Aliansi Mahasiswa Aceh (AMA) kembali medesak Plt Gubernur untuk mempublikasikan penggunaan anggaran hasil refocusing maupun BTT dalam APBA 2020. AMA mengaku tidak berhenti menyuarakan hal tersebut sebelum tuntuntan mareka terpenuhi. Aliansi Mahasiswa Aceh memandang ada hal urgensi saat ini yang harus diprioritaskan oleh Pemerintah Aceh selama masa Pandemi COVID -19, seperti sektor kesehatan, pendidikan maupun sektor ekonomi.

Pemerintah Aceh Perlu Segerakan Kebijakan Strategis

AK JAILANIPengamat Ekonomi dari Universitas Muhammadyah Aceh (UNMUHA) Dr. Taufik A Rahim, SE, M.Si
A A A

BANDA ACEH - Pemerintah Aceh diminta agar segera mengambil kebijakan strategis dalam berbagai aspek, diantaranya menyangkut persoalan ekonomi dan pendidikan. Dimana banyak dari masyarakat tanah rencong (Aceh-red) yang terdampak akibat pandemi COVID-19 yang terus meningkat.

Penegasan ini disampaikan oleh Pengamat ekonomi dari Universitas Muhammadiyah Aceh (Unmuha) Dr Taufik Abdul Rahim, Jumat (21/8/2020).

"Dampak pandemi COVID-19 yang sangat terkena adalah sektor kesehatan, namun demikian juga berdampak kepada sektor pendidikan, sosial-budaya dan juga kehidupan ekonomi rakyat. Karenanya diperlukan kebijakan strategis yang efektif dan tepat sasaran,"kata Taufik.

Menurutnya, agar mampu menjawab persoalan yang menimpa seluruh sektor pendidikan, kehidupan sosial masyarakat dan juga sektor ekonomi yang berada dalam kondisi ketidakpastian untuk beraktivitas dan hidup untuk mendukung kehidupan ril masyarakat, terutama sektor usaha kecil mikro dan menengah.

Lalu informal, industri rumah tangga, transportasi, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan/nelayan dan lainnya berhubungan langsung dengan rakyat.

Bahkan, lanjut Taufik, bila dilakukan kajian secara ekonomi makro nasional pertumbuhan ekonomi minus 5 persen sampai minus 10 persen, hal ini juga berdampak kepada makro dan mikro ekonomi Aceh.

"Saat ini daya beli masyarakat baik di wilayah urban maupun pinggiran/marginal dan di luar urban (pedesaan) semakin lemah dan rendah. Diperlukan dana segar yang mampu meningkatkan produktivitas ekonomi sektor yang terdampak COVID-19, sehingga berbagai strategi efektif dan tepat diperlukan bagi masyarakat akar rumput dalam berbagai sektor dapat dilakukan kebijakan strategis pro-rakyat,"ujarnya.

Oleh sebab itu, pengamat ekonomi dan pembangunan ini menyarankan untuk ini semakin bijaksana jika Pemerintah Aceh menerapkan kebijakan strategis pro-rakyat dengan memanfaatkan banyaknya bahagian dana refocusing Rp2,3 triliun APBA 2020. Dengan begitu sehingga kehidupan masyarakat dapat eksis dan pulih dengan penuh kepastian.

"Sebaiknya juga harus mampu melepaskan diri dari 'bayang-bayang kepentingan politik'. Dapat dilakukan tepat sasaran, sehingga masyarakat dapat membangun kepercayaan kepada Pemerintah Aceh. Masyarakat/rakyat saat ini sangat sinis dengan diksi, retorika dan bahasa yang digunakan jika berkaitan dengan kebijakan Pemerintah Aceh," kata Dr Taufik menambahkan.

Tak hanya itu, menurut akademsi ini masyarakat bahkan banyak yang prustrasi, jika hak rakyat tidak mampu diatasi, sehingga prustrasi ini berpotensi mengganggu kehidupan dan keseimbangan serta kedamaian kehidupan ditengah ketidakpastian masa depannya.

"Harapan kebijakan strategis, efektif dan tepat sasaran sangat diharapkan rakyat Aceh saat ini. Sebaiknya segera dilakukan saat ini, jangan lagi ditunda, persoalannya semakin terasa sebagai beban berat dalam kehidupan rakyat saat ini. Lepaskan diri dari posisi jabatan, sebaiknya terus berinteraksi dengan rakyat, singkirkan sementara aturan protokoler. Rakyat menghendaki dan rindu Pemimpin, Elite dan Pejabat Pemerintah Aceh ditengah mereka dan peduli kehidupan dan kebijakan ekonomi-politik pro-rakyat,"pinta Taufik.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...