Penyidik Kejaksaan Negeri (Kejari) Sabang melakukan penggeledahan Dinas Perhubungan Sabang dan SPBU Bypass, Rabu (2/12/2020). Penggeledahan dimulai dari pukul 10.00-13.00 WIB itu dipimpin Kasi Pidana Khusus (Pidsus) Kejari Sabang Muhammad Razi SH. Kegiatan penggeledahan tersebut dilakukan dalam rangka mencari barang bukti terkait kasus dugaan korupsi belanja BBM/Gas dan Pelumas serta suku cadang yang bersumber dari DPPA SKPD Dinas Perhubungan Sabang tahun anggaran (TA) 2019 sebesar Rp 1.567.456.331.

Pemerintah Kota Sabang Diminta Tertibkan Galian C

Dok WalhiAktivitas galian c
A A A

BANDA ACEH - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Aceh meminta kepada Pemerintah Kota Sabang untuk menertibkan aktifitas galian C yang tidak patuh aturan hukum dan mengancam keselamatan sumber kehidupan dan keselamatan warga sekitar akibat longsor kemudian hari.

Direktur Eksekutif Walhi Aceh, Muhammad Nur mengatakan aktifitas Galian C di Gampong Cot Abuek, Kecamatan Sukajaya, Kota Sabang sudah menimbulkan keresahan terhadap masyarakat sekitar, pengerukan tanah gunung tersebut akan menimbulkan dampak yang serius terhadap masyarakat.

"Maka Pemerintah harus serius memperhatikan dan melakukan pengawasan hingga adanya proses penghentian secara paksa," kata M Nur dalam siaran pers kepada wartawan beberapa waktu lalu.

Menurutnya, biarpun yang melakukan aktifitas tersebut memiliki izin akan tetapi juga harus mempertimbangkan daya dukung dan daya tamping, disamping itu ancaman bagi warga sekitar.

"Dampak yang di khawatirkan dapat menimbulkan bencana banjir bandang maupun longsor harusnya menjadi perhatian penting bagi Pemerintah kota sabang maupun Pemerintah Aceh terhadap aktifitas galian C," katanya.

Disamping itu, ia menyampaikan Qanun Kota Sabang Nomor 6 Tahun 2012 Tentang Rencana Tata Ruang dan Wilayah Kota Sabang Tahun 2012-2032, Pasal 36 ayat (4)Kawasan rawan bencana longsor sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf c, yaitu seluas lebih kurang 198,77 hektar tersebar di Gampong Krueng Raya Kecamatan Sukakarya dan di Gampong Anoe Itam, Gampong Balohan,Gampong Cot Abeuk dan Gampong Cot BaU Kecamatan Sukajaya.

Qanun tata ruang dan wilayah kota sabang menyebutkan bahwa lokasi aktifitas galian C tersebut berada dalam kawasan rawan longsor. Untuk itu WALHI minta Pemerintah serius melakukan pengawasan dan penertiban terhadap perusahaan maupun aktifitas illegal lainnya di kawasan yang rawan bencana.

"Ketika bencana longsor terjadi, masyarakat sekitar tersebut yang merasakan dampak langsung dan perusahaan yang melakukan aktifitas Galian tidak pernah diminta pertanggung jawaban oleh Pemerintah," pungkasnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...