Aliansi Pemuda Aceh Menggugat (APAM) kembali menggelar aksi unjuk rasa di Halaman Kantor Dewan Perwakilan Rakyat Aceh, Rabu 24 Februari 2021. Aksi tersebut dilakukan untuk meminta Gubernur Aceh dan DPR Aceh untuk lebih peduli kepada masyarakat miskin.

Pemerintah Aceh Diminta Sasar Investor Bukan Perokok

FOTO | AK JAILANIKetua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA) Safaruddin, SH
A A A

BANDA ACEH - Ketua Yayasan Advokasi Rakyat Aceh (YARA), Safaruddin, menilai langkah Pemerintah Aceh menyasar perokok untuk menurunkan angka kemiskinan tidak tepat dan seakan mencari kambing hitam atas tingginya angka kemiskinan di Aceh.

Menurut Safar, yang perlu di lakukan pemerintah Aceh adalah bagaimana meningkatkan pendapatan masyarakat dari biasanya, seperti yang di sampaikan Kepala Bappeda bahwa pendapatan masyarakat Aceh sekitaran 50.000-70.000 per hari, tugas pemerintah Aceh memikirkan agar pendapatannya bisa sampai 100.000-200.000/hari.Sehingga angka kemiskinan akan menurun.

Sementara untuk meningkatkan penghasilan masyarakat butuh lapangan kerja bagi yang masih menganggur, peningkatan penjualan bagi pedagang, jaminan regulasi usaha bagi pengusaha dan memudahkan akses permodalan bagi UMKM.

"Pemerintah Aceh jangan panik dengan prestasi termiskin di Sumatera, tapi ini dijadikan introspeksi diri bahwa kinerja selama ini masih belum mencapai pada peningkatan angka kesejahteraan bagi masyarakat Aceh, dan konsep lama harus di cari konsep baru, bukan malah menyalahkan perokok, ini menjadi lelucon dalam masyarakat," kata Safar.

Walaupun penjelasannya logis tapi, menurut Safar publik tidak akan percaya apalagi beberap kebijakan Gubernur dalam beberapa tahun ini banyak yang tidak pro-rakyat seperti penurunan jumlah pembangunan rumah layah huni, pembuatan stiker di mobil dan rumah, bantuan bagi ormas.

"Ini semuanya walaupun logis bagi pemerintah Aceh tapi tidak dalam pikiran masyaraka,"kata Safar dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Minggu (21/2/2021).

Menurutnya, saat ini ketergantungan pendapatan masyarakat pada APBA sangat tinggi karena tidak adanya investasi yang berkembang di Aceh, dan komitmen Gubernur untuk peningkatan investasi hanya sebatas slogan tapi belum ada wujud realisasi nya yang memang membantu peningkatan taraf kehidupan masyarakat.

"Jangankan komitmen untuk meyakinkan investor agar berinvestasi di Aceh, MoU untuk komitmen penyaluran CSR saja dengan beberapa puluhan perusahaan di Aceh Gubernur tidak mampu mendorong realisasinya, apalagi untuk investasi,"tambah Safar.

Oleh sebab itu, YARA mendorong Gubernur agar lebih lebih peka mengawal kebijakannya sendiri, seperti keinginan memperkuat UMKM, itu perlu di evaluasi kenapa masih banyak UMKM yang tidak berkembang, selain permasalahan di hulu kendala di hilir juga harus ada solusi nya.

"Kami berharap Gubernur jangan terlalu banyak bicara, tapi kerja nyata yang di butuhkan oleh masyarakat Aceh saat ini agar keluar dari juara termiskin di Sumatera, APBA 2021 ini harus di pikirkan bagaimana serapannya dapat di nikmati oleh masyarakat Aceh," harap Safar.

Dengan begitu, YARA meminta pemerintah Aceh untuk hentikan data perokok, karena itu, menggelikan bagi masyarakat walaupun penjelasannya logis nya ada, yang paling penting sekarang adalah strategi yang telah disampaikan oleh Kepala Bappeda tersebut bisa di realisasikan bukan hanya bicara saja.

"Kami mencermati enam strategi yang disampaikan oleh Kepala Bappeda untuk menekan angka kemiskinan, dan langkah tersebut semuanya bagus, tapi kita ingin melihat realisasinya apakah seindah kata yang di ucapkan, mari kita awasi bersama,"tutur Safar.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...