Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Kabupaten (DPRK) Aceh Selatan Yenni Rosnizar SKM, merasa kecewa dengan kondisi pelayanan di RSUD dr Yulidin Away (RSUD YA) Tapaktuan, menyusul meninggalnya seorang warga yang berprofesi sebagai perawat saat menjalani Operasi melahirkan di RSUDYA, (7/8/2020). “Mungkin karena keterbatasan tenaga medis sehingga penanganan terhadap pasien menjadi tidak efektif, apalagi banyak tenaga medis yang diisolasi akibat Covid-19", Kata Yenni Rosnizar SKM

Sambut Harganas

Pemerintah Kota Banda Aceh Siap Dukung Program Sejuta Akseptor KB

Diskominfotik Banda AcehWalikota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menerima audiensi bersama BKKBN Aceh di Pendopo
A A A

BANDA ACEH — Pemerintah Kota Banda Aceh siap mendukung program Sejuta Akseptor KB Serentak yang diadakan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) pada 29 Juni mendatang. Kegiatan ini dilakukan dalam rangka menyambut Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-27.

“Tentu kami dari Pemerintah Kota Banda Aceh siap mendukung atas upaya dari pada BKKN Aceh ini untuk mendukung program Sejuta Akseptor KB,” tegas Walikota Banda Aceh, Aminullah Usman saat menerima audiensi bersama BKKBN Aceh di Pendopo, Kota Banda Aceh, Senin (22/6/20).

Berbeda dari sebelumnya, proses peringatan Harganas kali ini dilakukan di setiap Fasilitas Kesehatan (Faskes) seperti pukesmas, rumah sakit dan juga bidan mandiri di kabupaten/kota masing-masing karena pandemi Coronavirus Disease (Covid-19).

Ia berharap kegitan ini bisa berjalan lancar seperti rencana meskipun sedang dilanda wabah Covid-19 dengan mengikuti protokol kesehatan seperti mencuci tangan dengan sabun, menjaga jarak dan mengenakan masker.

“Kami siap dengan program ini, walaupun di tengah pandemi Covid-19 kita tidak boleh putus asa, tetap harus kita jalankan. Kita harapkan sukses dan mengikuti protokol kesehatan,” ungkapnya.

Sementara itu, Sekretaris BKKBN Aceh Husni Thamrin mengungkap, program Setuja Akseptor KB ini akan dilaksanakan secara serentak di seluruh Indonesia pada 29 Juni mendatang mulai pukul 08.00-15.00 Wib. Pada saat itu petugas akan menginput langsung data terkait pelayanan KB.

“Jadi ada aplikasi yang sudah disediakan oleh BKKBN pusat itu hari itu juga seluruh petugas di lapangan langsung menginput apapun kegiatan yang berkenaan dengan pelayanan KB,” jelasnya.

Menurutnya, angka akseptor KB di Aceh mengalami penurunan selama masa pandemi Covid-19. Oleh sebab itu, ia berharap dengan program ini dapat meningkatkan angka akseptor KB di Aceh sehingga angka kematian ibu hamil bisa ditekan.

“Permasalahannya selama pandemi ini setelah kita pelajari banyak pengguna akseptor kita yang terputus dan ini beresiko sekali terutama pada ibu-ibu yang beresiko tinggi saat hamil maupun melahirkan karena kita ketahui bersama angka kematian ibu hamil itu masih tinggi di Indonesia termasuk kita di Aceh,” ungkapnya.

“Kita berharap kualitas dari pada keluarga itu dengan mengatur jarak kelahirannya, memberikan asupan gizi yang cukup pada anak-anak ini dapat mengarah kepada keluarga yang berkualitas nantinya,” harapnya.

Sedangkan Plt Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) Dra Emila Sovayana mengatakan saat ini pihaknya telah melakakuan berbagai upaya untuk mendukung peringatan Harganas ke-27 seperti turun langsung ke gampong-gampong untuk melakukan sosialisasi kepada ibu-ibu.

“Jadi semua petugas lapangan kita bergerak serentak pada tanggal 29 itu. Mulai dari minggu yang lalu kita sudah turun ke gampong-gampong untuk memastikan mereka telah berkoordinasi di tingkat gampongnya,” jelas Emila.

Selain itu, DP3AP2KB Kota Banda Aceh juga menjamin ketersediaan alat kontrasepsi di sejumlah fasilitas kesehatan yang berkerjasama dengan BKKBN.

Menurut Emila, program ini perlu didukung untuk menekan angka kehamilan, apalagi di masa pademi ini.

“Kita bersama-sama dalam rangka mendukung terselenggara program ini, terutama upaya untuk mengurangi tingginya angka kehamilan kemudian jangan sampai ada putus pakai alat kontrasepsi terutama di masa pandemi ini tentunya kesehatan ibu-ibu hamil itu rentan terutama bagi yang berusia diatas 35 tahun,"ujarnya.

Rubrik:BANDA ACEH

Komentar

Loading...