Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Fraksi Partai Aceh, Yahdi Hasan akhirnya memutuskan untuk bertemu langsung dengan Bupati Aceh Gayo Lues Muhamad Amru. Pertemuan ini menyangkut gebrakan Amru terhadap wacana pembentukan Provinsi ALA. Pertemuan Anggota DPRA daerah pemilihan VIII (Aceh Tenggara dan Gayo Lues) ini dengan Amru berlangsung di Pendopo Bupati Gayo Lues, Minggu (27/9/2020) sekira pukul 11:00 WIB.

Pembiayaan Pola Bank Aceh Syariah Lebih Menguntungkan

ISTIMEWADirektur Dana dan Jasa Bank Aceh Syariah, Amal Hasan
A A A

BANDA ACEH - Kendati ada kalangan yang masih berharap kepada dunia perbankan di Aceh agar tetap melakukan penerapan layanan pola konvesional selain pelayanan syariah.

Namun Direktur Utama (Dirut) Bank Aceh Syariah Haizir Sulaiman SH melalui Direktur Dana dan Jasa, Amal Hasan menegaskan, Bank Aceh tetap menjaga konsistensi dengan pola syariah. Karena pola syariah dinilai lebih ideal dan nyaman bagi masyarakat Aceh.

Selain itu, Bank Aceh mendukung program pemerintah dalam meningkatkan ekonomi kerakyatan. Untuk mencapai tujuan dimaksud, maka dalam penyaluran dana Bank Aceh lebih mengarahkan kepada peningkatan pembiayaan retail/kredit usaha kecil (KUK) yang memberikan dampak multiplier kepada seluruh sektor usaha UMKM.

Didampingi Direktur Operasional Lazuardi, Amal Hasan menyampaikan bahwa Bank Aceh juga melakukan penyaluran pembiayaan program kepada debitur- debitur binaan terutama yang prospektif .

"Jadi Bank Aceh ini melakukan pembiayan pola syariah dengan tetap mengatur kesesuaian penyaluran pembiayaan konsumtif dan produktif secara bertahap termasuk bagi sektor pertanian," ujar Amal kepada acehimage.com, Senin (10/8/2020).

Untuk dana-dana yang belum tersalurkan dalam bentuk pembiayaan, terus dioptimalkan dalam bentuk penempatan dana dan pembelian surat berharga dengan memperhatikan faktor likuiditas, rentabilitas dan resiko.

Karena itu dalam upaya memajukan Bank Aceh, jajaran Direksi dan Manajemen menetapkan arah kebijakan dengan sasaran yang ingin dicapai antara lain, dengan meningkatkan kemandirian Bank.

"Kemandirian ini penting sekali, misalnya dalam bidang penghimpunan dana pihak ketiga. Ini kita lakukan dengan memaksimalkan potensi sumber dana melalui giro, tabungan dan deposito non pemerintah," tutur Amal Hasan didampingi humas Bank Aceh Syariah Riza.

Selain itu, Bank Aceh melakukan ekspansi pembiayaan pada sektor basis usaha- usaha yang produktif terutama untuk UMKM dan Micro finance.

Sedangkan upaya untuk meningkatkan volume usaha, pembiayaan, dan penghimpunan dana masyarakat juga dilakukan dengan tetap berpedoman pada prinsip kehati-hatian dan ketentuan yang berlaku.

Memelihara Kualitas Aktiva Produktif dan menjaga serta memperbaiki NPF, nilai tingkat kesehatan bank, tingkat kecukupan modal (CAR), pemenuhan pembentukan PPAP dilakukan sesuai dengan ketentuan regulator OJK dan Bank Indonesia.

"Insya Allah, dengan menaati aturan, Bank Aceh saat ini sangat sehat dan menguntungkan baik bagi bank sendiri, pemerintah daerah maupun bagi masyarakat," kata Amal lagi.

Setelah 4 tahun bank ini menjadi Bank Umum Syariah, Bank Aceh mampu meningkatkan kinerjanya dalam trend yang positif, ungkap Amal Hasan mengutip penegasan Plt Gubernur pada acara HUT ke 47 Bank Aceh baru-baru ini.

Bahkan secara umum kinerja keuangan Bank Aceh pada akhir tahun 2019 sangat
memuaskan.

Hal itu dapat dilihat pada periode Juni 2020 total aset Bank Aceh mencapai Rp24 triliun, Dana simpanan Pihak Ketiga mencapai Rp21 triliun.

Pada saat bersamaan pertumbuhan pembiayaan yang disalurkan mencapai Rp15 triliun, serta deviden yang dibagikan sebagai kontribusi Pendapatan Asli Daerah mencapai Rp265 milyar pada tahun 2019.

Karena itu Bank Aceh sehat dan terus berkembang, maka pihak manajemen pun mampu memperluas jaringan operasional Bank ke daerah-daerah yang potensial.

"Nah, perluasan jaringan ini kita lakukan semata- mata demi kemajuan bank, dan kita lakukan dengan cara menambah kantor cabang, cabang pembantu, kantor kas juga terus kita kembangkan unit usaha syariah," ungkapnya.

Menurut Amal, hal itu tidak akan berarti apa-apa bila manajemen tidak melakukan upaya pemberdayaan kualitas sumber daya manusianya (SDM).

"Jadi kita tingkatkan SDM-nya melalui peningkatan berbagai pendidikan dan latihan, disiplin, integritas, kompetensi, dan memiliki daya saing (comparative advantage) serta menciptakan corporate culture yang baik," imbuhnya.

Selain itu semua, pihaknya terus meningkatkan penagihan terhadap pembiayaan-pembiayaan bermasalah dan yang telah diekstracomtable.

Bentuk pelayanan yang berbeda

Namun pakar dan pengamat ekonomi Unsyiah Dr Mukhlis Yunus mengatakan, bentuk pelayanan kedua bank antara Bank Syariah dan konvesional memang sangat berbeda.

Untuk membuka pemahaman dan wawasan masyarakat atau nasabah mengenai perbedaan karakter Bank Syariah dan Bank Konvensional, tentu kita perlu menjelaskan perbedaan keduanya.

Perolehan Keuntungan Bank Syariah dan Konvensional misalnya.

Menurut Muhklis, kedua bank sama-sama memberikan keuntungan bagi nasabahnya.

"Hanya saja pemberian keuntungan kedua bank ini berbeda bentuk. Tapi untuk bank di Aceh jelas lebih prospektif pola syariah," tegas Mukhlis Yunus.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...