Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Pemerintah Bener Meriah Terkesan Konyol dan Memalukan

ISTIMEWADirektur Ramung Instutute, Waladan Yoga
A A A

BENER MERIAH - Ditengah krisis kepercayaan sebagian publik terhadap virus Covid-19 dan krisis kepercayaan terhadap vaksin Sinovac harusnya seluruh jajaran Pemerintahan ikut serta dalam menyukseskan vaksin dengan dilakukan secara terbuka.

Penegasan ini disampaikan oleh Direktur Ramung Institute, Waladan Yoga, Rabu (10/2/2021) menanggapi tidak terbukanya proses penyuntikan vaksin COVID-19 kepada pejabat Bener Meriah.

"Yang terjadi di Kabupaten Bener Meriah adalah kecelakaan dan kesannya alasannya dibuat buat, harusnya Pemkab bisa melihat bagaimana terbukanya pelaksanaan vaksin dari level presiden sampai Gubernur, mereka lakukan itu semua dengan terbuka,"ujar Waladan Yoga.

Waladan mempertanyakan, bagaimana krisis kepercayaan publik Bener Meriah bisa terobati, jika kemudian terhadap wartawan saja ditutupi.

Harusnya media bisa melihat langsung proses penyuntikan vaksin, mulai dari dibukanya vaksin dari kotak, sampai pada jarum suntik itu benar benar tertancap di pasien yang disuntik itu, bukan malah sebaliknya.

"Alasannya kemudian menurut saya terlalu konyol dan dibuat buat, kan bisa diatur jaraknya antara yang divaksin dengan peliputan,"tegas Waladan.

Menurutnya, tertutupnya kegiatan vaksin di Bener Meriah bagi awak media adalah hal yang sangat memalukan dan memilukan.

"Jangan nanti saat pencitraan wartawan dikejar kesana kemari, ada tugas mulia dengan meliput pemberitaan vaksin agar tumbuh kepercayaan publik malah kesannya sangat tertutup, ini sangat memalukan,"tutup Waladan.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...