dan sedikit kita miris ketidak harmonisasi antara Bupati dan Wakil Bupati ini sangat menyedihkan. Bagi mareka tidak ada masalah, tapi dampaknya kepada masyarakat, masyarakat mengharapkan kepastian-kepastian pembangunan dengan harmonisnya pimpinan ini yang lebih baik,"ujar Dr Taufik.

Dengan begitu, ia menyarankan kepada pemimpin di Aceh Besar untuk dapat melibatkan semua pihak dalam memajukan daerah serta merujuk kepada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

Dosen Unmuha ini turut menyinggung terkait tidak adanya Wakil Bupati dan unsur lainya dalam diskusi tiga tahun Kepemimpinan Mawardi-Waled menjadi sebuah gambaran Bupati Mawardi tidak melibatkan semua pihak dalam membangun Aceh Besar.

"Saya rasa tidak semua berjalan dengan baik, dan ini seharusnya jadi tantangan bagi Mawardi jadi seharusnya dia membangun Aceh Besar kembali pada Visi Misi dan lihat RPJM yang sudah disusun ini kan kerja tim. Jangan seolah-olah Mawardi jalan sendiri Wakil jalan sendiri DPR jalan sendiri SKPK juga jalan sendiri, ini tidak elok bagi sebuah pembangunan daerah, apalagi Aceh Besar inikan sebagai penyangga ibu kota provinsi, Aceh Besar sebagai daerah penyangga ibu kota Provinsi seharusnya banyak hal yang produktif bisa dikembangkan,"jelas akedemisi ini.

Selain itu, dosen Unmuha ini juga menyarankan agar menyusun anggaran belanja tahun yang akan datang tetap harus memperhatikan Visi Misi dan RPJM sehingga kinerja-kinerja Pemerintahan terukur dan memenuhi target.

BACA JUGA: Mawardi Ali Seolah tak Dihargai

"Kalau melenceng nanti tidak memenuhi target, jadi artinya terukur apa yang dilakukan oleh Bupati dan Wakil Bupati Aceh Besar itu harus terukur indikator keberhasilan pembangunan di Aceh Besar itu akan nampak baik secara kuantitatif dan kualitatif, pola pikir masyarakat, metal masyarakat. Mawardi bisa lebih baik dan sukses secara politik," terang Dr Taufik secara panjang lebar.

Kemudian, ia meminta kepada Bupati Aceh Besar untuk bisa melibatkan semua pihak dalam mamajukan daerah yang dikenal dengan potensi sumber daya alam yang cukup banyak.

"Wakil harus dilibatkan, DPR dan semua unsur, partai politik harus dilibatkan. Mawardi itu bukan milik satu Partai atau golongan, Mawardi hari ini milik masyarakat Aceh Besar, jadi pemimpin Aceh Besar dia, jangan ada eklusifitas dari Mawardi jangan seolah-olah saya harus dengan sipulan, ini enggak berhasil kepemimpinannya dan ini apalagi tantagan Aceh Besar kedepan semakin beratnya disamping beberapa ekonomi pasca pandemi, seharusnya akademisi dilibatkan, LSM dilibatkan, media dilibatkan semua pihak dilibatkan itu membuat Aceh Besar maju dan berhasil dalam pembangunannya," demikian terang Dr Taufik.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...