Bupati Bener Meriah Tgk H Sarkawi memerintahkan para Camat untuk melakukan pedampingan setiap Reje (kepala) Kampung dalam memberi edukasi serta pemahaman kepada masyarakat dalam penyaluran bantuan.

Menghadapi Pandemi Saat Ini:

Pemerintah Aceh Diminta Tidak Gagal Fokus

ISTIMEWADr. Taufik Abdul Rahim
A A A

BANDA ACEH -Ditengah corona virus diseases 2019 (Covid-19), Pemerintah Aceh kembali membuat kebijakan melalui instruksi melalui Surat Gubernur Aceh Nomor 589/6422, tentang restrukturisasi pembayaran pinjaman Aparatur Sipil Negara (ASN) pada Bank Aceh Syari'ah. Surat gubernur ini sebagai usaha untuk meringankan atau memudahkan peminjam yang berhubungan dengan Pandemi Covid-19.

Padahal semua pihak dan sektor ekonomi saat ini berdampak, dan ini juga bahagian dari risiko. "Kebijakan ini terkesan lucu, aneh dan tidak rasional serta gagal fokus," kata akademisi dari Universitas Muhammadyah Aceh ini, Rabu (29/4/2020).

Semestinya yang perlu ditangani saat ini jumlah orang miskin yang diperkirakan sekitar 1,3 juta orang akibat adanya orang miskin baru dan rentan dampak dari pandemi covid-19.

Saat ini kata Taufiq A Rahim, orang miskin juga bertambah akibat tidak bekerja dan kehilangan pekerjaan. Juga pengangguran sekitar 1 juta orang akibat bertambahnya jumlah angkatan kerja serta usia kerja yang bekerja karena tidak tersedianya lapangan kerja.

"Jadi bukan malah pemerintah mengurus kredit konsumtif yang selama ini akrab dan ramah dilakukan ASN dalam lingkungan Pemerintah Acehdi Bank Aceh Syari'ah," ungkap Taufiq A Rahim.

Jika seluruh Aceh ada sekitar 40.000 ASN, namun tidak semua ASN di Aceh melakukan kredit di Bank Aceh Syari'ah.

Taufiq memprediksi, bila ada sekitar 45-50 persen itu yang melakukan pinjaman kredit yang umumnya konsumtif (untuk rumah dan kenderaan). Maka secara rasional dan pikiran waras tidak sebanding serta proporsional dengan jumlah penduduk miskin dan pengangguran di Aceh.

Selama ini ASN disamping ada gaji tetap dan tunjangan prestasi kerja (TPK) dan lain sebagainya, tetap menerima pendapatan sesuai dengan pangkat dan golongannya.

Sehingga banyak lulusan sekolah dan perguruan tinggi berlomba, bersaing serta ramai-ramai menjadi ASN karena berkesempatan menjadi elite di Aceh.

Maka tak heran jika ada yang mencari jalan pintas jika dibenarkan boleh juga menjadi tenaga honor lebih dahulu.

Umumnya pegawai atau ASN yang sadar dan paham hukum Islam pinjam uang dan kredit saat ini banyak yang tidak mau serta enggan berurusan dengan kredit, meskipun "katanya sistem syari'ah" banyak aturan yang ditetapkan oleh otoritas moneter negeri ini bercampur aduk dengan cara konvensional.

Disamping itu, berbagai sektor usaha swasta dan aktivitas ekonomi sektor ril baik formal dan informal seperti usaha mikro kecil dan mengengah (UMKM) butuh perhatian pemerintah serta memerlukan stimulus agar dapat bangkit. Namun faktanya sama sekali tidak dilihat bahkan tidak mendapat perhatian dan dilirik sama sekali oleh pemerintah.

Sementara umumnya masyarakat dan swasta berusaha untuk "survival" bertahan hidup serta ingin tetap bangkit sekaligus sebagai aktivitas yang mendorong perekonomian masyarakat.

"Secara makro ekonomi jika tetap berusaha dapat menciptakan kestabilan dan pertumbuhan ekonomi yang positif," kata Taufiq.

Namun saat ini banyak usaha yang "collaps", berhenti beraktivitas dan terus mencari kreatifitas agar tetap bisa beroperasi untuk tetap hidup ditengah pandemi covid-19.

Bahkan ada yang ingin bangkit sambil menunggu waktu pademi covid-19 ini berakhir dan kondisi normal seperti sediakala.

Oleh karena itu, ditengah pandemi saat ini yang sangat diperlukan adalah Pemerintah Aceh fokus terhadap penangan kesehatan bagi PDP, ODP dan OTG, ditengah karut-marutnya persoalan masyarakat akibat simpang siur informasi serta kebijakan yang sulit diprediksi kapan berakhir.

Pemerintah diharapkan jangan membuat instruksi yang aneh-aneh. Jadi Perlu menggunakan akal sehat dan rasional.

Selain itu, pemerintah tidak lagi mementingkan sekelompok orang, atau jangan-jangan ada yang memanfaatkan masalah restrukturisasi kredit pada Bank Aceh Syari'ah untuk menyelamatkan kelompok atau pihak/orang tertentu, dengan mengambil kesempatan restrukrisasi pinjaman atas nama ASN.

"Ini harus transparan, jangan coba-coba melakukan "testing water" sekedar memanfaatkan peluang atau mengambil muka pada pihak tertentu," tuturnya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...