Wakil Ketua DPR Aceh, Safaruddin, S.Sos, MSP, menjadi narasumber peHTem edisi Kamis 30 September 2021 episode 12 Tahun ke II dengan tema: Pantaskah Alhudri Ultimatum Kepala Sekolah? yang dipandu oleh host Indah Rastika Sari. Jangan lupa subsribe like share dan comment.

Milik Siapa ?

Pemda Tak Punya Nyali Bongkar Ruko di Jalan Elak Blangpaseh

AK Jailani.
A A A

PIDIE - Seberapa tahun lalu masyarakat kota Sigli pernah meminta Pemerintah Kabupaten Pidie agar mempercepat pembangunan infrastruktur jalan, salah satu adalah membuka akses jalan elak Blok Sawah - Blangpaseh guna menghindari kemacetan dalam kota.

"Salah satu yang menjadi fokus masyarakat kala itu agar Pemda membuka (membangun) jalan elak dari Blok Sawah - Blang Paseh," kata Asnawi, di Sigli, Sabtu, 21 September 2019.

Namun pada saat jalan tersebut disetujui dan mulai dibangun muncul kendala sekaligus rintangan yang menghambat pembangunan jalan tersebut yaitu masalah keberadaan rumah toko (ruko) yang terletak persis disimpang (ujung) jalan Blang Paseh Kota Sigli - Blangpaseh.

"Apa yang kita lihat, disana (ujung jalan) ada bangunan rumah toko sehingga jalan yang sudah dibangun dua jalur, tapi diujung jalan sekitar 50 meter menjadi sempit," ujarnya kepada acehimage.com

Yang menjadi pertanyaan, milik siapa ruko tersebut sehingga membuat pemerintah setempat tak punya nyali untuk membongkar?

Padahal, bangunan ruko tersebut kini menjorok ke tengan jalan, sehingga menghabiskan setengah jalur jalan. Akibatnya kenderaan yang melintas harus berbelok menghindari bangunan tersebut.

Yang menjadi pertanyaan masyarakat, kenapa sebelum jalan ini dibangun Pemda terlebih dahulu toko-toko tersebut dibayar ganti rugi kemudian baru dilakukan penggusuran.

Kenapa itu tidak dilakukan, apakah karena ketidakcukupan anggaran yang menjadi alasan sehingga Pemkab Pidie tidak mampu membayar harga kepada pemilik ruko.

Atau bisa jadi pemilik roko itu adalah orang kaya raya di kota Sigli maka tidak mau melepaskan haknya itu sekalipun untuk kepentingan umum.

"Atau jangan-jangan Pemda yang takut alias tak punya nyali melakukan pembebasan lahan roko karena pemiliknya orang hebat," kata Asnawi warga kota Sigli.

Menurut infomasi yang diperoleh media ini bahwa rumah toko (ruko) yang berada dipersimpangan jalan elak Blang Paseh - Blok Sawah itu milik pengusaha kaya, warga keterunan.

"Di Sigli orang ini terkenal kaya, kabarnya pejabat pada takut sama orang ini. Dia banyak memiliki lahan tanah, toko, dan berbagai jenis usaha dia ada, dan terkesan orang ini kurang peduli dengan orang lain," ujar Asnawi saat nogopi bersama teman-temannya disalah satu caffe dipusat kota Sigli.

Namun salah seorang warga kota Sigli yang namanya engga disebut berharap kepada Pemda Pidie agar kedepan dalam membangun daerah harus lebih serius. Makanya buatlah perencanaan pembangunan yang baik, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin dan hak atas tanah, serta berbagai kebijakan Pemda yang mengacu pada data yang akurat.

"Pembangunan jalan elak Blok Sawah-Blang Paseh itu misalnya harus lewat mana, apa yang menjadi hambatan seharusnya diketahuan semua melalui peta dan data  kepemilikan konsesi mestinya kelihatan semua," jelasnya.

Dia mengingatkan Pemda Pidie agar belajar pada masa 1980-an kabupaten ini sangat maju dan profesioal ketimbang saat ini

"Dulu 80-an, baik infrastruktur maupun kehidupan rakyat terutama dalam bidang ekonomi dan politik, sosial budaya sangat maju," ungkapnya.

Kemajuan daerah seperti itu menuntut atensi Pemda sekarang dalam melaksanakan pembangunan harus dengan  cara menyiapkan perencanaan yang baik dan valid.

"Kalau tidak ada perencanaan yang matang, maka yang terjadi seperti pembangunan jalan elak Blang Paseh - Blok Sawah, disamping tidak indah dipandang, jalan itu juga menjadi rawan kecelakaan bagi masyarakat pengguna kenderaan," katanya.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...