Pengamat Politik dan pembangunan dari Universitas Muhammadiyah Aceh Dr Taufik A Rahim menyampaikan dari seratus kelompok penerima dana hibah COVID-19 ada diantaranya merupakan underbow Partai Politik. Hal tersebut disampaikan Dr Taufik dalam wawancara peHTem, Kamis (14/1/2021) kemarin. peHTem merupakan salah satu program Poadcash acehimage.com.

Pemerintah Ancam Cabut Izin Galian C di Bener Meriah

SAMSUDDINKabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Provinsi Aceh, Mustafa meninjau lakosi galian c yang berlokasi di Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (3/12/2020).
A A A

BENER MERIAH - Pemerintah Provinsi Aceh melalui Dinas Penanaman Modal Dan Pelayanan Terpadu Satu (DPMTSP) akhirnya merespon keluhan mayarakat Bener Meriah terkait maraknya pengerjaan galian c di luar titik koordinat.

Kabid Perizinan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMTSP) Provinsi Aceh, Mustafa langsung meninjau lakosi galian c yang berlokasi di Wih Pesam, Kecamatan Wih Pesam, Kabupaten Bener Meriah, Kamis (3/12/2020).

Mustafa mengatakan, pihaknya melakukan peninjauan terhadap galian c yang memiliki izin yang dikeluarkan oleh pemerintah provinsi Aceh namun pengerjaan tidak dilakukan di titik koordinat yang telah disepakati.

“Lima lokasi pengusahan galian c yang kita tinjau hari ini, diduga material yang digali diluar titik koordinat,"kata Mustafa.

Menurutnya, bagi pengusaha yang melanggar akan melayangkan surat peringatan (SP) pertama, sementara bagi penambang yang tidak mengantongi izin kewenangan penegak hukum untuk melakukan penertiban.

"Jika sampai SP ke 3 tidak diindahkan kita kan mencabut izin usahanya,” tegasnya.

Sebelumnya, masyarakat Dusun Musarapakat Kampung Wih Pesam meminta agar pihak penegak hukum turun kelokasi dan melakukan penertiban galian C yang diduga illegal dan melanggar aturan.

Erwin Kepala Dusun Musara Pakat, berharap agar pihak penegak hukum segera menertibkan dan menghentikan galian C yang tidak mengantongi izin dan telah merusak lingkungan.

Erwin juga mengeluhkan operasi jam kerja para penambang galian C tersebut, sebab mereka mengoperasionalkan alat berat hinga malam hari sehingga sangat menggangu masyarakat.

"Kami hanya ingin minta dihormati waktu sholat dan saat musibah,"harapnya.

Selaku aparatur kampung pihaknya mengaku sudah pernah menegur pengusaha namun tidak di indahkan, bahkan telah menyurati Pemerintah Daerah setempat.

"Pada tanggal 28 Oktober 2020 lalu juga sudah membuat pengaduan secara tertulis terhadap dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh Galian C tersebut kepada Pemerintah daerah," katanya.

Dalam surat tersebut masyarakat sebanyak 49 orang Warga Dusun Musara Pakat Kampung Wih Pesam juga menandatangani dan berharap untuk segera dilakukan penertiban.

“Warga Dusun Musara Pakat Kampung Wih Pesam secara tersurat juga meminta Pemerintah Daerah untuk meninjau kembali perizinan CV atau PT yang melakukan galian c di dusun tersebut," ujarnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...