Dirlantas Polda Aceh, Kombes. Pol. Dicky Sondani, SIK, MH yang diwakili Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Aceh, Kompol. T. Zainal Amri, SH, SIK menjadi narasumber peHTem edisi Senin 30 Mei 2022 episode ke 81 Tahun ke II dengan tema: Pelat Hitam Atau Pelat Putih?, yang dipandu oleh host Siti Aminah, Jangan lupa like share comment and subsribe.

Edi Zulkifli

Pembangunan Sejumlah Objek Wisata Di Bener Meriah Tanpa Kajian yang Matang Anggaran Jadi ‘Sia-sia’

SamsuddinEdi Zulkfli
A A A

ACEHIMAGE.COM – Keberadaan sejumlah objek wisata di Kabupaten Bener Meriah yang tidak memberikan kontribusi maksimal terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), kembali mendapat sorotan, kali ini sorotan itu datang dari anggota Komisi C DPRK Bener Meriah.

Bahkan, ia menilai konsep pembangunan dan pengelolaan sejumlah objek wisata di daerah penghasil kopi arabika Gayo itu tanpa melalui kajian yang matang. Sehingga kesannya anggaran yang dialokasikan  menjadi sia-sia atau ‘mubajir’.

“Sebut saja seperti objek wisata Lut Kucak, anggaran yang telah dihabiskan hampir puluhan miliar. Namun, hingga saat ini kita menduga belum ada sepeserpun PAD bersumber dari objek wisata itu,” kata Edi Zulkifli kepada awak media, Kamis, 24 Februari 2022.

Menurut pandangan saya, lanjut, politisi PNA itu, Dinas terkait tidak melakukan pengkajian matang dan konsep yang bagus sehingga objek wisata di daerah ini kurang diminati untuk sebagai tujuan utama berwisata para pelancong. Padahal seperti kita ketahui Bener Meriah adalah pintu gerbang menuju ke beberapa Kabupaten lain di Gayo.

Keberadaan Bener Meriah sebagai pintu gerbang menuju ke daerah lain, seharusnya  dapat dimanfaatkan secara maksimal terutama  sektor wisata, agar para wisatawan tidak hanya sekedar lewat saja tetapi mau menikmati pesona yang dimiliki daerah ini.

“Jadi kita sangat menyenangkan selama ini Bener Meriah  hanya sebagai tempat transit menuju daerah lain saja, bukan menjadi daerah tujuan berwisata para pelancong akibat konsep objek wisata kita yang semrawut,” ungkap Edi Zulkifli.

Jika saja Pemkab Bener Meriah melalui Dinas terkaitnya, mau memaksimalkan potensi wisatanya yang benar-benar  iconic seperti wisata pemandian air panas tentu akan menarik perhatian para pelancong untuk berlibur ke daerah ini, akan tetapi hal itu gagal di maksimalkan oleh pihak terkait.

“Ada beberapa objek wisata yang berpotensi dapat meningkatkan PAD, seperti pemandian Air panas Simpang Balik, Pendakian Burni Telong, dan sejumlah air terjun. Namun, karena konsepnya kurang maksimal jadi kurang menarik dan gagal dalam pengembangannya,” terang Edi.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Bener Meriah, Irmansyah saat dikonfirmasi menyampaikan, memang PAD yang bersumber dari objek wisata sangat minim hal itu lantaran  pandemi Covid-19 yang melanda sehingga sejumlah objek wisata sempat ditutup.

Pun demikian, pihaknya mengaku sejumlah objek wisata masih membutuhkan penataan yang lebih sempurna serta pembangunan fasilitas dan sarana pendukung lainnya. Seperti pembangunan akses jalan menuju objek wisata Lut Kucak yang ada di Kampung Waq Pondok Sayur, Kecamatan Bukit.

“Insyaallah untuk tahun ini jalan menuju Lut Kucak akan di aspal, mudah-mudahan itu cepat terlaksana,” imbuh Irmansyah.

Ia menerangkan, magnet wisata di Bener Meriah ada dua yakni Lut (Laut) dan pemandian air panas, artinya setiap orang mengunjungi tempat tersebut kalau belum mandi rasanya belum afdol. Untuk itu pihaknya akan mendorong para pengelola objek wisata tersebut lebih maksimal.

Ditegaskan Irman, anggaran yang dikucurkan untuk pengembangan pembangunan sejumlah objek wisata di Bener Meriah  tidak sia-sia atau mubazir. Karena ia berkeyakinan objek wisata di daerah tersebut  kedepannya akan diminati terlebih dalam waktu dekat Bener Meriah akan menyelenggarakan event akbar yakni MTQ tingkat Provinsi Aceh.

“Untuk menghadapi event tersebut, kita telah meminta kepada seluruh pengelola objek wisata agar memanfaatkan momen itu dengan sebaik-baiknya. Sebab, diprediksi tidak kurang dari enam ribuan warga dari daerah lain akan hadir ke bener meriah dan tidak menutup kemungkinan mereka akan mendatangi objek-objek wisata yang ada di daerah ini, terutama objek wisata pemandian air panas,” kata Irmansyah.

Disisi lain, sambungnya, upaya untuk mengembangkan wisata yang ada di Bener Meriah, pihaknya akan menggelar beberapa kegiatan pada tahun ini. Untuk itu guna mensukseskan kegiatan tersebut, Kadis Pariwisata itu meminta dukungan dan doa dari seluruh elemen masyarakat Bener Meriah.

“Membangun pariwisata ini harus dilakukan secara bersama-sama, karena kalau hanya Dispar saja tentu kami tidak akan sanggup. Untuk itu kita juga melibatkan beberapa komunitas ikut dalam mensukseskan kegiatan itu nantinya,” timpal Irman.

Selain itu, agar keberadaan objek wisata di daerah ini diminati dan diketahui masyarakat luas tentu harus dipromosikan dengan baik. Oleh karenanya kami membutuhkan kawan-kawan media turut mempromosikanya melalui pemberitaan.

“Kami mengucapkan terimakasih kepada kawan-kawan baik dari media, atau dari elemen lainnya yang telah memberikan masukan untuk memajukan objek wisata di daerah ini. Untuk itu kami juga meminta kesedian kawan-kawan mempromosikan wisata ini kedepannya,” ucap Irmansyah. []

Rubrik:ACEH

Komentar

Loading...