Gubernur Sulawesi Selatan Nurdin Abdullah ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jumat (26/2) malam. Nurdin sendiri tercatat memiliki harta kekayaan sebesar Rp51,3 miliar. Dikutip dari laman Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), kekayaan tersebut dilaporkan Nurdin pada 31 Desember 2019 saat menjabat sebagai gubernur. "Benar, Jumat, (26/2) tengah malam, KPK melakukan tangkap tangan terhadap kepala daerah di Sulawesi Selatan terkait dugaan tindak pidana korupsi," kata Plt. Juru Bicara Penindakan KPK, Ali Fikri, Sabtu (27/2).

Pembangunan Waduk Krueng Kreuto Dilanjutkan Kembali

ISTIMEWARapat koordinasi terkait penyelesaian permasalahan proyek pembangunan Wadung Krueng Kreuto, di Ruang Aula Yudha Kodim 0103/Aceh Utara, Kamis (05/02/2020).
A A A

LHOKSEUMAWE - Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP melaksanakan rapat koordinasi terkait penyelesaian permasalahan proyek pembangunan Wadung Krueng Kreuto, di Ruang Aula Yudha Kodim 0103/Aceh Utara, Kamis (05/02/2020).

Permasalahan sengketa tanah dan tapal batas antara Desa Blang Pante Kecamatan Payabakong dan Desa Plu Pakam Kecamatan Tanah Luas yang menyebabkan dan menghambat pekerjaan PSN Waduk Krueng Keureuto yang seharusnya proyek pengerjaan selesai pada tahun 2020 lalu.

Permasalahan ini juga sudah coba diselesaikan pada tahun 2017, dan sudah beberapa kali pertemuan yang dilaksanakan oleh Institusi terkait namun tidak memberikan titik temu dan Hampir terjadi konflik sosial antara kedua desa yang dipicu karena permasalahan ini.

Bahkan masalah ini sudah disidangkan di Pengadilan Aut dan sudah diputuskan pada 20 Januari 2021, akan tetapi masih tetap saja terjadi pertengkaran di lapangan yang mengarah ke konflik sosial karena ketegangan antara masyarakat Desa Blang Pante dan Desa Plue Pakam.

Berangkat dari hal tersebut, maka Dandim 0103/Aceh Utara berinisiatif untuk menyelesaikan konflik demi berlanjutnya proyek PSN Waduk Krueng Keureuto yang diharapkan bisa menjadi salah satu solusi pemecahan masalah banjir tahunan yang selalu terjadi di Kabupaten Aceh Utara.

Dalam rapat Koordinasi Tersebut Dandim 0103/Aceh Utara Letkol Arm Oke Kistiyanto SAP menyampaikan Bahwa dengan pertemuan ini mudah-mudahan ada titik terang dan solusi dari permasalahan ini, agar pengerjaan proyek PSN Waduk Krueng Keureuto bisa berjalan dan cepat diselesaikan.

Ia juga berharap dengan adanya pertemuan ini bisa menyelesaikan masalah dengan musyawarah dan kekeluargaan, jadi masing masing pihak sama-sama bisa menerima dengan baik.

"Dan Alhamdulillah dari Rapat Koordinasi ini Tercapai kesepakatan antara kedua Desa bahwa mereka tunduk pada hukum, dan setuju mendukung Proyek PSN Waduk Krueng Keureuto, serta tidak akan mengganggu pelaksanaan proyek kedepannya,"ungkap Letkol Arm Oke.

Lanjut Letkol Oke ia berterimakasih Kepada semua pihak yang sudah mau berkoordinasi untuk menyelesaikan permasalahan ini, dan Pola penyelesaian semacam ini bisa menjadi “lessons learned” bagi wilayah lainnya yang mengalami permasalahan serupa.

"Baik itu sengketa tanah pembebasan lahan jalan Tol, waduk, dan lain-lain. Karena setiap permasalahan apabila dilaksanakan dengan Musyawarah dan kekeluargaan insyaallah akan menemukan solusi dari permaslahan tersebut,"tegas Letkol Oke.

Turut hadir pada rapat tersebut Asisten I Dayan Akbar, Kadis Pertanahan Aceh Utara Syahrial, Kabid Pertanahan Aceh Utara Muhammad Saleh, Perwakilan PT Brantas Abipraya Bambang S dan Teguh S, Kepala BPN Aut beserta Staf, Camat Tanah Luas Usman SOS. beserta Muspika, Camat Paya Bakong T. Arahman Ansari. beserta Muspika, Geuchik Plu. Pakam, Geucik Blang Pante Marzuki AB, Staf Bapeda Aceh Utara Armia, Amd.

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...