Penolakan terhadap rencana Tgk H Sarkawi mengundurkan diri dari jabatan Bupati Bener Meriah terus bermunculan, jika sebelumnya penolakan tersebut datang dari HPBM dan Partai PKS, kali ini hampir seluruh unsur agama islam di daerah berhawa sejuk itu juga menyatakan sikap menolak pengunduran diri Sarkawi sebagai Bupati.

Harga Bahan Pokok Naik Jelang Ramadhan

Pemerintah Aceh Diminta Gelar Operasi Pasar

ISTIMEWAKetua Komisi VI DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah, S.Ag
A A A

BANDA ACEH -- Menjelang masuknya bulan suci Ramadhan diperkirakan sebagaimana biasanya harga bahan pokok cenderung mengalami kenaikan. Hal tersebut disebabkan tingkat kebutuhan masyarakat terus meningkat dan di sisi lain ketersediaan stok bahan pokok yang terbatas. Di tambah lagi dengan keadaan sekarang di mana pandemi covid 19 masih melanda dunia juga Indonesia termasuk Aceh.

Menyikapi kondisi itu anggota DPR Aceh Tgk H Irawan Abdullah SAg meminta kepada Pemerintah Aceh untuk menggelar operasi pasar atau adanya pasar murah. Hal itu dimaksudkan agar harga kebutuhan pokok masyarakat bisa relatif stabil dan bisa terjangkau.

“Operasi pasar ini penting dilakukan pemerintah untuk menekan dan mengendalikan harga di pasaran. Apalagi menjelang meugang dan Ramadhan kenaikannya yang sangat signifikan. Tentunya ini akan menyusahkan masyarakat,” kata Tgk Irawan Abdullah.

Anggota DPRA Dapil Aceh I ini menambahkan akibat mewabahnya virus Covid-19 banyak masyarakat yang kehilangan lapangan pekerjaan. Akibatnya daya beli masyarakat jadi menurun karena harga sembako yang melambung tinggi.

“Kalaupun ada bantuan sembako dari pemerintah atau pihak lain, itupun jumlah penerimanya sangat terbatas. Dan penggunaannya sudah habis di pakai pada awal pemberlakuan masa pembatasan (distancing). Dari itu Pemerintah harus mampu mengendalikan harga sembako di tengah penanggulangan covid-19 ini dan juga memastikan ketersediaannya,” ujar Tgk Irawan.

Pertegas SOP Kesehatan Pencegahan Covid-19
Di samping itu pada kesempatan yang sama Wakil Ketua F-PKS DPR Aceh ini juga sangat mengkhawatirkan terjadinya penularan covid-19 di area pasar saat terjadinya transaksi jual beli barang.

Menurutnya pasar akan menjadi tempat yang “rawan dan rentan” dikarenakan masih banyak para pelakunya yang enggan dan malas menggunakan masker.

“Saya sudah beberapa kali masuk ke area pasar. Dan boleh dihitung dengan jari para pedagang yang menggunakan masker saat melakukan transaksi. Begitu juga dengan para pembeli yang masuk area pasar, banyak yang tidak memakai masker,” kata anggota DPRA kelahiran Lambaro.

Tgk Irawan Abdullah menjelaskan saat ini penggunaan masker saat keluar rumah apalagi sedang berada di tempat keramaian seperti area pasar, sangatlah penting supaya tidak terjadinya penularan wabah covid-19.

“Selama ini pemerintah dan pihak lainnya sudah membagi-bagikan masker kepada masyarakat yang beraktivitas di pasar. Jadi kenapa maskernya tidak di pakai, apa disimpan atau dikoleksi,” tegasnya dengan nada kesal.

Untuk itu Ketua Komisi VI DPRA ini mengharapkan pemerintah melalui dinas terkait agar dapat mempertegas penerapan SOP kesehatan pencegahan covid-19 dengan melakukan penjagaan di pasar-pasar terhadap pedagang dan pembeli yang tidak memakai masker. Dengan ketentuannya, pedagang dilarang berjualan dan pembeli jangan diizinkan masuk pasar jika tidak pakai masker.

“Kita juga berharap agar masyarakat yang keluar rumah dengan penuh kesadaran untuk selalu menggunakan masker dan membiasakan diri untuk mencuci tangan dengan sabun. Mari bersama-sama kita lawan covid-19 ini dan semoga cepat berakhir sehingga kita dapat menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan dengan aman dan damai,” pungkas Tgk Irawan Abdullah.

 

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...